BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Curahan Hati Ultras Curva Sud Milan Atas Situasi Donnarumma

20-06-2017 10:42 | Heri

Curahan Hati Ultras Curva Sud Milan Atas Situasi Donnarumma
Gianluigi Donnarumma. (c) Bola

Bola.net - Bola.net - Sudah wajar jika fans AC Milan kecewa berat terhadap Gianluigi Donnarumma. Kiper muda bertalenta itu memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya di Milan. Hampir bisa dipastikan Donnarumma akan hengkang, jika bukan musim ini, musim depan.

Ada alasan mengapa Milanisti begitu kecewa terhadap Donnarumma. Sejak menjadi kiper utama, Donnarumma selalu mengatakan bahwa ia adalah seorang Milanista. Ia punya cita-cita untuk terus bermain bagi Milan dan suatu saat menjadi kapten Rossoneri. Bukan sekali-dua kali Donnarumma terlihat mencium badge Milan.

Tak butuh waktu lama, fans Milan pun langsung mencurahkan cintanya kepada bocah muda itu. Mereka bahkan menciptakan nyanyian khusus untuk Donnarumma, sesuatu yang hanya dilakukan Ultras terhadap pemain yang istimewa di Milan. Jadi, keputusan Donnarumma untuk tidak memperpanjang kontraknya bisa dianggap sebagai sebuah pengkhianatan.

Ultras terutama sangat marah terhadap agen Donnarumma; Mino Raiola. Terlebih lagi, Raiola barusan menggelar konferensi pers untuk menjelaskan keputusan Donnarumma itu. Raiola mengatakan bahwa Milan sudah mengancam Donnarumma sehingga sang pemain tak bisa bertahan lagi.

Situasi ini membuat Ultras Curva Sud jengah. Mereka pun menulis surat terbuka untuk menyuarakan pikiran mereka.

"Setelah Presiden Italia Sergio Mattarella pada 31 desember, sekarang giliran Raiola untuk berbicara di semua channel olahraga. Tentu saja ia melakukannya dengan para jurnalisnya, dengan berbagai pertanyaan yang sebelumnya sudah dicatat dan disetujui karena konpers itu tak boleh menjadi debat dengan pertanyaan yang sesungguhnya. Aneh saja melihat Raiola yang biasanya menghindari pers tiba-tiba membuka pintu lebar-lebar untuk menyelamatkan diri.

Aneh mendengar kata-kata seperti 'situasi tak bersahabat', 'memaksa', 'ancaman' saat klub menawarkan 25 juta euro selama lima tahun, ban kapten, serta waktu enam bulan untuk memikirkannya. Mereka masih merasa tak diberi cukup waktu. Aneh saja ada yang merasa diperlakukan tidak bersahabat ketika ia menjadi pemain Milan pertama selama bertahun-tahun yang mendapatkan lagu dari fans. Dia juga tahu mendapatkan banyak cinta dari setiap fan Milan.

Aneh saja mendengar dari Raiola bahwa tak ada pembicaraan soal gaji atau durasi kontrak. Mungkin karena ia merasa ingin mendapatkan kompensasi, hal-hal yang penting menjadi tak punya nilai. Aneh saja melihat Raiola yang fasih berbahasa Italia dan berbudaya tidak mengerti arti banner yang ia bicarakan. Aneh melihat agen hebat seperti dia tidak bisa memberikan yang terbaik bagi kliennya.

Raiola malah menghancurkan citra kliennya, bukan cuma di mata Milanisti, tetapi juga di depan seluruh pecinta sepakbola. Sekarang orang melihat pemain berusia 18 tahun yang terlanjur berseteru dengan klub yang membesarkan namanya. Semua hanya demi satu orang yang menjanjikan segunung uang. Aneh saja, hanya beberapa hari setelah laga perpisahan Francesco Totti yang menangis di depan fans-nya sendiri, pemain berusia 18 tahun lebih memilih uang ketimbang dianggap dewa oleh fans. Bagi seorang pemain, rasa terima kasih fans tak bisa diukur dengan uang. Kami meminta Donnarumma untuk memikirkan kembali apa yang sudah dia tolak.

Tapi tidak aneh melihat Raiola menolak menjelaskan mengapa perubahan terjadi begitu cepat. Tidak aneh melihat simbol klub yang ingin menjadi pahlawan tim seperti Marek Hamsik meninggalkan Raiola. Hamsik lalu menjadi kapten Napoli yang dicintainya. Tidak aneh jika Raiola memuji Adriano Galliani. Mengaku ingin yang terbaik buat Milan, ia malah menempatkan calon simbol klub (Donnarumma) di tangan pemakan bangkai. Sekarang Donnarumma hanya jadi simbol keserakahan.

Ralita sepakbola sekarang memang semakin jauh dari pemain penuh hasrat dan lebih menjadi seperti Raiola, orang yang bisa mengubah karier dan sejarah klub hanya demi kepentingannya sendiri.

Kami ingin berterima kasih kepada semua yang bekerja demi kebaikan Milan, dan membawa kembali orang yang memiliki jiwa Milan ke klub. Orang-orang yang ketika mencium logo klub memang karena mencintainya, orang yang pantas menerima cinta dari fans Milan.

Kami tahu betapa sulitnya bagi donnarumma untuk membela dirinya dari ribuan kritik dan hinaan yang ia dapat dalam beberapa hari terakhir, tapi jika anda bersumpah setia dan kemudian mengkhianatinya, maka itu semua bisa terjadi. Di jejaring sosial, semua bisa terjadi dengan berlebihan. Kami merasa ancaman bukanlah tindakan yang benar, tapi kami tidak berada di posisi yang sama dengan mereka. Kami percaya masih ada kesempatan untuk kembali membangun hubungan yang baik, tapi Donnarumma harus menjauh dari orang yang telah memberinya pengaruh buruk, merusak citranya.

Pemain boleh datang dan pergi, tapi kami adalah Milan dan kami akan selalu ada."



KOMENTAR

Editorial Lainnya