BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

5 Rekrutan Pertama Jurgen Klopp di Liverpool, Bagaimana Nasibnya Kini?

27-11-2020 15:24 | Aga Deta

5 Rekrutan Pertama Jurgen Klopp di Liverpool, Bagaimana Nasibnya Kini?
Ekspresi Jurgen Klopp ketika di laga Everton vs Liverpool, Sabtu 17 Oktober 2020. (c) AP Photo

Bola.net - Sejak kedatangannya pada Oktober 2015, Juergen Klopp telah mengubah nasib Liverpool. The Reds berhasil meraih sejumlah gelar bersama Klopp.

Klopp telah berhasil mempersembahkan empat trofi selama bekerja di Anfield. Itu termasuk trofi Liga Champions dan juga gelar Premier League.

Salah satu faktor keberhasilan Klopp itu tentu saja berkat kejeliannya dalam merekrut pemain. Hampir seluruh pemain rekrutannya mampu tampil mengesankan di klub.

Selama menjadi manajer Liverpool, Klopp sudah menghabiskan lebih 500 juta pounds untuk membeli pemain. Sejauh ini sudah 26 pemain yang berhasil diboyong Klopp ke Liverpool.

Virgil van Dijk tercatat sebagai rekrutan termahal Klopp di Liverpool. Pemain asal Belanda itu ditebus dengan biaya 84,6 juta euro dari Southampton.

Van Dijk mampu menjadi pemain penting di lini belakang Liverpool. Namun, bagaimana dengan kiprah rekrutan awal Klopp di Liverpool?

Berikut ini adalah 5 rekrutan pertama Klopp setelah menukangi Liverpool.

1 dari 5 halaman

Marko Grujic

Marko Grujic (c) LFC Marko Grujic (c) LFC

Marko Grujic merupakan rekrutan pertama Jurgen Klopp sebagai manajer Liverpool pada Januari 2016. Ia ditebus dengan biaya 5,1 juta pounds dari Red Star Belgrade.

Namun sang gelandang tidak pernah mendapat kesempatan di Liverpool. Ia hanya mencatatkan 16 penampilan di semua kompetisi bersama The Reds.

Grujic menghabiskan tiga musim terakhir dengan status pinjaman di Cardiff City dan Hertha Berlin. Pada musim ini gelandang Serbia itu menjalani masa peminjaman di Porto.

2 dari 5 halaman

Steven Caulker

Steven Caulker (c) Mirror Steven Caulker (c) Mirror

Steven Caulker bergabung dengan Liverpool pada Januari 2016. Ia datang ke klub dengan status pinjaman dari Queens Park Rangers.

Caulker hanya tampil empat kali untuk Liverpool. Namun, Klopp pernah memainkan bek tengah asal Inggris itu sebagai penyerang dadakan.

Caulker hanya bertahan enam bulan saja di Anfield. Pemain berusia 28 tahun itu sekarang bermain untuk Alanyaspor di Turki.

3 dari 5 halaman

Kamil Grabara

Kamil Grabara (c) LFC Kamil Grabara (c) LFC

Kamil Grabara didatangkan Liverpool dari tim Polandia, Ruch Chorzow pada 2016. Sebelum datang ke Anfield, sang kiper juga diminati Manchester City dan Manchester United.

Grabara sempat berlatih dengan tim utama Liverpool. Meski begitu, sang pemain masih menunggu penampilan senior pertamanya untuk The Reds.

Pemain berusia 21 tahun itu menghabiskan musim 2019-20 dengan status pinjaman di Huddersfield Town. Kini Grabara tengah dipinjamankan ke klub Liga Denmark AGF.

4 dari 5 halaman

Sadio Mane

Ekspresi Sadio Mane pasca membobol gawang Norwich City (16/2/2020) (c) AP Photo Ekspresi Sadio Mane pasca membobol gawang Norwich City (16/2/2020) (c) AP Photo

Sadio Mane bergabung dengan Liverpool dari Southampton pada tahun 2016. The Reds mengeluarkan 34 juta pounds untuk merekrut Mane.

Mane kini menjadi pemain penting di lini depan Liverpool. Ia membentuk kombinasi yang mematikan bersama Mohamed Salah, Roberto Firmino maupun Diogo Jota.

Penyerang asal Senegal tersebut telah mencetak 86 gol dalam 183 penampilan di semua kompetisi untuk Liverpool. Mane juga membuat 37 assist untuk rekan setimnya.

5 dari 5 halaman

Loris Karius

Loris Karius (c) AFP Loris Karius (c) AFP

Loris Karius bergabung dengan Liverpool dari Mainz 05 pada 2016. Pemain Jerman tersebut dianggap sebagai kiper dengan prospek bagus saat itu.

Namun, Karius sering membuat kesalahan besar selama berada di bawah mistar gawang. Salah satunya saat kekalahan Liverpool di final Liga Champions 2018 dari Real Madrid.

Karius tersingkir dari skuad Liverpool sejak saat itu. Setelah menghabiskan dua musim terakhir di Besiktas, Karius sekarang bermain di Union Berlin dengan status pinjaman.

Sumber: berbagai sumber



KOMENTAR

Editorial Lainnya