BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Alisson Becker, Kiper Komplet Yang Mampu Membaca Pikiran Para Striker

20-07-2018 11:16 | Gia Yuda Pradana

Alisson Becker, Kiper Komplet Yang Mampu Membaca Pikiran Para Striker
Alisson Becker (c) Liverpool FC

Bola.net - Bola.net - Pada 3 Juli 2001 silam, Juventus menjadikan Gianluigi Buffon kiper termahal dunia. Juventus merekrutnya dengan nilai transfer €52 juta dari Parma.

Rekor itu tak tersentuh selama 17 tahun, sampai Liverpool memecahkannya dengan perekrutan Alisson Becker dari AS Roma.

Tanggalnya 19 Juli 2018. Liverpool secara resmi mengkonfirmasikan pembelian kiper 25 tahun Brasil itu dengan nilai transfer €72,5 juta dari Roma.

Pantaskah Alisson dihargai sedemikian mahal?

Melihat statistik, performa, dan semua atribut penjaga gawang yang ada pada dirinya, itu bisa dibilang sebagai harga yang pantas. Sama seperti Buffon 17 tahun silam, Alisson memang layak dihargai sangat mahal.

Menurut salah satu pakar Calcio dari Sky Italia, Alisson adalah kiper komplet dan sulit dicari kelemahannya. Kemampuannya dalam membaca arah serangan dan mengantisipasi tembakan lawan berada di atas rata-rata.

Dia kiper yang berpikir seperti striker. Dia seperti memiliki kemampuan untuk membaca pikiran para striker.

Salah satu mantan pelatih kiper Roma bahkan menyebut dia sebagai Messi-nya para penjaga gawang. Dia adalah talenta istimewa.

Setelah blunder-blunder Loris Karius membuat mereka gagal menjuarai Liga Champions musim lalu, Liverpool benar-benar sangat membutuhkan seorang kiper berkelas. Liverpool akhirnya mendatangkan Alisson dari Roma dengan harga yang sangat mahal.

Namun The Reds sepertinya tidak bakal menyesal.

1 dari 3 halaman

Siapa Alisson Becker?

Alisson Becker (c) AFP Alisson Becker (c) AFP


Lahir di Novo Hamburgo, Rio Grande do Sul, Brasil, Alisson bergabung dengan akademi Internacional di usia 10 tahun pada 2002. Alisson terus berkembang, dan akhirnya melakoni debut senior pada 17 Februari 2013, sebagai starter dalam laga tandang melawan Cruzeiro yang berkesudahan imbang 1-1. Musim berikutnya, Alisson bersaing dengan Dida, yang baru gabung dari Gremio, dan hanya tampil 11 kali di liga. Musim berikutnya lagi, Alisson jadi kiper utama dan membukukan 57 penampilan di semua ajang.

Roma tertarik dan merekrut Alisson dari Internacional dengan nilai transfer hanya €8 juta pada Juli 2016. Saat itu, dia masih belum begitu dikenal.

Terlebih lagi, pada musim pertamanya di Italia, dia cuma menjadi pelapis Wojciech Szczesny dan hanya memainkan total 15 pertandingan tanpa satupun penampilan di Serie A.

Setelah Szczesny gabung Juventus di awal musim 2017/18, Alisson dipercaya jadi kiper nomor satu Roma. Itulah awal dari perjalanan Alisson menjadi kiper hebat Serie A dan salah satu yang terbaik di dunia.
2 dari 3 halaman

Satu Musim Yang Sensasional

Alisson Becker (c) NurPhoto Alisson Becker (c) NurPhoto


Hanya satu musim (2017/18) yang dibutuhkan oleh Alisson untuk membuktikan bahwa dia adalah kiper hebat. Satu musim itu adalah satu musim yang sensasional.

Bukan tanpa alasan dia menjadi kiper nomor satu Brasil di Piala Dunia 2018.

Alisson adalah salah satu pilar penting di balik kesuksesan Roma finis peringkat tiga Serie A dan lolos sampai semifinal Liga Champions.

Musim 2017/18 kemarin, Alisson kebobolan 28 gol dalam 37 penampilan di Serie A. Berdasarkan statistik Opta, dibandingkan dengan jumlah tembakan yang dihadapi, rata-rata kiper biasanya kebobolan 36. Alisson kebobolan delapan gol lebih sedikit, dan itu menunjukkan kalau dia bukanlah kiper biasa.




Di Liga Champions, Alisson juga tampil luar biasa. Dalam laga pertamanya, laga kandang melawan Atletico Madrid, di mana Roma hampir kalah di semua lini, skor 0-0 lah yang tercipta. Roma tak kehilangan angka berkat Alisson dengan sembilan penyelamatan yang dia lakukan.

