Demi Kalahkan Bhayangkara, Ini Kiat Joko Susilo pada Arema

Dimas Ardi Prasetya | 29 Maret 2019, 23:55
Fitri Apriani (c) fitri apriani
Fitri Apriani (c) fitri apriani

Bola.net - Joko Susilo membeber saran bagi Arema FC pada laga Delapan Besar Piala Presiden 2019, kontra Bhayangkara FC. Asisten pelatih Timnas Indonesia ini menyebut untuk meraih kemenangan pada laga tersebut, Arema harus menyumbat aliran bola Bhayangkara.

"Kalau mau pressing, Arema harus bisa menyetop dua gelandang Bhayangkara, Lee Yoo-joon dan M. Hargianto," ucap Joko, pada Bola.net.

"Selama ini, aliran mereka dari dua gelandang tersebut. Atau, kalau tidak, Arema juga harus menekan Wahyu Subo Seto," sambungnya.

Arema akan menghadapi Bhayangkara pada Delapan Besar Piala Presiden 2019. Pertandingan, yang akan disiarkan secara langsung oleh Indosiar ini, bakal dihelat di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Sabtu (30/03) besok.

Selain Yoo-Joon, Hargianto, dan Subo, ada pemain lain yang menurut Joko harus diwaspadai oleh Arema. Pemain tersebut adalah second striker Bhayangkara.

"Siapa pun yang nanti ditempatkan di posisi ini harus diwaspadai," tuturnya.

Apalagi yang harus dilakukan Arema untuk meredam Bhayangkara? Simak selengkapnya di bawah ini.

1 dari 2 halaman

Waspadai Serangan Balik Bhayangkara

Lebih lanjut, menurut Joko, Arema harus ekstra waspada pada skema serangan balik Bhayangkara. Pasalnya, The Guardian memiliki serangan balik cepat nan mematikan.

"Pemain-pemain muda mereka memiliki kecepatan yang sangat bagus. Ini membuat serangan balim Bhayangkara sangat cepat dan berbahaya," katanya.

"Arema harus belajar dari Bali United, yang sudah merasakan langsung ganasnya serangan balik Bhayangkara,"ia menambahkan.

2 dari 2 halaman

Tak Remehkan Herman Dzumafo

Sementara itu, Joko juga mengingatkan pada para penggawa Arema untuk tak meremehkan Herman Dzumafo, yang menjadi andalan lini depan Bhayangkara. Pasalnya, pemain naturalisasi asal Kamerun ini bukan sekadar pemeran pembantu di barisan pendobrak Bhayangkara.

"Ia bukan hanya sosok pemantul bola. Namun, harus diingat, ia juga punya ketajaman di atas rata-rata," ujar Joko.

"Ia justru memiliki banyak opsi. Selain pemantul, ia juga bisa mengeksekusi sendiri bola ke gawang lawan," ia menandaskan.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR