BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

8 Pemain Top yang Pernah Tidak Kebagian Medali Premier League Meski Timnya Juara

23-07-2020 16:00 | Aga Deta

8 Pemain Top yang Pernah Tidak Kebagian Medali Premier League Meski Timnya Juara
Pemain Liverpool Mohamed Salah (c) AP Photo

Bola.net - Premier League sudah dianggap sebagai liga terbaik di dunia saat ini. Karena itu, banyak pemain yang ingin menjuarai liga tersebut.

Premier League musim ini dimenangi Liverpool. The Reds tampil dominan pada musim ini, hampir tanpa gangguan berarti dari rival-rivalnya.

Meskipun sudah memastikan gelar juara Premier League sejak beberapa pekan lalu, seremoni penyerahan trofi dan medali baru dilaksanakan pada Kamis (23/7/2020) dini hari WIB, setelah duel kontra Chelsea.

Seremoni spesial itu digelar di Stadion Anfield, meskipun tak dihadiri penonton demi alasan kesehatan dan keselamatan semua pihak.

Premier League memberikan 40 medali untuk didistribusikan kepada pemain dan staf. Sebanyak 23 pemain dipastikan mendapat medali, dengan syarat minimal bermain dalam lima pertandingan sepanjang musim ini.

Jika tidak, maka pemain tersebut harus gigit jari. Sepanjang sejarah Premier League ada beberapa bintang yang mengalami nasih sial seperti itu, yaitu timnya juara tapi tak berhak menerima medali.

Berikut ini delapan bintang yang timnya juara Premier League, tapi dirinya tak kebagian medali, seperti dilansir The Sun.

1 dari 8 halaman

Gary Neville

Gary Neville (c) AP Photo Gary Neville (c) AP Photo

Bek legendaris Manchester United itu punya delapan medali Premier League bersama klub raksasa Inggris itu. Namun, pria yang kini menjadi pundit di Sky Sports tersebut seharusnya bisa punya 10 medali selama 17 tahun berkarier di Old Trafford.

Neville menjalani debut bersama MU pada musim 1993-1994, tapi hanya tampil sekali di Premier League. Seorang pemain butuh minimal tampil 10 kali untuk mendapat medali Premier League, jadi ia tak kebagian. Aturan itu diubah pada 2012, menjadi hanya butuh lima kali tampil untuk dianggap dari bagian tim juara.

Kejadian serupa terulang pada musim 2009-2010, ketika MU juga jadi juara Premier League. Neville hanya mentok tampil empat kali, sebelum memutuskan pensiun pada pertengahan musim.

2 dari 8 halaman

Mohamed Salah

Pemain Liverpool Mohamed Salah (c) AP Photo Pemain Liverpool Mohamed Salah (c) AP Photo

Mohamed Salah sudah dipastikan mendapatkan medali Premier League pada musim ini, setelah tampil dalam 32 pertandingan untuk Liverpool yang jadi kampiun.

Namun, ia pernah mengalami nasib apes pada musim 2014-2015. Pada musim itu Chelsea menjadi kampiun Premier League. Sialnya Mo Salah malah dipinjamkan ke Fiorentina pada pertengahan musim.

Salah hanya mencatat tiga kali penampilan bersama Chelsea, sehingga tidak berhak menerima medali.

3 dari 8 halaman

Owen Hargreaves

Owen Hargreaves (c) AFP Owen Hargreaves (c) AFP

Gara-gara banyak berkutat dengan cedera, Hargreaves gagal mendapat medali saat Manchester United juara. Pria berkebangsaan Inggris itu juga mengalami insiden serupa di Manchester United.

Dia hanya bermain sekali untuk Red Devils pada musim 2007-2009, namun ia gagal mendapatkan medali pada 2009 dan 2011.

Hargreaves juga hanya bermain sekali untuk City ketika menjuarai Premier League pada 2012.

4 dari 8 halaman

Federico Macheda

Federico Macheda (c) Ist Federico Macheda (c) Ist

Macheda bisa dibilang sedikit kurang beruntung tak memiliki medali juara Premier League. Fakta itu sedikit mengecewakan bagi Macheda, terutama jika melihat apa yang diberikannya untuk Manchester United, terutama saat melawan Aston Villa.

Dia mencetak gol kemenangan pada injury time dan membuat MU menang comeback 3-2. Kemenangan itu membuat MU tetap di jalur menjuarai Premier League 2009.

Namun, dia hanya bermain empat kali pada musim ini. Alhasil, ia tak berhak dapat medali karena syarat minamalnya adalah dimainkan dalam lima pertandingan. Macheda juga gagal lagi mendapat medali pada musim 2010-2011.

5 dari 8 halaman

Scott Parker

Scott Parker sulit beradaptasi di Chelsea ketika diboyong Jose Mourinho dari Charlton pada 2004. Dia tak mendapat banyak kesempatan bermain untuk The Blues pada musim 2004-2005.

Total, ia hanya dimainkan empat kali. Chelsea akhirnya jadi juara Premier League dan dirinya tak berhak memperoleh medali.

Parker meninggalkan London Barat pada musim panas berikutnya, bermain untuk Newcastle United, West Ham, Tottenham, dan Fulham. Dia tak pernah mencicipi gelar juara lagi.

6 dari 8 halaman

Nemanja Matic

Nemanja Matic (c) AFP Nemanja Matic (c) AFP

Nemanja Matic menikmati kesuksesan bersama Chelsea saat merebut gelar Premier League pada 2015 dan 2017. Namun, pada musim pertamanya di Stamford Bridge ia sempat kesulitan.

Saat itu, pelatih Chelsea, Carlo Ancelotti hanya menurunkannya dua kali pada musim 2009-2010. Pada akhir musim, The Blues memenangi gelar ganda. Tentu saja, Matic tidak mendapat medali.

Dia meninggalkan Chelsea untuk hijrah ke Benfica pada 2011, kemudian menjuarai Liga Portugal pada 2012. Pada 2014, dia kembali ke Chelsea, dan akhirnya pindah ke Manchester United pada 2017.

7 dari 8 halaman

Wes Brown

Wes Brown (c) SAFC Wes Brown (c) SAFC

Bek Manchester United itu memenangi lima titel Premier League di era Sir Alex Ferguson. Tetapi, ia tidak kebagian medali pada musim 2008-2009 karena hanya dimainkan delapan kali.

Dua tahun berselang, momen serupa terulang kembali. Wes Brown lagi-lagi tak memperoleh jatah medali.

8 dari 8 halaman

Micah Richards

Pada 2012, Richards tampil dengan nyaris tanpa kesalahan. Ia membantu Manchester City memenangi gelar Premier League untuk kali pertama. Bahkan, dia masuk kandidat penerima penghargaan Pemain Terbaik Tahun Ini di klubnya. Namun, ia kalah dari Sergio Aguero.

Sayangnya, kontribusinya pada musim 2013-2014 minim. Rentetan cedera dan penampilan buruknya membuatnya lebih sering jadi penghangat bangku cadangan. Dia hanya dimainkan dua kali saat City juara musim itu, sehingga tak berhak menerima medali.

Micah Richards akhirnya dipinjamkan ke Fiorentina dan kemudian dilepas pada 2015.

Sumber: The Sun

Disadur dari: Bola.com/Penulis Yus Mei Sawitri

Published: 23 Juli 2020



KOMENTAR

Editorial Lainnya