Alisson tak kebobolan dalam lima dari enam laga kandang yang dia mainkan di Liga Champions musim 2017/18. Dia hanya kebobolan di Olimpico dalam partai semifinal melawan Liverpool pada 2 Mei 2018, yang dimenangi Roma 4-2 namun timnya kalah agregat 6-7 dan gagal lolos ke final.




Sepanjang musim lalu, Alisson membukukan total 155 penyelamatan di semua ajang. Itu 76,5 persen dari total tembakan yang dihadapinya. Hebatnya, tak sekalipun dia melakukan kesalahan yang berakibat gol lawan (error leading to goal).

Di Serie A, Alisson membukukan 109 penyelamatan. Rasio penyelamatannya menyentuh 17,3 persen, tertinggi ketiga di lima liga top Eropa musim 2017/18. Dia hanya kalah dari Jan Oblak (Atletico Madrid) dan David De Gea (Manchester United).

(c) BBC(c) BBC

Dibandingkan Alisson, statistik dua kiper Liverpool musim itu, Loris Karius dan Simon Mignolet, bisa dibilang tidak ada apa-apanya.


3 dari 3 halaman

Kiper Hebat

Alisson Becker (c) AFP Alisson Becker (c) AFP


Menurut salah satu pakar Calcio dari Sky Italia, Augusto De Bartolo, Alisson adalah kiper komplet dan sulit dicari kelemahannya.

Salah satu kelebihan Alisson adalah penempatan posisinya. De Bartolo mengatakan: "Jika Anda melihat pergerakan-pergerakannya dalam pertandingan, terutama ketika para penyerang lawan menuju ke arahnya, dia selalu menyesuaikan posisinya dengan gerakan bola."

"Kelebihan lainnya adalah distribusi bolanya, yang bisa dianggap sama bagusnya dengan Ederson (Brasil, Manchester City)."

"Terakhir, Alisson luar biasa dalam hal antisipasi. Kiper ini berpikir seperti seorang striker. Dari situ, dia berusaha mengantisipasi apakah penyerang lawan akan mendribel atau menembak, dan bagaimana dia akan menembak."

Pujian terhadap Alisson juga pernah dilontarkan oleh mantan pelatih kiper Giallorossi, Roberto Negrisolo. Menurutnya, Alisson mengingatkan dia kepada kiper legendaris Italia Dino Zoff.

Lebih lanjut, Negrisolo mengatakan: "Dia ini fenonemal. Dia nomor satu dari para nomor satu."

"Dia adalah Messi-nya para penjaga gawang, karena dia memiliki mentalitas sama seperti Messi. Dia adalah kiper yang bisa menentukan sebuah era."

Yang direkrut Liverpool dengan harga sangat mahal ini bukalah kiper biasa. Yang telah mereka hadirkan di Anfield ini adalah salah satu yang terbaik di posisinya.

"Pada satu titik dalam beberapa pekan terakhir, kesempatan ini datang, kesempatan untuk merekrut salah satu kiper terbaik dunia," kata manajer The Reds Jurgen Klopp, seperti dikutip BBC.

"Owner klub cukup antusias, jadi kami melakukannya."

"Bukan dia yang menentukan harga, bukan pula kami yang menentukan harga, tapi pasarlah yang menentukannya. Begitulah cara kerjanya, tapi kami tak terlalu mempermasalahkannya."

"Dia perlu beradaptasi dengan Premier League Inggris, itu pasti. Liganya berbeda, wasitnya berbeda, kehidupan para kiper juga berbeda di Premier League."

"Namun sekali lagi itu tidak penting. Kami mendatangkannya ke sini untuk semua kualitas yang dia miliki, untuk semua atribut kipernya yang berada di level tertinggi."

(c) Liverpool FC(c) Liverpool FC

Selama hampir dua dekade, rekor transfer Buffon tak tersentuh. Itu karena memang tak ada kiper yang pantas dihargai lebih mahal darinya selama itu.

Buffon adalah kiper terhebat di generasinya. Tak sia-sia Juventus membelinya sangat mahal dari Parma.

17 Tahun, lebih dari 650 penampilan dan 11 Scudetto Serie A, Buffon yang kini di PSG sudah menjadi legenda Juventus serta persepakbolaan Italia.

Musim lalu, Manchester City juara Premier League salah satunya juga berkat keputusan mereka merombak posisi penjaga gawang. Mengganti Claudio Bravo dengan Ederson terbukti sebagai langkah tepat oleh manajer Josep Juardiola.

Kiper level top-class adalah kepingan yang hilang dari puzzle yang disusun Klopp di Anfield. Dengan Alisson, semua kepingan itu sepertinya sudah lengkap dan tersusun rapi. [initial]



KOMENTAR

Editorial Lainnya