BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Parma - Phoenix Hitam Yang Bangkit Dari Abu Diiringi Sebuah Karya Agung

27-07-2018 15:39 | Gia Yuda Pradana

Parma - Phoenix Hitam Yang Bangkit Dari Abu Diiringi Sebuah Karya Agung
(c) Parma Calcio 1913

Bola.net - Bola.net - Nera come le ceneri da cui siamo rinati.

Black like the ashes from which we rose again.

Hitam seperti abu dari mana kita dilahirkan kembali.

Kalimat itulah yang dipakai Parma saat memperkenalkan seragam tempur ketiga mereka untuk musim 2018/19, musim perdana I Crociati di Serie A setelah 'bangkit dari kematian'.

Pernahkah Anda mendengar mitos tentang burung phoenix?

Phoenix dikatakan dapat hidup selama 500 atau 1461 tahun. Setelah hidup selama itu, phoenix membakar dirinya sendiri. Setelah itu, dari abunya, munculah burung phoenix muda. Dia bereinkarnasi, bangkit kembali setelah mati, lalu muncul sebagai sosok yang baru.

Phoenix merupakan simbol dari keabadian, lambang dari siklus kehidupan setelah mati, dan simbol dari kebangkitan tubuh setelah mati.

Kurang lebih seperti itulah perjalanan klub tradisional Italia ini, yang di masa silam pernah diperkuat pemain-pemain top semacam Gianluigi Buffon, Fabio Cannavaro, Lilian Thuram, Juan Sebastian Veron, Hernan Crespo dan Enrico Chiesa.

Oleh Joe.co.uk dan SPORTbible, seragam ini diakui sebagai sebuah 'masterpiece', karya agung. ESPN menilainya 'amazing'. Footy Headlines menyebutnya 'stunning'. Calciomercato.com mengatakan 'incredible'.

Para tifosi Parma pun sangat antusias menyambut jersey yang pantas dijuluki 'Black Phoenix' atau 'Phoenix Hitam' ini.

Jersey ini bahkan langsung habis terjual hanya dalam kurun waktu 24 jam setelah diluncurkan.

Errea, selaku sponsor jersey Parma, menjelaskan: "Jersey ketiga Parma yang baru ini adalah kombinasi antara tradisi dan keberanian: warna dasar gelap seperti arang dipadu dengan salib biru dan kuning yang dinamis di tengah.

Jersey yang pantas untuk Parma dengan semua sejarahnya.

1 dari 3 halaman

Phoenix Hitam

(c) Footy Headlines (c) Footy Headlines


Jersey ini didominasi warna hitam dan abu-abu gelap. Biru dan kuning yang merupakan warna kebesaran Parma disisipkan di tengah, membentuk simbol mereka.

Emblem klub dicetak dengan warna monokrom.

Di bagian belakang, di bawah kerah, ada nama klub - Parma Calcio 1913 - yang juga berwarna monokrom. Figur seekor burung phoenix pun menjadi pelengkapnya.







2 dari 3 halaman

Diguncang Badai

Emanuele Calaio (c) Parma Calcio 1913 Emanuele Calaio (c) Parma Calcio 1913


Promosi Parma ke Serie A sempat diguncang badai. Penyebabnya adalah pesan WhatsApp dari salah satu pemain mereka, Emanuele Calaio.

Pesan itu dikirim Calaio ke dua pemain dari Spezia, lawan Parma di laga pemungkas Serie B musim 2017/18. Pesan itu dinilai sebagai upaya penyerang Parma tersebut untuk menyakinkan lawan agar membiarkan timnya meraih kemenangan yang dibutuhkan untuk mengunci promosi.

Dakwaannya adalah tuduhan pengaturan skor.

Parma sempat diancam pengurangan poin, yang akan membuat mereka berada di bawah Palermo di klasemen akhir Seire B 2017/18. Otomatis, Parma juga akan kehilangan tempat di Serie A 2018/19.

Namun Parma mengajukan pembelaan.

Pengadilan pun akhirnya mengeluarkan keputusannya. Parma tetap di Serie A, tapi harus memulai dengan minus lima poin. Sementara itu, Calaio didenda €20 ribu dan diskors selama dua tahun.

Calaio, 36, telah memperkuat Parma sejak 2016. Dia mendapatkan hukuman cukup berat, tapi bisa melihat klubnya kembali berlaga di Serie A.
3 dari 3 halaman

Era Baru Tanpa Nomor 6

(c) Parma Calcio 1913 (c) Parma Calcio 1913


Pada tahun 2015, Parma dinyatakan bangkrut, degradasi dari Serie A, dan dilempar ke Serie D. Lahir kembali dengan nama SSD Parma Calcio 1913, Ducali mengejar mimpi untuk naik lagi ke kasta tertinggi. Tiga tahun berselang, mimpi itu jadi kenyataan. Mereka jadi tim Italia pertama sepanjang sejarah yang meraih tiga promosi beruntun dari Serie D ke Serie A.

Salah satu pilar yang mendukung terwujudnya mimpi dan menggapai era baru itu adalah sang kapten Alessandro Lucarelli.

Lucarelli adalah kapten Parma saat mereka jatuh ke titik terendah. Didasari loyalitas, dia tetap bertahan. Waktu itu, dia berjanji akan membawa Parma kembali ke Serie A. Dia sudah menepati janjinya.

"Saya pernah berjanji. Saya berkata saya akan membawa Parma kembali ke Serie A. Saya sudah menepatinya," kata Lucarelli sambil berlinang air mata kepada Sky Sport Italia usai laga pemungkas melawan Spezia.

Parma besutan Roberto D'Aversa menang 2-0 di kandang Spezia lewat gol-gol Fabio Ceravolo dan Amato Ciciretti. Parma menggusur Frosinone di pekan terakhir, setelah Frosinone cuma imbang 2-2 menjamu Foggia.

Frosinone gagal menang setelah dibobol Roberto Floriano di menit 89. Poin sama 72, tapi Frosinone kalah head-to-head dengan Parma. Parma menyusul Empoli lolos otomatis ke Serie A, sedangkan Frosinone harus bersaing dengan lima tim lain di play-off promosi.

Lucarelli, 41, memutuskan pensiun setelah menepati janjinya membawa Parma kembali ke Serie A.

"Saya sudah memikirkan tentang hari ini sejak lama," kata Lucarelli di hadapan para tifosi Parma yang hadir dalam pesta promosi di Stadio Ennio Tardini.

"Saya sudah merangkul Parma sepuluh tahun lamanya, memberikan semua yang saya miliki, bahkan mungkin lebih."

"Sekarang di Serie A, target kita sudah tercapai."

"Namun cerita yang saya tulis akan selalu ada bersama kalian semua. Janji yang saya ucapkan tiga tahun lalu telah saya tepati. Tak ada yang membuat saya lebih bangga daripada prestasi luar biasa ini."



Banyak yang menginginkan Lucarelli menunda keputusan itu. Mereka ingin sang kapten turut merasakan hasil kerja kerasnya, bermain di kasta tertinggi Italia.

Namun Lucarelli punya keinginan lain. Dia ingin gambaran terakhir dirinya sebagai pesepakbola adalah gambaran ketika dia bersuka cita dan menangis haru usai meraih kemenangan di atas lapangan pada laga pemungkas musim kemarin.

Semua menghormati keputusannya.

Sebagai bentuk penghormatan, Parma memensiunkan nomor 6 milik Lucarelli. Dia menjadi pemain pertama dalam sejarah panjang Parma yang mendapatkan penghormatan setinggi ini. Tak ada nomor 6 lain di Parma setelah Lucarelli.

Lucarelli tak bisa dilepaskan dari sejarah Parma. Dia sudah menjadi legenda.

Dialah saksi dan bagian dari periode tergelap klub ini. Berkat kontribusinya jugalah Parma bangkit dari abu dan lahir kembali - seperti seekor phoenix. [initial]



KOMENTAR

Editorial Lainnya