BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Cerita Aggy Ressy, Agen Pendatang Baru di Balik Sukses Alex Goncalves hingga Aryn Williams

23-12-2019 15:37 | Gia Yuda Pradana

Aryn Williams (tengah) saat gabung Persebaya Surabaya (c) Dokumen pribadi Aggy Eka Ressy Aryn Williams (tengah) saat gabung Persebaya Surabaya (c) Dokumen pribadi Aggy Eka Ressy

Bola.net - Siapa yang tidak mengenal Aryn Williams, Alex Goncalves Dos Santos, dan Jonathan Cantillana? Ketiga pemain asing tersebut mencuri perhatian pada gelaran Shopee Liga 1 2019 yang sudah purna akhir pekan kemarin.

Aryn Williams adalah gelandang andalan Persebaya yang tak tergantikan pada putaran kedua. Begitu pun Jonathan Cantillana yang menjadi pilihan utama di lini tengah PSIS Semarang.

Sedangkan Alex Goncalves adalah bomber Persela yang cukup produktif di awal musim. Bahkan, beberapa kali penyerang asal Brasil tersebut memimpin daftar top skorer sementara Liga 1 2019.

Namun, sukses tiga ekspatriat itu tidak lepas dari peran Aggy Eka Ressy, agen pemain yang membawanya berkiprah di Indonesia. Pria kelahiran Bandung, 3 Januari 1989 tersebut adalah sosok di balik transfer tiga pemain di atas.

Nama Aggy memang belum cukup dikenal di kancah sepak bola Indonesia. Sebab, kompetisi Liga 1 2019 adalah tahun pertamanya meniti karir sebagai agen pemain sepak bola.

Lalu bagaimana cerita Aggy bisa terjun ke dunia agensi pemain, scroll ke bawah ya Bolaneters.

1 dari 3 halaman

Berawal dari Fasilitator

Alex Dos Santos Goncalves (c) Bola.com/Aditya Wany Alex Dos Santos Goncalves (c) Bola.com/Aditya Wany

Sebelum menjadi agen pemain asing, aktivitas Aggy sebenarnya jauh dari permainan si kulit bundar. Meskipun dia mengaku suka memainkannya di playstation atau permainan Football Manager.

Alumnus Universitas Diponegoro, Semarang itu, sebelumnya hanya aktif di organisasi internasional di bidang pengembangan potensi kepemimpinan pemuda. Dia menjadi fasilitator untuk pertukaran mahasiswa ke luar negeri.

Namun, organisasi itu lah yang membuka jalannya menjadi agen pemain. Sebab, dari kegiatannya sebagai fasilitator, dia punya banyak relasi dari berbagai latar belakang profesi, termasuk agensi pemain asing.

”Saya kenal orang dari Swiss, Brasil, China, lama-lama saya kenal pemain sepak bola, termasuk agen juga. Dari situ saya ditawari dan diajari bagaimana menjadi agen pemain,” beber Aggy kepada Bola.net.

Namun, ilmu yang dia dapat dari agen pemain di luar negeri belum cukup untuk memulai karir sebagai agen pemain sepak bola di Indonesia. Terlebih, dia belum punya relasi di klub-klub tanah air.

Beruntung, koleganya dari Serbia mengenalkannya kepada pelatih asing yang menukangi salah satu klub besar di Indonesia. Pelatih tersebut kemudian menjembataninya untuk menjalin komunikasi dengan pelatih lokal.

”Dari situ saya membangun relasi pelan-pelan, akhirnya dengan personal branding yang saya usahakan, sedikit demi sedikit mereka ngasih kesempatan,” jelasnya.

2 dari 3 halaman

Washington Brandao Jadi Transfer Pertama

Washington Brandao (c) Fakhrudin Ainun for Bolanet Washington Brandao (c) Fakhrudin Ainun for Bolanet

Pelatih pertama yang memberikan kesempatan kepadanya adalah Aji Santoso yang saat itu masih menukangi Persela. Pemain yang dia tawarkan saat itu adalah bomber asal Brasil, Washington Brandao.

”Brandao sebenarnya bagus, dia mencetak 3 gol dari 4 laga dan membawa Persela ke perempat final Piala Presiden. Tetapi akhirnya dilepas karena bukan tipe striker yang dicari,” imbuh pria yang Januari nanti genap berusia 31 tahun tersebut.

Karena Brandao gagal, Persela kemudian memintanya mencari pengganti. Hingga akhirnya dia menemukan Alex Goncalves yang menjadi striker paling produktif pada putaran pertama Liga 1 2019.

Sukses Alex di Persela membuatnya kembali mendapat tawaran pada bursa transfer paruh musim. Permintaan itu datang dari PSIS Semarang dan Persebaya, yang kemudian menyepakati transfer Jonathan Cantillana dan Aryn Williams.

Performa Aryn Williams dan Jonathan Cantillana yang cukup memuaskan bersama Persebaya dan PSIS juga membawa pengaruh positif. Menjelang musim 2020, dia mendapat tawaran kerjasama dari banyak klub-klub besar.

”Ada Borneo FC, Bali United, Tira Persikabo, klub-klub yang kemarin bekerjasama sudah pasti, termasuk Persib dan Arema,” terang Aggy.

3 dari 3 halaman

Menjaga Kepercayaan

Jonathan Cantillana di PSIS Semarang (c) Dokumen pribadi Aggy Eka Ressy Jonathan Cantillana di PSIS Semarang (c) Dokumen pribadi Aggy Eka Ressy

Namun, sukses Aggy di tahun pertamanya sebagai agen pemain bukan tanpa cerita kegagalan. Selain Brandao yang dicoret Persela, dua pemain yang sempat dibawanya ke Indonesia harus pulang tanpa klub.

Pemain yang dimaksud adalah Henrique Campos Santos yang gagal bergabung dengan Barito Putera. Serta gelandang asal Korea Selatan, Cho Chan-ho yang harus pulang dari PSIS Semarang karena sakit.

Namun, pengalaman tersebut tentu menjadi pelajaran berharga bagi Aggy. Dia pun berkomitmen untuk menjaga kepercayaan yang diberikan pelatih maupun klub dengan mendatangkan pemain-pemain berkulitas.

”Modalnya agen pemain, nomor satu trust, kalau ada satu aja yang sukses, pasti reputasi kita sebagai agen naik,” pungkasnya.

(Bola.net/Mustopa El Abdy)

KOMENTAR