BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

5 Tugas Berat Thomas Tuchel Sebagai Pelatih Baru Chelsea

27-01-2021 17:15 | Aga Deta

5 Tugas Berat Thomas Tuchel Sebagai Pelatih Baru Chelsea
Thomas Tuchel (c) Chelsea FC

Bola.net - Chelsea sudah resmi mengangkat Thomas Tuchel sebagai pelatih. Tuchel menggantikan posisi Frank Lampard yang sebelumnya dipecat.

Tuchel menjadi pelatih Jerman pertama di Stamford Bridge. Pria berusia 47 tahun itu sudah membuktikan kualitasnya saat menukangi Borussia Dortmund dan PSG.

Tuchel memenangkan DFP-Pokal bersama Dortmund. Setelah itu, ia mampu menyabet enam gelar dengan PSG termasuk dua gelar Ligue 1 secara beruntun.

Dengan reputasi seperti itu, Chelsea akhirnya mempercayakan Tuchel untuk menggantikan Lampard. Tuchel diharapkan bisa menjadi penyelamat Chelsea.

Namun, jabatan pelatih Chelsea bukanlah pekerjaan mudah. Sebab sejumlah tugas berat sudah menanti mantan pelatih Mainz tersebut.

Apa saja tugas berat yang harus dikerjakan Tuchel di Chelsea? Berikut rangkumannya.

1 dari 5 halaman

Kembalikan Ketajaman Werner

Penyerang Chelsea, Timo Werner (c) AP Photo Penyerang Chelsea, Timo Werner (c) AP Photo

Chelsea menebus klausul rilis Timo Werner senilai 54 juta euro. Dengan biaya transfer sebesar itu, Werner diharapkan bisa mencetak banyak gol seperti saat di RB Leipzig.

Namun sayangnya penampilan Werner hingga pertengahan musim masih jauh dari harapan. Werner baru mencetak 9 gol dari 28 pertandingan di semua kompetisi.

Werner bahkan sudah absen mencetak gol dalam 11 pertandingan Premier League berturut-turut. Tentu, ini menjadi perkejaan yang harus dibenahi oleh Thomas Tuchel.

2 dari 5 halaman

Perbaiki Pertahanan Chelsea

Bek Chelsea Thiago Silva. (c) AP Photo Bek Chelsea Thiago Silva. (c) AP Photo

Chelsea punya masalah yang cukup serius di lini belakang. Barisan pertahanan The Blues bisa dibilang cukup rapuh pada musim ini.

Gawang Chelsea sudah kemasukan 23 gol dalam ajang Premier League sejauh ini. Mereka bahkan hanya mencatatkan dua clean sheet dari sembilan pertandingan di liga.

Thomas Tuchel harus bisa memperbaiki performa lini belakang yang berantakan. Terlebih mereka punya pemain berpengalaman seperti Thiago Silva dan Antonio Rudiger.

3 dari 5 halaman

Kembali ke Papan Atas

Skuad Chelsea merayakan gol Thiago Silva ke gawang West Ham, Premier League 2020/21 (c) AP Photo Skuad Chelsea merayakan gol Thiago Silva ke gawang West Ham, Premier League 2020/21 (c) AP Photo

Chelsea sempat memimpin klasemen Premier League pada 12 Desember 2020. Namun, performa The Blues setelah itu melorot drastis.

Chelsea hanya meraih dua kemenangan dalam delapan pertandingan terakhirnya di Premier League. Alhasil, Timo Werner dan kolega kini terpuruk di posisi ke-10 dengan 29 poin dari 19 laga.

Chelsea terpaut lima angka dari posisi empat besar dan tertinggal 12 poin dari posisi puncak. Thomas Tuchel masih punya banyak waktu untuk mengembalikan The Blues ke papan atas.

4 dari 5 halaman

Temukan Posisi Terbaik Kai Havertz

Pemain Chelsea, Kai Havertz. (c) AP Photo Pemain Chelsea, Kai Havertz. (c) AP Photo

Kai Havertz bergabung dengan Chelsea dengan memecah rekor transfer klub. Namun, harga mahal tidak menjamin Havertz bakal langsung sukses.

Mantan pemain Bayer Leverkusen itu terbilang masih kesulitan untuk memperlihatkan permainan terbaik bersama The Blues. Havertz belum menemukan posisi terbaiknya bersama Chelsea.

Havertz baru menyumbang satu gol dan tiga assist dari 16 pertandingan di Premier League. Thomas Thucel diharapkan bisa menemukan tempat terbaik untuk sang pemain.

5 dari 5 halaman

Raih Juara

Chelsea (c) AP Photo Chelsea (c) AP Photo

Chelsea sudah mengeluarkan dana besar untuk belanja pemain pada bursa transfer musim panas lalu. Tujuan utamanya tentu saja ingin meraih juara.

Chelsea saat ini tertinggal 12 poin dari Manchester City yang menghuni puncak klasemen. Secara matematis, The Blues masih punya peluang untuk meraih juara liga.

Chelsea juga belum tersingkir dalam ajang Liga Champions dan juga FA Cup. Thomas Tuchel masih punya kesempatan untuk mempersembahkan gelar kepada The Blues.



KOMENTAR

Editorial Lainnya