BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Bulan Ramadhan, Kiper PSIS Semarang Latihan Privat

25-04-2020 01:30 | Ari Prayoga

Joko Ribowo (c) Joko Ribowo Joko Ribowo (c) Joko Ribowo

Bola.net - Bulan Ramadhan, apalagi di tengah mandeknya kompetisi, seharusnya menjadi alasan bagi pesepak bola untuk menurunkan intensitas latihannya. Namun, hal ini tak berlaku bagi Kiper PSIS Semarang, Joko Ribowo.

Alih-alih menurunkan intensitas latihan, Joko justru kian intensif berlatih. Salah satunya, kiper berusia 31 tahun tersebut menempuh program latihan khusus selama Ramadhan ini.

"Saya privat latihan kiper selama Ramadan ini bersama eks pelatih saya di Kudus," kata Joko, pada Bola.net.

"Rencananya sepekan tiga kali saya akan berlatih privat ini," sambungnya.

Joko sendiri, sebelumnya, juga sudah rutin berlatih kendati kompetisi mandek. Kiper yang berdomisili di Pati ini berlatih rutin di rumah dengan materi latihan penguatan.

"Saya berlatih penguatan sendiri di rumah seperti latihan plank," tuturnya.

Selain di rumah, Joko pun berlatih di lapangan dekat rumahnya. Menurut kiper berusia 31 tahun ini, biasanya ia berlatih koordinasi juga jogging ringan di lapangan.

"Yang penting, meski ke lapangan, saya selalu mencoba menghindari kerumunan. Situasi sekarang kan belum memungkinkan berlatih seperti biasa," ujar Joko.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

1 dari 1 halaman

Belum Pikir Rencana Turnamen

Lebih lanjut, Joko menampik tengara bahwa ia sengaja berlatih keras demi menyiapkan diri bermain di turnamen, yang akan dihelat jika kompetisi dihentikan secara permanen. Ia bahkan mengaku belum berpikir soal turnamen tersebutm

"Yang paling penting, semua kembali normal. Pandemi ini harus usai lebih dulu," kata Joko.

Menurut Joko, sebelum menggelar turnamen, semua harus bisa memastikan pandemi ini selesai dan aktivitas masyarakat kembali normal. Eks kiper Arema FC ini menyebut, jangan sampai ketika kondisi belum normal dan pandemi Corona belum sepenuhnya hilang, turnamen sudah digelar.

"Kita nggak boleh egois mementingkan sepak bola, sedangkan keselamatan publik masih terancam," tuturnya.

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)

KOMENTAR