BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Arema FC Tak Mau Jadi Sekadar Turis di Markas Bali United

24-08-2019 07:42 | Yaumil Azis

Dendi Santoso Merayakan Golnya ke Gawang Persebaya Surabaya, Kamis (15/8/2019) (c) Arema FC Official Dendi Santoso Merayakan Golnya ke Gawang Persebaya Surabaya, Kamis (15/8/2019) (c) Arema FC Official

Bola.net - Arema FC dihadapkan dengan musuh berat saat melakoni laga lanjutan Shopee Liga 1 2019 hari Sabtu (24/8/2019) nanti. Tim besutan Milomir Seslija itu akan melawan salah satu klub kuat, Bali United, di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar.

Meskipun Bali United kehilangan empat pemain kunci ke Timnas Indonesia, mereka tetap tim yang tangguh. Pelatih Bali United, Stefano Cugurra sudah menyiapkan pengganti Irfan Bachdim, Stefano Lilipaly, Andhika Wijaya, dan Ricky Fajrin.

Bagi Arema, ini merupakan kesempatan emas untuk memangkas jarak dengan Bali United yang sementara ada di puncak klasemen.

"Manajemen berharap pemain bisa bermain lepas dan dapat poin di Bali. Jadi kami berangkat bukan sebagai wisatawan ke sana. Tapi untuk memberikan perlawanan juga," kata General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

Sudah jadi rahasia umum jika tandang ke Bali jadi yang paling ditunggu semua pemain profesional. Mereka bisa sekaligus berlibur sejenak di Pulau Dewata. Namun, Arema menginstruksikan pemain melupakan agenda relaks.

"Kami mencoba mengumpulkan poin tandang, karena ada tiga pertandingan yang kalah," lanjutnya.

Statistik Arema saat main di kandang lawan tergolong jelek. Mereka baru mencetak enam gol dan meraih empat poin dari enam pertandingan.

"Bali United sekarang memang sedang bagus. Tapi tim kami juga dalam situasi yang bagus pula,” tegasnya.

Arema FC punya catatan manis dan buruk ketika bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 1 halaman

Catatan Arema di Kandang Bali United

Catatan manisnya, Singo Edan dua kali jadi juara Bali Island Cup, yakni tahun 2015 dan 2016.

Selain itu, Arema FC juga memenangi fase penyisihan Bhayangkara Cup 2016 di Bali dan akhirnya keluar jadi juara turnamen tersebut.

Sementara catatan buruknya terjadi musim 2017. Arema dibantai 1-6. Rekor kekalahan terbesar terbesar yang bertahan hingga saat ini. Pada laga itu, Sylvano Comvalius dua kali membobol gawang Arema.

“Kami memang pernah kalah besar di Bali. Tapi catatan manis juga pernah didapat disana. Artinya, ada peluang bagi Arema untuk dapat poin nanti,” pungkasnya.

Sumber: Bola.com/Penulis Iwan Setiawan/Editor Wiwig Prayugi

Published: 23 Agustus 2019

Pertandingan Sepak Bola Terhenti Karena Asap Kebakaran

KOMENTAR