BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Bedah Statistik - Membantah Tudingan Negatif Hoeness Terhadap Ozil

24-07-2018 12:13 | Gia Yuda Pradana

Bedah Statistik - Membantah Tudingan Negatif Hoeness Terhadap Ozil
Uli Hoeness - Mesut Ozil (c) AFP

Bola.net - Bola.net - Belakangan ini, satu yang cukup menarik perhatian adalah keputusan Mesut Ozil untuk mundur dari tim nasional Jerman. Gelandang 29 tahun klub Arsenal tersebut mengambil keputusan ini setelah merasa diperlakukan rasis dan tidak hormat di negaranya.

Ozil memang menjadi bulan-bulanan media hampir di sepanjang pagelaran Piala Dunia 2018. Ia dituding membuat ruang ganti Jerman tidak harmonis lantaran sempat berfoto dengan presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Ozil mengatakan kalau itu cuma merupakan bentuk respek terhadap petinggi dari negara keluarganya. Namun itu tak meredakan keadaan.

Memperkuat tim senior Jerman sejak 2009, dengan 23 gol dalam 92 penampilan, dan turut membantu Die Mannschaft menjuarai Piala Dunia 2014, Ozil akhirnya memutuskan pensiun dari pentas internasional.

Seiring keputusannya ini, Ozil mendapatkan banyak dukungan. Namun tak sedikit pula yang melontarkan kecaman, terutama dari Jerman.

Salah satu orang yang bersuara paling keras adalah Uli Hoeness. Presiden klub Bayern Munchen itu bahkan melontarkan sejumlah tudingan negatif terhadap Ozil, terutama tentang performanya.

Namun tudingan-tudingan Hoeness terhadap Ozil itu bisa dibilang tidak sepenuhnya benar. Itu bisa dibuktikan dengan statistik yang ada.

Bantahan itu dilontarkan oleh Martin Laurence lewat artikelnya di WhoScored yang berjudul 'Stats breakdown: Debunking Uli Hoeness’ Ozil outburst'. Berikut pembahasannya.

1 dari 5 halaman

Bertahun-tahun Main Buruk

(c) AFP (c) AFP


"Dia telah bermain sangat buruk selama bertahun-tahun."

Ozil memang berada di bawah standar terbaiknya selama dua musim terakhir di Arsenal. Namun penurunan performa itu bukan tanpa sebab.

Sejak hijrah dari Real Madrid pada musim 2013/14, karier Ozil di Inggris tak sepenuhnya mulus, terutama gara-gara cedera. Lima musim memperkuat Arsenal, Ozil tercatat melewatkan setidaknya 41 pertandingan akibat cedera.

Musim 2015/16 adalah musim terbaik Ozil berseragam Arsenal. Musim itu, Ozil berkontribusi langsung terhadap terciptanya 25 gol Arsenal di Premier League dengan enam gol dan 19 assist.

Sejak itu, performa Ozil menurun. Dia menyumbang delapan gol dan sembilan assist di Premier League 2016/17, lalu cuma mengukir empat gol dan delapan assist di musim 2017/18.

(c) WhoScored(c) WhoScored

Rating WhoScored Ozil juga merosot, dari 7,66 di musim 2015/16 ke 7,30 di 2016/17 dan 7,25 di 2017/18. Jika dilihat lebih teliti, performa Ozil di musim 2017/18 kemarin sebenarnya tak jauh beda dengan musim debutnya di Inggris.

Ozil memang tak bermain optimal sejak dua musim lalu. Namun sejelek-jeleknya performa Ozil, rating-nya masih berada di atas 7,00 dan itu tak bisa dikategorikan 'buruk'.
2 dari 5 halaman

Terakhir Menang Tekel Sebelum PD 2014

(c) AFP (c) AFP


"Dia terakhir kali memenangkan tekel sebelum Piala Dunia 2014."

