BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Arema FC Rela Menjadi Martir Persatuan Suporter Indonesia

21-10-2021 18:17 | Serafin Unus Pasi

Pemain Arema FC, Carlo Fortes (kiri) merayakan gol ke gawang Persija Jakarta dalam laga pekan 7 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (17/10/2021). (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi
Pemain Arema FC, Carlo Fortes (kiri) merayakan gol ke gawang Persija Jakarta dalam laga pekan 7 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (17/10/2021). (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Gilang Widya Pramana angkat bicara ihwal insiden perusakan bus Arema FC oleh sekelompok orang yang diduga kelompok suporter klub lain, Rabu (20/10) malam. Presiden Arema FC ini menegaskan bahwa timnya rela menjadi martir agar suporter sepak bola Indonesia bisa bersatu.

"Sepak bola, sejatinya, adalah persaudaraan. Rivalitas hanya dua kali 45 menit adu kualitas permainan, adu strategi, adu fisik, dan dan teknik," ucap Gilang Widya Pramana, dalam rilis manajemen Arema FC, Kamis (21/10).

"Tragedi Jogja, di mana bus Arema FC diserang oleh oknum suporter Persebaya, kita jadikan sebagai tonggak untuk mengakhiri rivalitas negatif," sambungnya.

Sebelumnya, terjadi insiden perusakan sekelompok orang, yang diduga sebagai kelompok suporter lain, terhadap bus Arema FC. Perusakan ini terjadi di hotel tempat Arema FC menginap, di salah satu daerah di Yogyakarta.

Insiden ini sempat diunggah Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana, dalam story Instagram miliknya. Dalam unggahan tersebut, Gilang menyebut bahwa para sekelompok orang ini membawa batu, rantai, dan kunci inggris untuk merusak bus Arema.

Dalam unggahan lain, tampak bahwa kaca di bagian sopir bus bernama Jeng99olo ini pecah. Selain itu, kaca depan bus juga terlihat retak. Kabarnya, beberapa bagian lain dari bus berbodi Jetbus 3+ Voyager ini juga penyok.

Gilang mengutuk perbuatan sekelompok oknum suporter tersebut. Namun, pria 32 tahun ini ikhlas dan berharap agar insiden tersebut menjadi yang terakhir dan jadi pelajaran berharga bagi semua pengelola klub sepakbola dan suporter untuk mengakhiri saling dendam dan saling serang.

"Kami sepakat, biarlah kami menjadi martir dari segala kejadian yang merugikan sepak bola Indonesia," tuturnya.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

1 dari 4 halaman

Terima Permintaan Maaf Persebaya

Lebih lanjut, Gilang mengaku telah menerima permintaan maaf official Persebaya. Ia pun menjelaskan bahwa Arema telah menyerahkan sepenuhnya pembinaan oknum suporter kepada pihak kepolisian.

"Kami memberikan jalan terbaik untuk mengubur dendam demi tetap berjalannya kompetisi dan sepak bola Indonesia berprestasi," tutur Gilang.

2 dari 4 halaman

Harap Pelaku Minta Maaf

Gilang pun berharap agar oknum pelaku perusakan bus Arema bisa meminta maaf secara terbuka kepada Arema FC dan Aremania, serta Persebaya, dan Bonek. Menurut Gilang, tindakan oknum tersebut telah mencoreng citra kedua klub dan suporter, yang kini tengah berbenah seiring dengan membaiknya kualitas kompetisi

"Termasuk juga meminta maaf secara terbuka kepada PSSI dan suporter Indonesia bahwa tindakannya mencoreng citra sepak bola nasional, yang kini sedang berusaha berprestasi di tengah kondisi pandemi yang serba dibatasi," paparnya.

3 dari 4 halaman

Kubur Dendam

Gilang juga meminta agar semua pihak mengubur dendam dan membuang rivalitas, yang berpotensi menghilangkan nyawa sesama. Ia pun mengajak semua pihak melahirkan rivalitas positif dalam memberi dukungan kepada klub yang dicintai, yaitu adu kreativitas, membangun penampilan yang berkualitas dan bermanfaat bagi banyak orang.

"Arema FC, Persebaya dan semua klub Indonesia adalah bersaudara. Jadikan momentum untuk damai itu indah, damai itu prestasi," harap Gilang.

"Sepak bola sejatinya adalah persaudaraan. Jangan cederai persaudaraan ini dengan rivalitas yang menghilangkan nyawa dan destruktif. Namun, jadikan rivalitas yang indah, kreatif, dan bermanfaat bagi banyak orang serta bersatu- padu untuk Indonesia," ia menandaskan.

4 dari 4 halaman

Klasemen BRI Liga 1 2021/22

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)

KOMENTAR