BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Barisan Pesepakbola Pengemplang Pajak di Spanyol

21-06-2017 11:48 | Heri

Barisan Pesepakbola Pengemplang Pajak di Spanyol
Barisan pengemplang Pajak. (c) AFP

Bola.net - Bola.net - Dalam beberapa tahun terakhir, Otoritas Pajak Spanyol (Hacienda) sangat rajin mengejar para pemain dan pelatih sepakbola kelas atas. Mereka menyelidiki adanya penyimpangan dalam profil pajak pesepakbola bergaji besar itu.

orang kaya yang mengemplang pajak di Spanyol memang bukan cuma pemain sepakbola saja. Konglomerat dan bahkan bangsawan kerajaan pun terbukti bersalah menggelapkan pajak mereka.

Namun pada akhirnya, popularitas pemain sepakbola memang lebih besar secara global. Alhasil, perhatian dunia pun tertuju kepada banyaknya kasus yang menimpa para pesepakbola di Spanyol.

Berikut adalah rangkuman kasus beberapa pemain sepakbola yang sempat diduga menggelapkan pajak pajak. Sebagian dihukum, sebagian bisa membuktikan diri tidak bersalah.

1 dari 10 halaman

Lionel Messi

Lionel Messi menjadi pemain besar pertama yang namanya tercoreng akibat kasus pajak. Ia dituntut karena menggelapkan pajak sebesar 4,16 juta euro pada periode tahun 2007, 2008, dan 2009.

Messi akhirnya dijatuhi hukuman penjara 21 bulan meski sebelumnya sudah membayar berbagai denda. Upaya Messi untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan juga gagal karena Otoritas Pajak Spanyol memang sengaja ingin memberikan contoh kepada publik.

Messi pun dijatuhi hukuman percobaan 21 bulan penjara sementara ayahnya, Jorge, dijatuhi hukuman 15 bulan penjara.
2 dari 10 halaman

Javier Mascherano

Javier Mascherano awalnya membantah keras tudingan menggelapkan pajak di Spanyol. Ia merasa tak bersalah dan menyebut semua tindakannya sudah dilakukan berdasarkan hukum yang berlaku.

Mascherano dituduh menggelapkan pajak senilai 1,5 juta euro pada periode 2011 dan 2012. Meski awalnya mengaku tak bersalah, Mascherano akhirnya membuat kesepakatan dengan petugas pajak agar kasusnya tak dibawa ke pengadilan.

Mascherano mau mengaku bersalah, membayar pajak yang ia gelapkan dan juga denda senilai 800 ribu euro. Selain itu Mascherano juga dijatuhi hukuman percobaan penjara selama 12 bulan.
3 dari 10 halaman

Alexis Sanchez

Alexis Sanchez mengakui bahwa ia tidak melaporkan penghasilannya dari hak pencitraan pribadi ke petugas pajak Spanyol. Ia alpa melaporkan kewajibannya itu pada tahun 2012 dan 2013 saat ia masih menjadi pemain Barca.

Menurut laporan Marca, Sanchez menggelapkan pajak senilai satu juta euro selama periode dua tahun itu. Namun penyelidikan atas pelanggaran Sanchez ini dimulai saat ia sudah berada di Inggris, bermain bagi Arsenal.

Dengan kata lain, sampai saat ini proses peradilan kasus Sanchez masih berlangsung. Februari lalu ia sudah terbang ke Spanyol untuk menyelesaikan kasus ini. Dengan mengaku bersalah, Sanchez bisa menghindari pengadilan dan cukup membayar denda.
4 dari 10 halaman

Angel Di Maria

Kasus pajak Angel Di Maria relatif tertutup. Pasalnya, penyelidikan atas pelanggaran ini baru dilakukan saat Di Maria sudah meninggalkan Spanyol.

Saat masih menjadi pemain Real Madrid, Di Maria dicurigai menggelapkan pajak sebesar dua juta euro. Pelanggaran itu dilakukannya pada periode tahun 2012 dan 2013.

Seperti Alexis Sanchez, Di Maria bersedia bekerjasama dan mengaku bersalah di depan petugas pajak. Hasilnya, ia harus membayar denda senilai dua juta euro agar bisa menghindari sanksi penjara.

Selain Di Maria, pada saat bersamaan Ricardo Carvalho dan Xabi Alonso juga mendapat tuduhan serupa. Carvalho diperkirakan menggelapkan pajak senilai 400 ribu euro saat bermain bagi Real Madrid.

Sementara itu, Xabi Alonso berhasil membuktikan dirinya tak bersalah di pengadilan.
5 dari 10 halaman

Falcao dan Coentrao

Mei lalu kejaksaan Spanyol membawa kasus pajak Radamel Falcao ke pengadilan. pasalnya, falcao disangka menggelapkan pajak senilai lebih dari 5,6 juta euro saat masih bermain bagi Atletico Madrid.

Tindakan itu dilakukan Falcao pada periode tahun 2012 dan 2013. Namun proses peradilan kasus ini sedikit rumit mengingat Falcao sudah meninggalkan Spanyol saat penyelidikan dilakukan.

Bersamaan dengan kasus Falcao, kejaksaan juga melimpahkan kasus Fabio Coentrao, bek Real Madrid. Coentrao disangka menggelapkan pajak sebesar 1,4 juta euro pada tahun 2011 hingga 2013.

