BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Alasan 3 Pemain Asing PSIS Tetap di Semarang

02-04-2020 09:23 | Gia Yuda Pradana

PSIS Semarang (c) Official PSIS Semarang PSIS Semarang (c) Official PSIS Semarang

Bola.net - Penghentian Shopee Liga 1 2020 membuat aktivitas klub menjadi vakum, termasuk program latihan. Namun, tiga pemain asing PSIS Semarang tidak pulang ke negara asal mereka.

Pandemi virus corona di Indonesia menyebabkan kompetisi berstatus force majeure setidaknya hingga akhir bulan Juni mendatang.

Mayoritas para pemain telah pulang ke daerah asal masing-masing karena pandemi virus corona, termasuk sebagian pemain asing yang memilih kembali pulang ke negaranya. Dalam tim PSIS Semarang, terdapat tiga ekspatriat yang masih tetap tinggal di Semarang.

Ketiganya adalah bek Wallace Costa, gelandang Jonathan Cantillana, dan striker Bruno Silva. Sementara satu pemain asing lainnya adalah Flavio Beck Jr yang telah pulang ke negaranya, Kroasia.

1 dari 2 halaman

Takut Tertahan

Ketiga pemain asing masih bertahan di Kota Lumpia memang punya alasan tersendiri, yakni jarak yang cukup jauh dari Indonesia, sehingga membutuhkan perjalanan ekstra.

Diketahui Wallace Costa dan Bruno Silva merupakan pemain berkewarganegaraan Brasil. Sementara Jonathan Cantillana berdarah Chile, meski punya paspor Palestina.

"Untuk pemain asing, sebenarnya ingin pulang. Tapi, kan harus transit dulu seperti misalnya di Dubai atau Belanda. Takutnya kalau sudah jalan, bisa tertahan lama di sana," tutur CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, Rabu (1/4/2020).

2 dari 2 halaman

Kesehatan Dipantau

"Tapi, tetap kami pantau baik kesehatan maupun aktivitasnya selama di Semarang. Bagaimanapun semua pihak untuk sementara harus menerapkan social distancing," katanya.

Untuk Flavio Beck Jr, menurut Yoyok Sukawi, ada pengecualian karena dapat menggunakan penerbangan langsung ke Kroasia dari Jakarta. Belum lama ini, eks pemain Semen Padang menyatakan dalam keadaan aman di Kroasia yang juga menerapkan karantina bagi warganya.

Disadur dari: Bola.com/Penulis Vincentius Atmaja/Editor Benediktus Gerendo Pradigdo

Published: 2 April 2020

KOMENTAR