5 Pemain Asing Paling Mahal di Shopee Liga 1 2020

Asad Arifin | 26 Agustus 2020, 14:18
Penyerang Persija Jakarta, Marko Simic merayakan golnya ke gawang PSS Sleman pada hari Rabu (3/7) (c) Bola.com/Yoppy Renato
Penyerang Persija Jakarta, Marko Simic merayakan golnya ke gawang PSS Sleman pada hari Rabu (3/7) (c) Bola.com/Yoppy Renato

Bola.net - Marko Simic menjadi salah satu pemain asing top yang meramaikan Shopee Liga 1 2020. Penyerang Persija Jakarta itu termasuk dalam pemain asing dengan bayaran paling mahal pada musim ini.

Marko Simic merupakan contoh perekrutan sukses yang dilakukan oleh klub Indonesia, dalam hal ini Persija Jakarta. Striker asal Kroasia tersebut berhasil membawa timnya menjadi juara Piala Presiden dan Liga 1 pada tahun pertamanya datang. Bahkan ia juga berhasil menjadi mesin gol bagi Macan Kemayoran.

Namun, untuk mendatangkan Simic dan mendapatkan dampak yang begitu positif dari sang pemain, Persija Jakarta pun harus merogoh kocek yang cukup dalam. Meskipun harus diakui sang pemain juga kadung jatuh cinta dengan The Jakmania, pendukung setia Macan Kemayoran, yang membuatnya betah berada di klub ibu kota Indonesia itu.

Mendatangkan pemain asing memang menjadi sebuah pengorbanan yang berujung harapan menguntungkan bagi setiap klub. Mengeluarkan uang begitu besar untuk mendatangkan pemain-pemain impor tersebut, klub tentu berharap bisa mendapatkan banyak keuntungan, seperti antusiasme suporter yang tinggi, hingga prestasi tim di lapangan hijau.

Bahkan sudah menjadi hal yang umum diketahui publik bahwa nilai kontrak dan gaji para pemain asing tentu bisa berkali-kali lipat dari pemain lokal. Hal tersebut yang membuat daftar pemain dengan kontrak tinggi di Liga 1 pasti didominasi oleh pemain-pemain asing.

Berikut ini Bola.com membahas lima pemain asing dengan taksiran harga tertinggi di Liga 1 2020 berdasarkan situs Transfermarkt, di mana tentunya nama Marko Simic pun ada di dalamnya.

1 dari 5 halaman

Brwa Nouri

Gelandang Bali United, Brwa Nouri, berusaha melewati gelandang Bhayangkara FC, Reksa Maulana, pada laga Piala Presiden 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Kamis (14/3). Bhayangkara menang 4-1 atas Bali.

Gelandang Bali United, Brwa Nouri, berusaha melewati gelandang Bhayangkara FC, Reksa Maulana, pada laga Piala Presiden 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Kamis (14/3). Bhayangkara menang 4-1 atas Bali.

Brwa Nouri merupakan pemain asing yang memperkuat Bali United sejak Juli 2018. Saat itu, Nouri didatangkan oleh manajemen Bali United dari klub Swedia, Ostersunds FK.

Saat itu nilai pasar pemain asal Iran itu mencapai 800 ribu euro, atau sekitar Rp13,6 miliar. Sejak bergabung pada 2018, Brwa Nouri sudah 43 kali membela Bali United di Liga 1, termasuk tiga pertandingan pertama di musim ini.

Namun, sejak bergabung bersama Bali United, menurut Transfermarkt, harga pasar Brwa Nouri menurun. Pada Desember 2018, nilainya menjadi 650 ribu euro, atau sekitar Rp11,2 miliar.

Setahun berselang, nilai Brwa Nouri menurut Transfermarkt menjadi 600 ribu euro atau Rp10,3 miliar, dan pada April 2020 lalu turun ke angka 475 ribu euro atau sekitar Rp8,2 miliar. Kendati demikian gelandang Bali United itu masih menjadi yang paling mahal di Liga 1 2020.

2 dari 5 halaman

Marko Simic

Bomber Persija Jakarta, Marko Simic (c) Dok Persija Jakarta

Bomber Persija Jakarta, Marko Simic (c) Dok Persija Jakarta

Marko Simic merupakan contoh pesepak bola asing di Indonesia yang sukses. Bergabung pada akhir 2017, Marko Simic beradaptasi cepat bersama Persija Jakarta.

Bahkan Marko Simic sukses membawa Persija Jakarta mengawali musim 2018 dengan menjadi juara Piala Presiden 2018, di mana ia juga menjadi pemain terbaik sekaligus pencetak gol terbanyak saat itu dengan 11 gol.

Tak sampai di situ, Marko Simic juga berhasil mengantar Persija Jakarta menjadi juara Liga 1 2018. Bahkan pada musim keduanya di Indonesia, Marko Simic berhasil menjadi pencetak gol terbanyak Liga 1 2019 dengan 28 gol.

Bicara soal nilai seorang Marko Simic, pemain asal Kroasia ini memiliki tren perubahan nilai yang berbeda dengan Brwa Nouri.

Jika Brwa Nouri yang menurut Transfermarkt nilainya terus menurun setelah bergabung bersama Bali United, Marko Simic meningkat pada awal kehadirannya di Persija. Ketika meninggalkan Melaka United, nilai Marko Simic ada di kisaran 200 ribu euro, atau hanya Rp3,4 miliar.

Setengah tahun bermain bersama Persija, nilainya meningkat 50 persen menjadi 300 ribu euro atau sekitar Rp5,1 miliar, dan menutup Liga 1 2018 dengan nilai sebesar 350 ribu euro atau sekitar Rp6 miliar.

Keberhasilan Marko Simic membawa Persija menjuarai Liga 1 2018 membuat nilainya melonjak tajam hingga di angka 550 ribu euro pada 2019 atau sekitar Rp9,5 miliar. Namun, pada April 2020 nilainya turun lagi ke angka 450 ribu euro atau Rp7,7 miliar. Angka tersebut membuatnya kini berada di peringkat kedua dalam daftar pemain asing termahal di Liga 1.

3 dari 5 halaman

Matias Malvino

Matias Malvino (c) Bola.net/Dendy Gandakusumah

Matias Malvino (c) Bola.net/Dendy Gandakusumah

Matias Malvino adalah satu-satunya pemain asing dalam deretan top 5 pemain dengan nilai tertinggi di Liga 1 yang baru pada musim ini merasakan kompetisi di Indonesia. Pemain asal Uruguay ini baru saja bergabung bersama Arema FC jelang Liga 1 2020 bergulir.

Kendati demikian, Malvino langsung bertengger di peringkat ketiga dalam daftar pemain dengan nilai termahal versi Transfermarkt, yaitu 400 ribu euro atau Rp6,9 miliar. Nilai ini terbilang cukup rendah dalam sepanjang karier Malvino.

Pemain berusia 28 tahun itu pernah memiliki nilai tertinggi mencapai 1 juta euro atau sekitar Rp17,2 miliar ketika memperkuat Club Nacional pada 2015. Namun, nilainya terus menurun hingga kini berada di Arema FC.

Bisa dibayangkan bukan, dengan nilai yang kini tak sebanding dengan apa yang pernah didapatkannya dalam karier sepak bolanya, Malvino tetap berada di papan atas daftar pemain termahal di Liga 1.

4 dari 5 halaman

Nick Kuipers

Nick Kuipers (c) Bola.com/Erwin Snaz

Nick Kuipers (c) Bola.com/Erwin Snaz

Nick Kuipers merupakan pemain bertahan yang didatangkan oleh Robert Alberts ke Persib Bandung pada pertengahan musim 2019. Kuipers menjadi satu di antara gerbong baru Robert Alberts yang tidak merasa cocok dengan komposisi pemain asing Maung Bandung pada awal kedatangannya.

