BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

3 Pemain Indonesia yang Pernah Main di Liga Jepang, Tuan Rumah Olimpiade 2020

24-07-2021 22:11 | Asad Arifin

Irfan Bachdim (c) Bola.com/Nicklas Hanoatubun
Irfan Bachdim (c) Bola.com/Nicklas Hanoatubun

Bola.net - Jepang sedang menjadi pusat perhatian dunia. Itu karena di Negeri Sakura tersebut sedang berlangsung Olimpiade Tokyo 2020.

Berbagai macam hal yang berbau Jepang menjadi bahan informasi yang layak diketahui. Tak terkecuali Tim Indonesia yang mengikuti delapan cabang olahraga (cabor) di Olimpiade Tokyo 2020.

Bicara soal Jepang, sedikit kita bergeser dari heboh Olimpiade Tokyo 2020. Di sini, kita akan mencari tahu berapa banyak pemain sepak bola Indonesia yang pernah berkiprah di J.League atau Liga Jepang.

Tercatat, setidaknya ada tiga pesepakbola Indonesia yang pernah beredar di J.League. Di mana mereka benar-benar mendapatkan kontrak dari klub.

Sebab jika hanya sekadar mengikuti trial atau seleksi, jumlahnya relatif banyak. Misalnya, Andik Vermansah di Ventforet Kofu, Syakir Sulaiman (Ehime FC), Gavin Kwan Adsit (FC Tokyo), dan Ryuji Utomo (Jubilo Iwata).

Namun, mereka semua gagal mendapatkan kontrak. Hanya pengalaman berlatih bersama yang didapat.

Lantas, siapa tiga pemain Indonesia yang pernah mendapatkan kontrak dan bermain di klub Jepang? Berikut sosoknya, seperti dirangkum Bola.net dari berbagai sumber.

1 dari 3 halaman

1. Ricky Yacobi

Ricky Yacobi (c) Bola.com/Adreanus Titus
Ricky Yacobi (c) Bola.com/Adreanus Titus

Ricky Yacobi menjadi pioner pemain Indonesia di Liga Jepang. Ia pernah teken kontrak di Matsushita Electric FC, klub yang sekarang dikenal dengan nama Gamba Osaka.

Kemampuan Ricky Yacobi saat memperkuat Arseto Solo terdengar hingga ke Jepang. Terutama setelah mendapatkan trofi juara Galatama musim 1987.

Namun, kontrak yang ditandatangani pada 1988 itu berlangsung singkat. Adaptasi Ricky Yacobi dengan iklim Jepang berjalan lambat. Akhirnya setelah enam laga dengan mencetak satu gol, ia pulang ke Indonesia.

2 dari 3 halaman

2. Irfan Bachdim

Pemain PS Sleman, Irfan Bachdim (kanan) berusaha melewati pemain Persebaya Surabaya, Reva Adi Utama (tengah) dalam pertandingan Babak Penyisihan Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat,
Pemain PS Sleman, Irfan Bachdim (kanan) berusaha melewati pemain Persebaya Surabaya, Reva Adi Utama (tengah) dalam pertandingan Babak Penyisihan Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat,

Begitu lama tidak ada pemain Indonesia dikontrak klub Jepang, akhirnya muncul Irfan Bachdim. Pemain berdarah campuran Indonesia-Belanda ini direkrut Ventforet Kofu pada 2014.

Namun di klub tersebut, Irfan Bachdim tidak pernah dapat kesempatan bermain. Pada 2015, datang tawaran dari Consadole Sapporo.

Di klub itu, Irfan Bachdim berhasil jadi pemain utama. Ia mencatat 95 pertandingan dengan mencetak 12 gol.

Namun, musim 2016 tidak berjalan mulus karena Irfan Bachdim hanya dapat sedikit jam bermain. Setelah itu, ia pulang ke Indonesia dan gabung dengan Bali United.

3 dari 3 halaman

3. Stefano Lilipaly

Stefano Lilipaly, tampak kecewa usai dikalahkan Thailand pada laga Piala AFF 2018 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/11). (c) Bola.com/M. Iqbal Ichsan
Stefano Lilipaly, tampak kecewa usai dikalahkan Thailand pada laga Piala AFF 2018 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/11). (c) Bola.com/M. Iqbal Ichsan

Sebelum menjadi pemain naturalisasi Indonesia, Stefano Lilipaly lebih dulu beredar di Liga Jepang. Ia memperkuat Consadole Sapporo pada 2014.

Sayangnya, kesempatan pada musim itu tidak berjalan mulus. Stefano Lilipaly hanya bermain sebanyak dua kali.

Pada 2015, ia memutuskan kembali ke Belanda dan bergabung dengan Telstar. Dua musim setelah itu, Stefano Lilipaly diboyong Bali United dan dalam perjalanannya menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

(Bola.net/Fitri Apriani)

KOMENTAR