3 Bek Asing yang Performanya di BRI Liga 1 2022/2023 Belum Sesuai Harapan

Gia Yuda Pradana | 21 September 2022, 13:50
Bek Persebaya Surabaya, Leo Lelis (kanan) (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi
Bek Persebaya Surabaya, Leo Lelis (kanan) (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Bola.net - BRI Liga 1 2022/2023 sudah berjalan 10 pekan. Selain sejumlah pemain yang tampil cemerlang, ada pula beberapa pemain yang tampil belum tampil memuaskan. Itu termasuk para pemain asing.

Pemain asing didatangkan demi mengangkat performa tim, baik mereka yang berposisi sebagai penyerang maupun yang membantu lini pertahanan. Namun, belum semuanya tampil sesuai harapan.

Disadur dari Bola.com, berikut adalah tiga bek asing yang belum mampu menampilkan performa memuaskan di BRI Liga 1 musim ini. Siapa sajakah mereka?

1 dari 4 halaman

Victor Sallinas

RANS Nusantara FC di BRI Liga 1 2022/2023 (c) Bola.net/M Iqbal Ichsan

RANS Nusantara FC di BRI Liga 1 2022/2023 (c) Bola.net/M Iqbal Ichsan

Lini pertahanan RANS Nusantara FC bisa dibilang satu yang mudah ditembus. Dari 10 laga BRI Liga 1 2022/2023, sudah 21 kali gawang RANS kebobolan.

Satu yang jadi sorotan adalah bek asal Brasil, Victor Sallinas. Dia tampil dalam 8 laga. Dia sempat absen dalam dua pertandingan karena sanksi kartu merah.

Dari segi postur, Sallinas tergolong mumpuni sebagai pemain belakang. Itu membuatnya kuat dalam duel bola atas. Namun, dari segi kecepatan, dia sering kewalahan menghadapi permainan cepat striker lawan.

Bisa jadi karena Sallinas juga tak punya partner yang bisa melapisnya saat beradu lari dengan pemain yang cepat. Biasanya dipasangkan dengan Arthur Bonai yang posisi aslinya gelandang bertahan, atau Hamdan Zamzani yang juga bukan tipikal bek cepat.

Hal itu membuat Sallinas yang baru musim ini berkiprah di Indonesia sering pontang-panting di lini belakang RANS Nusantara FC.

2 dari 4 halaman

Alie Sesay

PSIS Semarang (c) Bola.net/Arief Bagus

PSIS Semarang (c) Bola.net/Arief Bagus

Bek jangkung asal Sierra Leone ini musim lalu tampil apik bersama Persebaya Surabaya. Namun, performanya bersama PSIS Semarang pada musim ini menuai banyak kritik.

Dia dianggap tampil di bawah ekspektasi. Fans PSIS berharap Alie Sesay tampil minimal sama seperti musim lalu bersama Persebaya.

Tagar #sesayout mulai bermunculan di media sosial PSIS. Sesay dinilai sering melakukan kesalahan di lini belakang. Meski demikian, bek berpostur jangkung ini selalu menjadi pilihan utama dalam 10 pertandingan.

Satu yang menggelitik, fans PSIS justru senang ketika Sesay absen pada pekan ke-11 BRI Liga 1 2022/2023. Dia sudah mengantongi 4 kartu kuning dan harus absen dalam satu laga. Jika PSIS menang ketika dia absen, tentu akan menjadi pukulan telak bagi sang pemain.

Jika melihat performa PSIS pada musim ini, bisa dibilang mereka belum konsisten, sehingga tim berjulukan Laskar Mahesa Jenar itu ada di urutan ke-11 dengan 11 poin.

Mereka sudah kebobolan 13 gol, tidak terlalu buruk sebenarnya. Namun, pertahanan PSIS sering terlihat keteteran menghadapi serangan lawan.

3 dari 4 halaman

Leo Lelis

Pemain Bhayangkara FC, Wahyu Subo Seto (tengah) berusaha menjebol gawang Persebaya Surabaya laga pekan ketiga BRI Liga 1 2022/2023 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Minggu (07/08/2022). (c) Bola.net/

Pemain Bhayangkara FC, Wahyu Subo Seto (tengah) berusaha menjebol gawang Persebaya Surabaya laga pekan ketiga BRI Liga 1 2022/2023 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Minggu (07/08/2022). (c) Bola.net/

Bek Persebaya Surabaya asal Brasil ini baru tampil dalam 6 laga di BRI Liga 1 musim ini. Leo melewatkan beberapa laga awal musim karena cedera betis.

Ini yang mengganggu performanya di tim berjulukan Bajul Ijo. Padahal musim lalu dia tampil apik bersama tim papan bawah, Persiraja Banda Aceh.

Sebenarnya, Persebaya sangat membutuhkan tenaganya di lini belakang. Sebab, musim ini Persebaya kehilangan banyak pemain inti di sektor pertahanan.

Namun, saat sudah pulih dari cedera, bek berusia 28 tahun ini belum bisa memberikan kontribusi besar. Dari enam laga yang dijalaninya, Persebaya hanya sanggup dua kali menang dan sekali imbang. Tiga laga lain berakhir kekalahan.

Angka kebobolannya juga lumayan tinggi ketika Leo bermain, yaitu 8 gol dalam 6 laga. Hasil minor yang diraih Persebaya ini sebenarnya bukan semata karena performa Leo, tetapi dia masih belum bisa membuat lini belakang Persebaya lebih tangguh seperti musim lalu.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR