BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Cerita Lama Satria Tama Tentang Stadion Tambaksari, Emak, dan Lumpia

01-08-2021 03:29 | Asad Arifin

Satria Tama (c) Official Persebaya
Satria Tama (c) Official Persebaya

Bola.net - Stadion Gelora 10 November atau Stadion Tambaksari meninggalkan banyak cerita nostalgia bagi kiper Persebaya Surabaya, Satria Tama. Sebagai pemain jebolan kompetisi internal Persebaya, dia sangat akrab dengan kawasan stadion itu.

Satria Tama sangat akrab dengan Stadion 10 November. Begitu juga dengan Lapangan Karanggayam. Dua lokasi tersebut menjadi arena pertarungan klub-klub internal dalam menempa para pemain muda.

Stadion Tambaksari juga menjadi kandang Persebaya Surabaya sebelum dibukanya Stadion Gelora Bung Tomo. Sejak kecil, Satria Tama sering menonton pertandingan tim Bajul Ijo bersama Bonek lainnya.

"Pengalaman banyak. Contoh kecilnya saja ketika di Gelora 10 November, ketika datang tempat parkirnya jauh. Kami harus jalan ke Gelora 10 November. Sampai sana ramai orang, tentu perlu makan, mungkin semua orang sudah banyak yang tahu," ucapnya.

1 dari 2 halaman

Emak dan Lumpia

Ada satu momen masa kecil yang sulit dilupakan oleh Satria Tama selama di Stadion Tambaksari. Dia menjadi langganan seorang penjual lumpia. Jajanan satu ini termasuk kudapan wajib yang dibeli di banyak stadion di Jawa Timur.

"Ada namanya dulu Emak. Saya manggilnya 'Emak', dan dia penjual lumpia. Saya selalu beli sama ia. Kenangan yang paling melekat di situ," ungkap mantan kiper Gresik United dan Madura United itu.

Sosok Emak yang dimaksud oleh Satria Tama sangat populer di kalangan Bonek, terutama di sekitar Stadion Tambaksari. emak ini setiap hari berjualan di Lapangan Karanggayam saat pertandingan kompetisi internal.

Selain ketika Persebaya Surabaya bertanding, Emak juga kerap berjualan di stadion kota lain, seperti Stadion Surajaya (Lamongan) dan Stadion Gelora Bangkalan. Makanya, meski hanya dikenal dengan sebutan 'Emak', dia dikenal di kalangan suporter sepak bola Jawa Timur.

2 dari 2 halaman

Pernah Lupa Bayar?

Penjual lumpia biasanya menjajakan dagangannya di luar area stadion. Jajanan satu ini bisa menjadi konsumsi untuk menemani suporter ketika mendukung tim kebanggaannya bertanding.

Sementara di kalangan anak-anak, biasanya mereka iseng dengan tidak membayar lumpia yang telah dibeli. Apakah Satria Tama juga termasuk anak yang pernah melakukan hal seperti itu?

"Kalau itu mungkin keselip atau apalah," ujar kiper berusia 24 tahun itu sambil tertawa.

Satria Tama kini tidak lagi berada dalam kerumunan suporter di dalam stadion seperti yang pernah dialaminya di masa kecil. Berstatus pemain Persebaya Surabaya, kini dia hanya bisa mengingat kembali kenangannya. Yang penting, kalau beli lumpia jangan lupa bayar ya.

Disadur dari Bola.com (Aditya Wany/Benediktus Gerendo, 31 Juli 2021)

KOMENTAR