Untuk seorang gelandang serang, minimnya kontribusi defensif Ozil bukanlah hal yang baru. Hanya saja, tudingan Hoeness sepertinya terlalu berlebihan.

Ozil memang tak melancarkan tekel sama sekali dalam dua penampilan ketika Jerman tersungkur di Piala Dunia 2018. Namun dia tercatat melakukan enam tekel sukses di EURO 2016.
3 dari 5 halaman

Cuma Mengoper ke Samping

(c) AFP (c) AFP


"Yang dia lakukan di lapangan cuma mengoper ke samping."

Untuk seorang pemain yang dikenal berkat visi, kreativitas serta kemampuannya merancang peluang gol, dan tentu saja forward passes-nya yang tajam, kritikan ini ibarat sebuah penghinaan.

Di Piala Dunia 2018, Ozil hanya memainkan dua pertandingan, yakni lawan Meksiko dan Korea Selatan (dua-duanya berakhir dengan kekalahan Jerman). Ozil absen lawan Swedia.

Meski hanya melakoni dua penampilan, Ozil mencatatkan 11 key passes (operan kunci/operan berpeluang gol). Di fase grup Rusia 2018, tak ada pemain lain yang statistik key passes-nya lebih tinggi dari Ozil.
4 dari 5 halaman

Titik Lemah Arsenal

(c) AFP (c) AFP


"Setiap kali kami (Bayern) bermain melawan Arsenal, kami mengincarnya karena kami tahu kalau dialah titik lemah mereka."

Selama memperkuat Arsenal, Ozil sudah enam kali menghadapi Bayern di Liga Champions dan hanya sekali menang (M1 S1 K4). Tiga pertemuan yang terakhir selalu berkesudahan dengan kekalahan 1-5 untuk Arsenal.

Arsenal kalah kelas. Itu bukan kesalahan Ozil seorang.

Ozil memang membukukan rating rata-rata cuma 6,49 dalam enam pertemuan tersebut. Itu merupakan skor terendah dari 11 pemain kedua tim yang tampil dalam setidaknya lima dari enam pertandingan mereka.

Namun dari pemain-pemain yang ambil bagian dalam setidaknya empat pertandingan Arsenal vs Bayern itu, ada dua penggawa Arsenal yang rating-nya di bawah Ozil. Dua pemain itu adalah Kieran Gibbs (6,47) dan Nacho Monreal (6,45).

Mengatakan bahwa Ozil adalah titik lemah Arsenal tidak sepenuhnya benar.
5 dari 5 halaman

Sampah di Piala Dunia 2018

(c) AFP (c) AFP


"Tak ada yang meragukan kalau permainannya seperti sampah di Piala Dunia."

Ozil memang gagal memberikan yang terbaik untuk Jerman di Rusia 2018. Namun itu bukan berarti Ozil sama sekali tak berusaha - paling tidak dari segi kreativitas.

Andai 11 peluang yang dirancang Ozil bisa dimaksimalkan oleh rekan-rekannya, sang juara bertahan mungkin tidak bakal kandas di babak awal.

Selain itu, rating WhoScored Ozil yang berada di angka 6,93 merupakan yang terbaik keempat di skuat Jerman.

(c) WhoScored(c) WhoScored

Kecuali Toni Kroos, Mats Hummels dan Julian Draxler, pemain-pemain Jerman lainnya justru mencatatkan rating lebih buruk daripada Ozil. Itu termasuk sederet pemain dari klub Hoeness (Bayern), seperti Manuel Neuer, Jerome Boateng, Joshua Kimmich dan Thomas Muller.

Sebenarnya, siapa yang permainannya seperti sampah?

Namun hanya Ozil yang menjadi kambing hitam dan sasaran kritikan, serta diperlakukan tidak hormat. "Saya seorang Jerman ketika kami menang, tapi hanya seorang imigran ketika kami kalah," ujarnya.

Wajar jika Ozil akhirnya mengucapkan selamat tinggal. [initial]



KOMENTAR

Editorial Lainnya