BRI Liga 1: Bruno Moreira Dilarang Bermain Kontra Persiraja, Persebaya Buka Suara

Serafin Unus Pasi | 30 Oktober 2021, 21:15
Gelandang Persebaya, Bruno Moreira, mencoba menghindari tekel dari Asyraq Gufron pada laga BRI Liga 1 2021/2022 (c) Bagaskara Lazuardi
Gelandang Persebaya, Bruno Moreira, mencoba menghindari tekel dari Asyraq Gufron pada laga BRI Liga 1 2021/2022 (c) Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Persebaya Surabaya tidak bisa menggunakan jasa Bruno Moreira pada laga melawan Persiraja Banda Aceh. Gelandang asal Brasil tersebut mendapat hukuman tambahan dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.


Berdasarkan surat keputusan Komdis PSSI bernomor 018/L1/SK/KD-{SSI/X/2021, Bruno Moreira mendapatkan hukuman larangan bermain dua pertandingan. Dia dianggap melanggar Kode Disiplin Tahun 2018.

Keputusan itu pun dikecam oleh Persebaya. Manajemen meminta Komdis PSSI lebih transparan dalam menjatuhkan hukuman, yakni dengan melalui proses yang tidak mencederai keadilan.

"Ini sebagai masukan untuk perbaikan kinerja Komdis dan badan yudisial yang ada," kata Manajer Persebaya, Candra Wahyudi dalam rilis yang diterima Bola.net, Sabtu (30/10/2021) malam.

Bruno Moreira mendapat tambahan sanski karena terlibat friksi dengan Israel Wamiau pada laga Persebaya kontra Persipura pada pekan ketujuh BRI Liga 1 2021/2022. Dia mendapat kartu merah pada laga itu.

"Semestinya, pihak-pihak yang terkait bisa diminta keterangan terlebih dulu sebelum mengambil keputusan. Sehingga keputusan yang diambil berdasar pertimbangan menyeluruh," tegasnya.

Scroll ke bawah untuk informasi selengkapnya ya Bolaneters.

1 dari 3 halaman

Tak Dimintai Klarifikasi

Persebaya menganggap keputusan yang diambil Komdis PSSI terkesan sepihak, karena baik Bruno maupun klub tidak dimintai klarifikasi. Candra menganggap sanksi yang dijatuhkan hanya berdasar laporan match commisioner.

"Ini kan menyangkut rasa keadilan. Saya kira bisa dihindari bila pihak yang didakwa juga dimintai keterangan. Sehingga keputusan nanti bisa benar-benar pas," tegas Candra.

Namun, jika permintaan klarifikasi itu tidak diakomodasi dalam aturan. Candra menyarankan agar regulasinya yang diubah agar bisa melahirkan keputusan yang adil.

"Aturan bukan kitab suci. Kalau memang ada aturan seperti itu, mari kita diskusikan. Semua bisa (diubah) demi kebaikan bersama," pintanya.

2 dari 3 halaman

Terjadi Multi Tafsir

Sebenarnya, dari awal, Persebaya juga tidak pernah mendapat penjelasan tentang tugas dan kewenangan Komdis PSSI. Padahal, klub yang akan merasakan dampak dari keputusan-keputusan Komdis.

"Semestinya ini kan dilakukan. Karena keputusan mereka bersinggungan langsung dengan klub. Selama ini tak pernah ada sosialisasi atau informasi apapun. Tahu-tahu dihukum," terang Candra.

Sejauh ini juga tidak ada komunikasi dengan klub. Sehingga, kerap terjadi salah tafsir terhadap keputusan Komdis PSSI.

Contohnya sanksi Bruno Moreira yang semula hanya dianggap sudah selesai karena sudah absen dalam laga kontra Persela dan Persija. Namun, nyatanya dia harus absen dalam tiga laga.

"Multi tafsir seperti ini kan tak perlu terjadi bila komunikasinya bagus. Seperti ini, lagi-lagi klub yang dirugikan," tegasnya.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR