BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

11 Poin dari Puncak, Pelatih Madura United Masih Percaya Kans Juara

22-08-2019 11:40 | Gia Yuda Pradana

Dejan Antonic (c) Bola.com/Aditya Wany Dejan Antonic (c) Bola.com/Aditya Wany

Bola.net - Madura United sedang berada dalam periode buruk di Shopee Liga 1 2019. Tim berjulukan Laskar Sape Kerap itu tercatat melalui lima laga terakhir tanpa kemenangan.

Terbaru, Greg Nwokolo dkk. dipaksa takluk 0-1 dari Bali United di hadapan pendukung sendiri di Stadion Gelora Madura, Pamekasan, Selasa (20/8/2019). Kekalahan itu merupakan yang kedua bagi Madura United di kandang setelah tumbang 0-1 dari PSS Sleman pada 31 Juli 2019.

Padahal, tim asal Pulau Garam itu menargetkan juara di Shopee Liga 1 2019. Pelatih Madura United, Dejan Antonic optimistis timnya masih berpeluang juara. Apalagi, kedua tim masih menyisakan 20 pertandingan.

"Kami semua kecewa dengan lima pertandingan seperti ini. Peluang juara memang masih ada. Sepak bola tetap sepak bola. Selisih 11 poin memang besar. Kalau ada kesempatan kami harus berjuang," ucap Dejan Antonic.

Bali United kini menghuni puncak klasemen dengan raihan 34 poin. Madura United turun ke posisi keempat dengan raihan 23 poin. Selisih 11 poin membuat Madura United makin kesulitan mengejar.

1 dari 1 halaman

Penurunan Performa

Madura United (c) Bola.com/Aditya Wany Madura United (c) Bola.com/Aditya Wany

Penampilan Madura United menurun dratis jika dibandingkan dengan beberapa laga awal Liga 1 2019. Saat itu, mereka menunjukkan julukan Los Galacticos Indonesia memang layak disematkan dengan sejumlah catatan kemenangan.

"Kami baru melewati dua kekalahan dan tiga seri. Kami kehilangan banyak poin. Kami harus belajar dari pengalaman ini. Ini situasi berat yang harus kami hadapi sekarang," imbuh pelatih asal Serbia itu.

Tantangan Madura United untuk bangkit memang tidak mudah. Dalam lima laga tanpa kemenangan, Laskar Sape Kerap sudah melewati dua di antaranya tanpa berhasil mencetak gol.

Disadur dari: Bola.com/Penulis Aditya Wany/Editor Benediktus Gerendo Pradigdo

Published: 21 Agustus 2019

KOMENTAR