Pada paruh kedua musim 2019, Kuipers tampil 17 pertandingan bersama Persib di Liga 1. Ia tak tergantikan di lini pertahanan Maung Bandung kala itu dan menyumbangkan dua gol yang dicetaknya ke gawang Tira Persikabo dan Badak Lampung FC.

Bahkan ketika Liga 1 2020 dimulai, Kuipers tetap menjadi andalan Robert Alberts. Dalam tiga pertandingan yang sudah dijalani Persib sebelum kompetisi terhenti karena pandemi COVID-19, Kuipers selalu menjadi pilihan dan tidak tergantikan.

Ketika datang ke Persib Bandung, Kuipers mencetak rekor nilai termahal dalam sepanjang kariernya. Seperti dilansir Transfermarkt, nilainya saat baru tiba di Persib adalah 450 ribu euro, yang kemudian meningkat menjadi 475 ribu euro dalam kurun waktu enam bulan, yang merupakan nilai tertingginya sepanjang karier.

Namun, dari data yang diperbarui oleh Transfermarkt pada April 2020, nilainya kembali turun menjadi 375 ribu euro. Nilai ini yang membuatnya bertengger di peringkat keempat dalam daftar pemain dengan nilai termahal di Liga 1 2020, jumlah yang sama seperti Jaimerson yang bermain untuk Madura United.

5 dari 5 halaman

Jaimerson da Silva Xavier

Bek Madura United, Jaimerson Xavier, melakukan selebrasi usai membobol gawang Bhayangkara FC pada laga Liga 1 2019 di Stadion Madya, Jakarta, Senin (5/8). Kedua tim bermain imbang 1-1. (c) Bola.com/M

Bek Madura United, Jaimerson Xavier, melakukan selebrasi usai membobol gawang Bhayangkara FC pada laga Liga 1 2019 di Stadion Madya, Jakarta, Senin (5/8). Kedua tim bermain imbang 1-1. (c) Bola.com/M

Seperti yang sudah tertulis sebelumnya, peringkat selanjutnya dalam daftar ini adalah Jaimerson da Silva Xavier. Bek tengah Madura United ini yang punya catatan gemilang membawa Persija Jakarta menjadi juara Piala Presiden dan Liga 1 pada 2018 lalu.

Seperti halnya Marko Simic, Jaimerson pertama kali datang ke Indonesia dengan bergabung bersama Persija Jakarta pada akhir Desember 2017. Jaimerson membawa Macan Kemayoran menjadi juara Piala Presiden dan Liga 1 2018.

Setelah membawa Persija meraih gelar juara, Jaimerson menerima pinangan Madura United dan membela Laskar Sapeh Kerab sejak 2019. Namun, Jaimerson tak berhasil mengulangi prestasinya bersama Persija. Kendati demikian, Jaime memutuskan tetap bersama Madura United pada Liga 1 2020.

Ketika baru bergabung bersama Persija, nilai Jaimerson merosot ke angka 550 ribu euro atau sekitar Rp9,5 miliar, di mana sebelumnya ia pernah mencapai nilai 750 ribu euro atau sekitar Rp12,9 miliar. Namun, keberhasilannya membawa Persija juara Liga 1 membawanya sempat bernilai 600 ribu euro atau sekitar Rp10,3 miliar pada akhir 2018.

Namun, keputusannya pindah ke Madura United dan gagal mengulang prestasi pada musim sebelumnya membuat nilai Jaimerson merosot cukup tajam. Ia memiliki nilai 475 ribu euro atau Rp8,2 miliar pada akhir musim 2019, dan dalam pembaruan terakhir Transfermarkt pada April 2020, nilainya kembali merosot ke angka 375 ribu euro atau Rp6,4 miliar.

Disadur dari Bola.com (Penulis: Benediktus Gerendo, 26 Agustus 2020)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR