BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

6 Pemain Yang Pernah Mogok Bermain Untuk Klubnya

08-02-2018 12:27 | Aga Deta

6 Pemain Yang Pernah Mogok Bermain Untuk Klubnya
Carlos Tevez (c) AFP

Bola.net - Bola.net - Kasus Riyad Mahrez saat ini dengan Leicester City tidak bisa disebut sebagai bintang Premier League pertama yang menolak tampil untuk klub mereka.

Pemain sayap asal Aljazair itu merasa sangat frustrasi setelah gagal pindah ke Manchester City pada fase terakhir bursa transfer musim dingin kemarin. Oleh karena itu, ia meresponnya dengan menolak bermain untuk juara Premier League 2016 tersebut.

Berikut ini enam pemain lainnya yang pernah menolak bermain untuk timnya pada era Premier League seperti dilansir FTB90.

1 dari 6 halaman

Pierre van Hooijdonk


Pierre van Hooijdonk


Nottingham Forest yang terancam degradasi berhasil mengamankan striker legendaris Pierre van Hooijdonk dari Celtic pada 1997. Namun suasananya langsung berubah menjadi buruk karena Van Hooijdonk merasa dikhianati oleh pemilik klub yang tidak memenuhi janjinya.

Dia kemudian kembali ke tanah airnya dan menolak bermain antara selama musim panas dan akhir November 1998.

Van Hooijdonk meninggalkan sepak bola Inggris untuk selamanya pada musim panas berikutnya tanpa pernah menunjukkan penampilan terbaiknya.
2 dari 6 halaman

William Gallas


William Gallas


Setelah sudah tidak nyaman di Stamford Bridge menjelang akhir musim 2005/06, mantan bek Chelsea William Gallas langsung menolak bermain di semifinal FA Cup melawan Liverpool agar bisa pindah pada musim panas.

Ketika keinginannya untuk pindah gagal terwujud, Gallas mengancam akan mencetak gol bunuh diri jika Jose Mourinho menurunkannya saat melawan Manchester City dalam pertandingan pembuka di musim berikutnya.

Gertakan pemain Prancis itu ternyata membuahkan hasil karena Gallas akhirnya pindah ke Arsenal.
3 dari 6 halaman

Dimitar Berbatov


Dimitar Berbatov


Penampilan striker Bulgaria Dimitar Berbatov bersama Tottenham menarik perhatian sejumlah klub di Eropa pada musim panas 2008. Namun, pendekatan Manchester United yang akhirnya mempengaruhi pikiran Berbatov di White Hart Lane.

Diminati oleh Sir Alex Ferguson, Chairman Spurs Daniel Levy mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki pilihan lain selain menjual Berbatov seharga 30 juta pounds setelah sang pencetak gol menolak bermain dua kali pada Agustus dalam upayanya untuk pindah ke Old Trafford.
4 dari 6 halaman

Saido Berahino


Saido Berahino


Pernah ditawar 23 juta pounds oleh Tottenham, mantan pemain internasional U21 Inggris itu secara mengejutkan masih belum mencetak gol untuk tim barunya Stoke City, meski bergabung dengan mereka dari West Brom lebih dari setahun yang lalu.

Saat berada di Hawthorns, Berahino sudah dua kali menolak untuk bermain agar bisa pindah ke Spurs. Bahkan pada usaha terakhirnya, Berahino sempat mengancam ketua West Brom Jeremy Peace tapi kemudian ia meminta maaf.
5 dari 6 halaman

Dimitri Payet


Dimitri Payet


Mantan bos West Ham Slaven Bilic menyatakan pada Januari tahun lalu bahwa Dimitri Payet sudah mengatakan kepada klub mengenai niatnya untuk tidak bermain lagi untuk The Hammers.

Berita tersebut tentu saja melukai perasaan penggemar The Hammers dan Bilic berusaya meyakinkan mereka bahwa klub akan menyelesaikan masalah ini dan sang pemain akan kembali tampil.

Namun, seperti kebanyakan pemain yang menolak bermain dalam daftar ini, Payet berhasil mewujudkan keinginannya untuk kembali ke Marseille dengan biaya transfer sebesar 25 juta pounds.
6 dari 6 halaman

Carlos Tevez


Carlos Tevez


Tevez memang tidak bisa lepas dari kontroversi. Bomber Argentina itu pernah menolak masuk ke lapangan dari bangku cadangan pada pertandingan tandang melawan Bayern Munchen di Liga Champions pada September 2011.

Hal itu sontak membuat Tevez dibekukan dari tim utama City oleh Roberto Mancini. Uniknya, Tevez kemudian menghabiskan waktunya dengan bermain golf di kampung halamannya Argentina.

Pada paruh kedua musim, Tevez kembali di waktu yang tepat untuk membantu rekan setimnya mengamankan gelar Premier League mereka yang pertama pada bulan Mei 2012.

KOMENTAR

Editorial Lainnya