BERITA TIMNAS JADWAL KLASEMEN LAINNYA

MU Berikutnya? 5 Tim yang Juara Liga Champions Setelah Ganti Pelatih

08-12-2021 13:06 | Aga Deta

MU Berikutnya? 5 Tim yang Juara Liga Champions Setelah Ganti Pelatih
Pelatih Manchester United Ralf Rangnick. (c) AP Photo

Bola.net - Manchester United memutuskan untuk melakukan pergantian pelatih pada musim ini. Ole Gunnar Solskjaer dipecat dan digantikan oleh Ralf Rangnick.

Rangnick dikontrak selama enam bulan sebagai pelatih interim MU. Dengan demikian, pria asal Jerman tersebut bakal bertugas di Old Trafford hingga akhir musim 2021/2022.

Tugas berat pun menanti Rangnick. Mantan pelatih RB Leipzig tersebut tentu saja dituntut untuk mengangkat performa MU dalam sisa musim ini.

Rangnick diharapkan bisa membawa MU ke empat besar dalam ajang Premier League. Namun, tidak sedikit fans MU yang berharap Rangnick bisa menuntun tim sampai juara Liga Champions.

Melihat MU menjadi juara Liga Champions di bawah Rangnick tentu bukan suatu hal yang mustahil. Menurut sejarah, ada beberapa tim yang mampu melakukannya setelah berganti pelatih.

Berikut ini lima juara Liga Champions yang sebelumnya melakukan pergantian pelatih.

1 dari 5 halaman

Real Madrid (2000)

Vicente Del Bosque (c) AFP
Vicente Del Bosque (c) AFP

Real Madrid memulai musim 1999/2000 di bawah asuhan John Toshack. Akan tetapi, Toshack kemudian dipecat karena rentetan hasil kurang memuaskan yang diraih Los Blancos.

Untuk menggantikan Toshack, Real Madrid kemudian menunjuk Vicente del Bosque. Keputusan tersebut ternyata tidak salah.

Real Madrid memang finis di peringkat kelima klasemen akhir La Liga 1999/2000. Namun, mereka menjadi juara Liga Champions pada musim itu setelah mengalahkan Valencia dengan skor 3-0.

2 dari 5 halaman

Chelsea (2012)

Roberto Di Matteo (c) AFP
Roberto Di Matteo (c) AFP

Chelsea meraih hasil yang kurang bagus pada musim 2011/2012. Alhasil, The Blues memutuskan untuk berpisah dengan Andre Villas-Boas.

Di Matteo kemudian ditunjuk sebagai pengganti Villas-Boas. Sebelumnya Di Matteo hanyalah asisten Villas-Boas dan dia diangkat sebagai caretaker.

Meski hanya berstatus pelatih sementara, Di Matteo berhasil menuntun Chelsea menjuarai Liga Champions dengan mengalahkan Bayern Munchen lewat adu penalti. Itu merupakan gelar Liga Champions pertama buat The Blues.

3 dari 5 halaman

Real Madrid (2016)

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane. (c) AP Photo
Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane. (c) AP Photo

Rafael Benitez terpilih sebagai pelatih Real Madrid pada musim 2015/2016. Akan tetapi, performa Los Blancos di bawah mantan pelatih Liverpool tersebut tidak mengesankan.

Benitez akhirnya harus meninggalkan Santiago Bernabeu pada pertengahan musim. Posisinya kemudian digantikan oleh Zinedine Zidane.

Zidane kala itu masih belum punya pengalaman melatih klub. Namun, pria asal Prancis tersebut berhasil membawa Cristiano Ronaldo dan kolega mengangkat trofi Liga Champions setelah mengalahkan Ateltico Madrid.

4 dari 5 halaman

Bayern Munchen (2020)

Bayern Munchen (c) AP Photo
Bayern Munchen (c) AP Photo

Niko Kovac gagal mengangkat performa Bayern Munchen pada musim 2019/2020. Akibatnya, dia dicopot dari kursi pelatih pada bulan November.

Setelah Kovac dipecat, Bayern tidak merekrut pelatih baru. Mereke menunjuk sang assisten pelatih Hansi Flick untuk memimpin Robert Lewandowski dkk.

Bayern meraih kesuksesan besar bersama Flick. Die Roten tidak hanya memenangkan Liga Champions saja melainkan treble winners.

5 dari 5 halaman

Chelsea (2021)

Selebrasi pemain Chelsea bersama trofi Liga Champions 2020-2021. (c) AP Photo
Selebrasi pemain Chelsea bersama trofi Liga Champions 2020-2021. (c) AP Photo

Chelsea memenangkan Liga Champions pertama bersama pelatih pengganti. Namun, skenario yang sama terulang pada musim lalu.

Chelsea memecat Frank Lampard di bulan Januari 2021. The Blues kemudian menunjuk Thomas Tuchel sebagai pengganti beberapa saat setelahnya.

Hasilnya di luar dugaan, performa Chelsea terus melonjak dan berhasil sampai final Liga Champions. Mereka berhasil juara setelah mengalahkan Manchester City dengan skor 1-0.

Sumber: Planet Football

KOMENTAR

Editorial Lainnya