BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Cerita Tentang Iwan Budianto yang Sering Manjakan Pemain & Ofisial Arema

22-04-2020 09:18 | Gia Yuda Pradana

Iwan Budianto dan skuad Arema di Malaysia pada 2014 (c) Bola.com/Iwan Setiawan Iwan Budianto dan skuad Arema di Malaysia pada 2014 (c) Bola.com/Iwan Setiawan

Bola.net - Iwan Budianto sudah setahun tidak lagi menjabat sebagai CEO Arema. IB, sapaan akrabnya, fokus menjalankan tugasnya sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.

Meski tidak lagi mengurusi tim Singo Edan, ternyata pemain Arema masih merindukan momen kebersamaan dengan IB. Alasannya karena dia sering memanjakan pemain dengan berbagai cara.

Satu momen yang pernah terekam adalah dari Piala AFC 2014 silam. IB membelikan hampir semua pemain dan tim pelatih sepatu baru di Kuala Lumpur, Malaysia. Dia harus membayar sekitar Rp120 juta demi membelikan sepatu bola untuk pemain dan sepatu kets tim pelatih.

1 dari 3 halaman

Ikut ke Mana pun Bos Jalan

Iwan Budianto (c) Fitri Apriani Iwan Budianto (c) Fitri Apriani

Waktu itu Arema menjalani laga pertama babak penyisihan Piala AFC 2014 di kandang Selangor FA, Malaysia, pada 25 Februari 2014. Dua hari jelang pertandingan, rombongan Arema sudah tiba di Kuala Lumpur.

Pemain diberikan waktu bebas pada siang hari untuk refreshing sekaligus belanja. Mereka berangkat bersama dari hotel menggunakan bus ke sebuah pusat perbelanjaan di Kuala Lumpur.

“Sebenarnya semua boleh berpencar untuk belanja dan cari oleh-oleh. Tapi, ternyata satu tim ikut semua ke mana bos jalan,” kata Joko ‘Getuk’ Susilo yang waktu itu menjadi asisten pelatih Arema.

2 dari 3 halaman

Karyawan Toko Sampai Kaget

Iwan Budianto (c) Ongisnade Iwan Budianto (c) Ongisnade

Awalnya, IB membelikan sepatu untuk tim pelatih di toko olahraga. Namun, entah siapa yang memulai, pemain ikut mengambil sepatu bola. Hanya ada dua pemain yang waktu itu tidak ikut mengambil, yakni Cristian Gonzales dan Ahmad Bustomi. Dua pemain tersebut memang sudah dikontrak brand sepatu sendiri.

“Bos IB ternyata baik sekali. Saya baru tahu. Saya pikir sepatu itu beli sendiri, ternyata yang saya ambil sudah dibayar oleh bos,” canda bek asing Arema musim 2014, Thierry Gathuessi.

Bek asal Kamerun yang punya paspor Perancis itu sempat tidak enak hati. Lantaran dia memilih sepatu yang agak mahal. Sekitar 3 sampai 4 juta rupiah harganya. Tapi, dia agak lega saat melihat ada pemain lain yang juga memilih sepatu berbanderol mahal.

Karyawan toko olahraga tersebut sempat kaget melihat banyaknya sepatu yang dibeli. Namun, mendengar Arema FC adalah klub Indonesia yang sedang bersiap melawan Selangor FA, mereka dengan cekatan melayani. Begitu selesai berbelanja, mereka ikut mendoakan Arema agar dapat poin. Alasannya sederhana. Arema sudah memborong sepatu. Sementara tim tuan rumah, Selangor FA, tidak berbelanja di sana.

Hasilnya, Arema berhasil menahan Selangor 1-1. Awal yang bagus bagi Arema karena mereka dapat poin di kandang lawan. Pemain Arema pun lega dengan hasil itu. Jika sampai kalah, mereka pasti malu dengan IB yang sudah memborong sepatu baru sebelum pertandingan.

3 dari 3 halaman

Kuis Berhadiah di Bus

Iwan Budianto (c) Fitri Apriani Iwan Budianto (c) Fitri Apriani

Selain momen memborong sepatu di Malaysia, ada tradisi lain yang juga muncul waktu itu, yakni kuis yang dilakukan di dalam bus. IB sering membuat tebak-tebakan di dalam bus untuk menghilangkan kejenuhan.

Hadiahnya juga disiapkan. Uang pecahanan seratus ribu rupiah yang jumlahnya tergantung situasi hati. Kadang total hadiah kuisnya 500 ribu sampai satu juta rupiah.

Asisten pelatih Arema, Kuncoro, yang sering mengompori sang bos untuk membuat kuis ketika perjalanan sudah membosankan.

“Kalau ada kuis kan semangat. Suasana juga cair,” kata Kuncoro.

Satu pertanyaan bernilai 100 ribu atau kelipatannya. Ketika IB tak punya ide tebak-tebakan, dia melempar kepada tim. Yang memberi pertanyaan dapat hadiah jika tidak ada pemain atau pelatih yang menebak dengan benar.

Sebaliknya, jika ada yang bisa menjawab dengan benar, orang itu yang mendapat hadiah. Namun, tradisi ini tak berjalan lama. Pasalnya, IB mulai jarang mendampingi tim pada musim 2015.

Disadur dari: Bola.com/Penulis Iwan Setiawan/Editor Benediktus Gerendo Pradigdo

Published: 22 April 2020

KOMENTAR