7 Hari Tragedi Kanjuruhan, Arema FC dan Aremania Gelar Doa Bersama untuk Korban di Stadion

Ari Prayoga | 8 Oktober 2022, 03:55
Suasana doa bersama di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Jumat (7/10/2022). (c) Bola.com/Bagaskara Lazuardi
Suasana doa bersama di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Jumat (7/10/2022). (c) Bola.com/Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Stadion Kanjuruhan dipenuhi pengunjung pada Jumat (7/10/2022) malam WIB. Mereka menggelar doa bersama untuk korban tragedi yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022) lalu.

Acara doa bersama memang rutin digelar setiap hari di Stadion Kanjuruhan. Pada Jumat alias hari ketujuh menjadi hari terakhir doa bersama ini digelar.

Ribuan orang berdatangan. Puncaknya sekitar pukul 18.00 WIB. Skuad Arema FC datang menggunakan bus. Suporter dan warga sekitar yang datang memenuhi area parkir layaknya sebuah pertandingan tengah digelar di Stadion Kanjuruhan.

Doa bersama ini berlangsung di area parkir utama depan pintu masuk VIP.

1 dari 3 halaman

Dibuka Presiden Arema

Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana (c) Bola.com/Iwan Setiawan

Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana (c) Bola.com/Iwan Setiawan

Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana membuka doa bersama ini dengan perasaan sedih.

"Begitu cepat 7 hari berlalu. Saya masih terpukul dengan kejadian ini. Begitu banyak korban. Banyak yang kehilangan orang dicintai, dikasihi," kata pengusaha yang akrab disapa Juragan 99 ini.

Sejak tragedi, Gilang aktif mengunjungi rumah korban sehingga dia merasakan betul duka yang dialami keluarga suporter.

"Ada anak kecil meninggal. Suami kehilangan istri dan anak. Istri yang kehilangan suami dan anak. Mereka tak tahu akan kemana kedepan," lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Harapan

Penggawa Arema FC mengunjungi rumah keluarga korban tragedi Kanjuruhan, Senin (3/10/2022) (c) Bola.net/Dendy Gandakusumah

Penggawa Arema FC mengunjungi rumah keluarga korban tragedi Kanjuruhan, Senin (3/10/2022) (c) Bola.net/Dendy Gandakusumah

Gilang berharap kejadian ini tak terulang kembali.

Begitu juga dengan manajer tim Arema, Ali Rifki. Dia mewakili pemain memberikan sambutan kepada ribuan orang yang ikut doa bersama.

"Saya mewakili pemain yang masih terpukul dengan kejadian ini. Demikian saya. Melihat sendiri dan ikut mengangkat korban. Ini bukan malam terakhir untuk mendoakan korban, Aremania. Setiap selesai sholat, selipkan doa untuk beliau-beliau ini," kata Ali.

3 dari 3 halaman

Tak Bubar Meski Hujan

Acara doa bersama untuk mengenang korban di tragedi Kanjuruhan, Malang, Senin 3 Oktober 2022. (c) AP Photo/Tatan Syuflana

Acara doa bersama untuk mengenang korban di tragedi Kanjuruhan, Malang, Senin 3 Oktober 2022. (c) AP Photo/Tatan Syuflana

Ketika doa bersama, hujan rintik-rintik sempat mengguyur Stadion Kanjuruhan. Kondisi ini membuat sebagian besar yang berkirim doa kehujanan.

Tenda yang disiapkan tak bisa menutupi semua yang hadir. Ini membuat acara semakin haru. Karena tak ada satupun yang beranjak dari tempatnya.

Di bagian tengah, lilin yang dibentuk tulisan Arema tetap diupayakan hidup. Jika ada yang mati, aremania yang ada di dekatnya bergegas menyalakannya dengan korek api.

Disadur dari: Bola.com (Iwan Setiawan, Wiwig Prayugi) 7 Oktober 2022

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR