BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Kisah Cinta Real Madrid dan Bintang-bintang Piala Dunia

20-07-2018 16:13 | Gia Yuda Pradana

Kisah Cinta Real Madrid dan Bintang-bintang Piala Dunia
Fabio Cannavaro (c) AFP

Bola.net - Bola.net - Real Madrid adalah klub yang identik dengan perekrutan fenomenal. Di setiap musim panas, Los Blancos hampir tak pernah absen 'menggoyang' lantai bursa.

Itu pula yang biasanya terjadi setelah perhelatan Piala Dunia.

Pemain-pemain yang bersinar di Piala Dunia biasanya langsung dipantau oleh Madrid, yang memang memiliki kekuatan finansial sangat besar. Itu seperti sudah menjadi sebuah 'kewajiban' bagi mereka.

Setidaknya setelah lima Piala Dunia yang terakhir, selalu ada pemain bintang yang hijrah ke Madrid.

Namun 'kisah cinta' Madrid dengan bintang-bintang Piala Dunia ini tak selalu berakhir indah. Ada yang mampu memenuhi harapan, tapi ada pula yang gagal menampilkan performa memuaskan.

1 dari 6 halaman

Robert Jarni - 1998

Robert Jarni di Piala Dunia 1998 (c) AFP Robert Jarni di Piala Dunia 1998 (c) AFP


Negara: Kroasia

Posisi: Bek sayap kiri

Dibeli dari: Coventry City (Inggris)

Nilai transfer: £3,4 juta

Usia saat dibeli: 29 Tahun 8 bulan 5 hari.

Piala Dunia 1998 di Prancis merupakan Piala Dunia perdana bagi Kroasia sebagai negara merdeka. Kroasia menorehkan prestasi luar biasa, lolos sampai semifinal namun kalah melawan Prancis, dan akhirnya finis juara tiga.

Kroasia waktu itu diperkuat pemain-pemain berkelas. Davor Suker, Zvonimir Boban, Robert Prosinecki, dan Robert Jarni adalah beberapa di antaranya.

Jarni merupakan salah satu pilar penting di balik kesuksesan Kroasia. Meski usia sudah 30, tapi kemampuannya menyisir sayap kiri tetap mengagumkan. Selain mencetak satu gol (satu-satunya gol internasionalnya) dalam kemenangan 3-0 melawan Jerman di perempat final, Jarni juga merancang assist untuk gol pembuka oleh Prosinecki dalam kemenangan 2-1 atas Belanda di pertandingan perebutan tempat ketiga.

Musim panas 1998, Jarni direkrut Coventry City dari Real Betis senilai £2,6 juta. Namun seiring keinginan Madrid untuk mendapatkannya, hanya seminggu berselang (tanpa sekalipun bermain untuk Coventry), Jarni langsung dilego ke Santiago Bernabeu.

Tak sedikit yang berasumsi kalau transfer ini merupakan taktik Madrid dan Coventry. Pasalnya, Betis dari awal sama sekali tak bersedia menjual pemain yang bersangkutan ke Madrid.

Di Madrid, Jarni kesulitan masuk starting line-up. Tak jarang dia hanya duduk di bangku cadangan atau jadi pemain pengganti di tengah laga. Satu-satunya gol Jarni untuk Madrid adalah ketika menang 5-1 lawan Extremadura pada 31 Oktober 1998.

Hanya satu musim di Madrid, Jarni kemudian dilepas ke Las Palmas yang bermain di Segunda.
2 dari 6 halaman

Ronaldo - 2002

Ronaldo di Piala Dunia 2002 (c) AFP Ronaldo di Piala Dunia 2002 (c) AFP


Negara: Brasil

Posisi: Striker

Dibeli dari: Inter Milan (Italia)

Nilai transfer: €45 juta

Usia saat dibeli: 25 Tahun 11 bulan 13 hari.

Di final 1998 melawan tuan rumah Prancis, Ronaldo gagal membantu Brasil juara. O Fenomeno tampil jauh di bawah standar terbaiknya, dan Selecao kalah 0-3.

Ronaldo menebusnya di Korea-Jepang 2002.

Pulih dari cedera yang mengancam kariernya, Ronaldo membawa Brasil meraih gelar juara Piala Dunia mereka yang kelima. Di turnamen itu, Ronaldo juga menyabet Sepatu Emas berkat torehan delapan golnya.

Ronaldo membobol gawang semua lawan di turnamen ini, kecuali Inggris di babak perempat final. Di final melawan Jerman, Ronaldo mencetak dua gol dan menyamai rekor 12 gol Piala Dunia milik Pele.

Musim panas itu, Ronaldo direkrut Madrid dari Inter Milan. Mantan pemain Barcelona tersebut merupakan bagian dari era Galacticos, yang juga meliputi Zinedine Zidane, Luis Figo, Roberto Carlos dan David Beckham.

Lima musim memperkuat Madrid, sebelum gabung AC Milan pada Januari 2007, Ronaldo mencetak 104 gol dalam 177 penampilan. Selama itu, dia turut membantu Madrid meraih dua titel La Liga serta masing-masing satu gelar Piala Interkontinental dan Supercopa de Espana.

Oleh Marca, Ronaldo dinobatkan sebagai salah satu pemain asing terbaik dalam sejarah Real Madrid.
3 dari 6 halaman

Fabio Cannavaro - 2006

Fabio Cannavaro, kapten Italia juara Piala Dunia 2006 (c) AFP Fabio Cannavaro, kapten Italia juara Piala Dunia 2006 (c) AFP


Negara: Italia

Posisi: Bek sentral

Dibeli dari: Juventus (Italia)

Nilai transfer: €7 juta

Usia saat dibeli: 32 Tahun 9 bulan 18 hari.

Italia menjuarai Piala Dunia di Jerman 2006 meski diiringi sorotan buruk gara-gara skandal Calciopoli yang mengguncang persepakbolaan mereka. Di turnamen itu, Azzurri membukukan lima clean sheet dan cuma kebobolan dua gol dari fase grup hingga final.

Di balik pertahanan solid tersebut, kapten Fabio Cannavaro adalah poros utamanya.

Ketangguhannya mengawal lini belakang Italia membuat Cannavaro dijuluki Il Muro di Berlino. The Berlin Wall. Si Tembok Berlin.

Cannavaro terpilih masuk All-Star Team bersama enam kompatriotnya. Selain itu, dia juga finis sebagai runner-up untuk penghargaan Golden Ball (Pemain Terbaik Piala Dunia), kalah tipis dari Zinedine Zidane. Cannavaro mendapatkan 1977 poin, sedangkan Zidane 2012.

Di Italia, klub Cannavaro, Juventus, terkena imbas Calciopoli. Seiring dugaan keterlibatan mereka, Juventus diturunkan ke kasta kedua dan dua Scudetto-nya dicabut.

Di antara pilihan bertahan di Serie B atau hengkang, Cannavaro memilih yang kedua. Bersama pelatih Fabio Capello, Cannavaro hijrah ke Madrid.

Di Madrid, Cannavaro diberi jersey nomor 5, yang sebelumnya dipakai oleh Zidane.

Cannavaro bermain tiga musim di Madrid, menjuarai La Liga 2006/07 dan 2007/08. Di segi individu, Cannavaro meraih penghargaan FIFA World Player of the Year 2006 dan Ballon d'Or 2006.

Musim panas 2009, Cannavaro kembali ke Juventus.
4 dari 6 halaman

Mesut Ozil - 2010

Mesut Ozil di Piala Dunia 2010 (c) AFP Mesut Ozil di Piala Dunia 2010 (c) AFP


Negara: Jerman

Posisi: Gelandang serang

Dibeli dari: Werder Bremen (Jerman)

Nilai transfer: €18 juta

Usia saat dibeli: 21 Tahun 10 bulan 2 hari.

Mesut Ozil menjelma jadi pilar penting tim Jerman yang meraih peringkat tiga di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Meski masih muda, Ozil mampu menampilkan permain berkelas. Bersama Bastian Schweinsteiger, dia menggalang lini tengah Jerman.

Dengan kreativitas dan visinya, Ozil memberikan dimensi baru dalam serangan-serangan Jerman. Dia jadi starter di semua pertandingan Jerman. Satu gol dan tiga assist diukirnya. Dia pun menjadi satu dari sepuluh pemain yang dinominasikan untuk Golden Ball, yang akhirnya dimenangi Diego Forlan (Uruguay).

Berkat performanya di Piala Dunia itu, Ozil diakui sebagai salah talenta muda terbaik di Eropa. Barcelona, Arsenal hingga Madrid sama-sama menginginkannya.

Namun Madrid lah yang sukses menggaetnya dari Werder Bremen dengan nilai transfer 'cuma' €18 juta.

Ozil tiga musim memperkuat Madrid. Di Santiago Bernabeu, Ozil menegaskan statusnya sebagai raja assist. Selama berseragam Los Blancos, dia mengukir 27 gol dan 81 assist dalam 159 penampilan.

Ozil kemudian dijual ke Arsenal seharga €47 juta pada 2013. Itu menjadikannya pemain Jerman dengan nilai transfer termahal, sebelum dipecahkan oleh Leroy Sane ketika digaet Manchester City dari Schalke senilai €50 juta pada 2016.
5 dari 6 halaman

James Rodriguez - 2014

James Rodriguez di Piala Dunia 2014 (c) AFP James Rodriguez di Piala Dunia 2014 (c) AFP


Negara: Kolombia

Posisi: Gelandang serang

Dibeli dari: AS Monaco (Prancis)

Nilai transfer: €75 juta

Usia saat dibeli: 23 Tahun 10 hari.

Tak sedikit yang ragu dengan kans Kolombia di Brasil 2014. Pasalnya, sang striker utama Radamel Falcao gagal fit tepat waktu dari cedera ACL yang dialaminya. Namun Kolombia ternyata mampu mencapai perempat final pertama mereka.

Prestasi itu diraih salah satunya berkat James Rodriguez dengan performa dan kontribusi besarnya.

Enam gol dan dua assist dia torehkan dalam lima penampilan. Tiga penghargaan Man of the Match disabetnya. Di akhir turnamen, dia juga dinobatkan sebagai pemenang Sepatu Emas.

Gol indah yang dia cetak dengan tembakan voli ketika Kolombia mengalahkan Uruguay 2-0 di babak 16 besar terpilih sebagai gol terbaik Piala Dunia 2014. Gol itu kemudian juga terpilih sebagai pemenang FIFA Puskas Award.

Musim panas itu, James direkrut Madrid dengan nilai transfer €75 juta. Itu menjadikannya pemain Kolombia termahal sepanjang sejarah.

Pada musim 2014/15, James mengukir 17 gol dan 18 assist dalam 46 penampilan untuk Madrid di semua kompetisi. Musim berikutnya, James terkendala cedera dan hanya menyumbang delapan gol serta sepuluh assist.

Pada musim 2016/17, pelatih Zinedine Zidane jarang memberi James kesempatan untuk main sebagai starter. Namun James masih mampu menorehkan 11 gol dan 12 assist dalam 33 penampilan.

James akhirnya dipinjamkan ke Bayern Munchen di musim panas 2017.
6 dari 6 halaman

Bisa Berlanjut Tahun Ini

Eden Hazard (Belgia) pemenang Silver Ball Piala Dunia 2018 (c) AP Eden Hazard (Belgia) pemenang Silver Ball Piala Dunia 2018 (c) AP


'Kisah cinta' Madrid dengan bintang-bintang Piala Dunia bisa saja berlanjut tahun ini.

Madrid telah menjual Cristiano Ronaldo ke Juventus dengan nilai transfer €100 juta setelah Piala Dunia 2018 di Rusia. Ditinggal pemain yang sudah mencetak 451 gol dalam 438 penampilan selama sembilan musim bersama mereka, Los Blancos jelas butuh rekrutan baru berkualitas untuk mengisi lubang yang ditinggalkannya.

Madrid pun dikaitkan dengan bintang-bintang dari Rusia 2018. Termasuk di antaranya adalah Eden Hazard (Belgia, Chelsea), Kylian Mbappe (Prancis, PSG) dan Neymar (Brasil, PSG).

Akankah salah satu dari mereka berlabuh di Santiago Bernabeu? [initial]



KOMENTAR

Editorial Lainnya