BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Belum Keluarkan SK Soal Penundaan Kompetisi Musim 2020, PSSI Bertemu APPI

11-11-2020 19:48 | Serafin Unus Pasi

Ponaryo Astaman (c) Fitri Apriani Ponaryo Astaman (c) Fitri Apriani

Bola.net - Banyak hal yang dibahas dalam pertemuan antara PSSI dan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) di Kantor PSSI, Jakarta, Selasa (10/11/2020). Satu di antaranya terkait Surat Keputusan (SK) penundaan kompetisi musim 2020.

PSSI hingga sekarang memang belum membuat SK tersebut. Padahal, induk sepak bola di Tanah Air itu telah memutuskan untuk menunda pelaksanaan kompetisi musim ini hingga awal 2021 lewat rapat Komite Eksekutif (Exco) pada 28 Oktober 2020 lalu.

“PSSI bersama APPI mengadakan pertemuan dengan membahas berbagai hal. Seperti komunikasi dan diskusi terkait akan keluarnya SK penundaan kompetisi,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

SK tersebut memang penting untuk segera dikeluarkan. Sebab, berkaitan dengan kontrak pemain, pelatih, dan official tim.

Baca halaman berikutnya ya Bolaneters.

1 dari 1 halaman

Saran APPI

Pada pertemuan tersebut, APPI diwakili oleh Ponaryo Astaman selaku General Manager. Mantan punggawa Timnas Indonesia itu lantas memberikan masukan kepada PSSI agar SK yang dikeluarkan nanti dapat mengakomodir kepentingan pemain.

"Saran dari APPI akan kami laporkan kepada Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan dan seluruh anggota Komite Eksekutif (Exco) untuk menjadi rujukan sebelum mengambil keputusan melalui SK,” imbuh Yunus.

Adapun sejak kompetisi musim ini vakum pada pertengahan Maret lalu akibat pandemi COVID-19, PSSI sudah mengeluarkan SK sebanyak dua kali. Pertama pada 27 Maret, dan terakhir 27 Juli.

SK pertama bernomor SKEP/48/III/2020 menyatakan bahwa setiap klub diperbolehkan membayar gaji pemain, pelatih, dan ofisial maksimal 25 persen dari yang tertera di dalam kontrak. Terhitung sejak Maret hingga Juni.

Sementara dalam SK terakhir bernomor SKEP/53/VI/2020 disebutkan bahwa pembayaran gaji untuk Liga 1 kisarannya 50 persen, dan Liga 2 60 persen. Berlaku satu bulan sebelum kompetisi restart pada Oktober lalu hingga selesai.

(Bola.net/Fitri Apriani)

KOMENTAR