Coentrao juga tidak pernah melaporkan pendapatannya di Spanyol. Namun kini Coentrao sudah terbang kembali ke Portugal, bergabung dengan Sporting Lisbon.
6 dari 10 halaman

Adriano

Bek kiri asal Brasil, Adriano, juga kedapatan mengemplang pajak saat bermain bagi Barcelona. Adriano menyembunyikan pendapatannya dari sektor hak pencitraan pribadi dari petugas pajak Spanyol.

Adriano diperkirakan menggelapkan sekitar 650 ribu euro pajak. Ia melakukan pelanggaran itu pada 2011 dan 2012. Situasi Adriano sangat mirip dengan Mascherano namun penyelesaiannya berbeda.

Proses hukum Adriano masih belum selesai meski saat ini Adriano sudah pindah ke Besiktas.
7 dari 10 halaman

Samuel Eto'o

Mungkin kasus terparah dalam daftar ini dihadapi oleh Samuel Eto'o. Eks penyerang timnas Kamerun itu disangka menggelapkan pajak empat kali di Spanyol.

Jumlah yang digelapkan Eto'o sebenarnya relatif tidak besar. Sepanjang periode 2006 hingga 2009, ia diperkirakan menggelapkan pajak senilai 3,5 juta euro. Pelanggaran itu dilakukannya saat masih bermain bagi Barcelona.

Eto'o tidak pernah mengakui perbuatannya dan setelah penyelidikan dilakukan, ia tidak pernah kembali ke Spanyol. Jaksa pun menuntutnya dengan hukuman penjara sepuluh tahun enam bulan serta denda sebesar 21 juta euro.

Orang-orang dekat Eto'o juga terlibat dan mereka pun dijatuhi hukuman yang cukup setimpal.
8 dari 10 halaman

Cristiano Ronaldo

Berkas kasus penggelapan pajak Ronaldo sudah dilimpahkan ke pengadilan. Megabintang Real Madrid itu didakwa menggelapkan pajak sebesar 14,7 juta euro selama periode 2011 hingga 2014.

Akibat kasus ini, Ronaldo dikabarkan menjadi sangat kesal dan siap meninggalkan Real Madrid. Ia merasa menjadi korban kriminalisasi petugas pajak Spanyol.

Ronaldo juga telah dijadwalkan untuk menjalani persidangan. Tanggal 31 Juli nanti, Ronaldo akan dipanggil untuk menjalani persidangan di Spanyol. Belum bisa dipastikan apakah dia akan hadir mengingat saat ini ia masih membela timnas Portugal di Piala Konfederasi.
9 dari 10 halaman

Jose Mourinho

Petugas pajak juga menyerat nama Jose Mourinho sebagai salah satu pengemplang pajak saat bekerja di Spanyol. Ketika menangani Real Madrid, Mourinho dicurigai menggelapkan pajak sebesar 3,3 juta euro pada tahun 2011 dan 2012.

Mourinho pun segera mengeluarkan bantahan. Ia menyatakan bahwa ia adalah sosok yang selalu menaati kewajiban membayar pajak. Berikut bantahan Mourinho itu:

"Jose Mourinho tidak pernah mendapatkan pemberitahuan apa pun terkait pemberitaan hari ini. Sampai saat ini, baik Hacienda maupun kejaksaan belum menghubungi Mourinho atau para penasehatnya yang khusus ditunjuk untuk proses inspeksi.

Jose Mourinho yang tinggal di Spanyol dari Juni 2010 sampai Mei 2013 membayar pajak senilai lebih dari 26 juta euro, dengan rata-rata prosentase pajak sebesar 41%. Mourinho juga sudah mendapatkan proposal penyesuaian pajak dari Hacienda pada 2015, untuk pembenaran pajak tahun 2011 dan 2012. Kedua pihak mencapai kesepakatan terkait pajak tahun 2013.

Pemerintah Spanyol, melalui Otoritas Pajak, telah mengeluarkan sertifikat yang menyatakan bahwa Mourinho taat pajak dan selalu membayar kewajibannya."
10 dari 10 halaman

Kasus-kasus Lain

Ada beberapa kasus lain yang juga terkait pajak dalam beberapa tahun terakhir. pepe sempat dibawa ke pengadilan karena dianggap menggelapkan pajak, tetapi ia terbukti tidak bersalah. Perdrag Mijatovic juga dicurigai menggelapkan pajak saat bekerja sebagai agen di Spanyol.

Iker Casillas, Gerard Pique, Andres Iniesta, David Villa, Filipe Luis, dan Diego Costa juga sempat diselidiki oleh petugas pajak, namun kasus mereka tak pernah dibawa ke pengadilan.

Kasus transfer Neymar juga bisa masuk ranah pelanggaran pajak. Pasalnya, Barca memberikan beberapa pembayaran tersembunyi yang harusnya merupakan biaya kena pajak. Selain itu pendapatan Neymar dari transfer itu juga dianggap harus dipotong pajak.

Menariknya, kasus transfer Neymar ini bukan cuma menjadi perhatian petugas pajak Spanyol saja, tetapi juga di Brasil.


KOMENTAR

Editorial Lainnya