BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

5 Pemain yang Gagal Bersinar di Chelsea

25-06-2020 14:37 | Aga Deta

5 Pemain yang Gagal Bersinar di Chelsea
Stadion Chelsea, Stamford Bridge (c) AP Photo

Bola.net - Chelsea merupakan salah satu klub yang cukup sukses di Inggris. Klub berjulukan The Blues itu dikenal punya akademi yang kerap melahirkan pemain-pemain hebat.

Namun, jarang ada pemain akademi yang mampu bersinar di Chelsea. Alasannya karena ketatnya persaingan yang ada di kubu Stamford Bridge.

Selain itu, Chelsea juga kerap membuang-buang uang dalam mendatangkan pemain. Sosok yang didatangkan malah sering menghuni bangku cadangan, bahkan dilepas.

Beberapa pemain pernah tersisih setelah bermain di tim reguler Chelsea. Perannya kemudian terlupakan sehingga harus dijual ke klub lainnya.

Squawka mencatat ada 16 pemain yang pernah terlupakan di Chelsea. Namun, Bola.net hanya fokus pada lima nama saja yang memiliki nama besar. Siapa saja?

1 dari 5 halaman

Fabio Borini

Striker Hellas Verona, Fabio Borini. (c) Twitter Striker Hellas Verona, Fabio Borini. (c) Twitter

Fabio Borini merupakan pemain asli binaan akademi Chelsea. Pada 2009, Borini sempat berhasil menembus tim utama Chelsea.

Namun, persaingan di lini sayap Chelsea sangat ketat. Sehinga Borini sempat dipinjamkan ke Swansea City.

Borini kemudian bergabung dengan Parma pada 2011. Secara keseluruhan, pemain asal Italia itu hanya bermain sebanyak delapan kali. Saat ini, Borini masih aktif bermain dan membela Verona di Serie A.

2 dari 5 halaman

Franco Di Santo

Franco Di Santo (c) PA Franco Di Santo (c) PA

Franco Di Santo didatangkan Chelsea pada 2008 dari klub Cile, Audax Italiano. Sayangnya, kebersamaan Franco Di Santo bersama The Blues hanya berlangsung selama dua musim.

Pemain asal Argentina itu kalah bersaing dengan penyerang Chelsea lainnya, semisal Didier Drogba, Nicolas Anelka, dan Salomon Kalou.

Franco Di Santo kemudian dipinjamkan ke Blackburn Rovers. Pada 2010, pemain berusia 31 tahun itu kemudian hengkang dari Chelsea dan merapat ke Wigan Athletic. Bersama Chelsea, Franco Di Santo hanya bermain sebanyak 18 kali dan belum mencetak gol.

3 dari 5 halaman

Patrick van Aanholt

Patrick Van Aanholt (c) CPFC Patrick Van Aanholt (c) CPFC

Patrick van Aanholt merupakan pemain asli binaan akademi Chelsea. Pada 2009, pemain asal Belanda itu sempat dipromosikan ke tim reguler.

Namun, Patrick van Aanholt minim kesempatan bermain dan harus menjalani beberapa kali masa pinjaman. Patrick van Aanholt pernah dibuang ke Covenrty City, Newcastle United, Leicester City, Wigan Athletic, hingga Vitesse.

Pada 2014, Patrick van Aanholt memutuskan untuk hengkang ke Sunderland. Bersama Chelsea, Patrick van Aanholt hanya bermain delapan kali dan mencetak satu gol. Saat ini, Patrick van Aanholt menjadi pemain penting di Crystal Palace.

4 dari 5 halaman

Oriol Romeu

Oriol Romeu (c) CFC Oriol Romeu (c) CFC

Oriol Romeu diboyong Chelsea dari Barcelona pada 2011. Namun, pemain asal Spanyol itu kesulitan bersaing sehingga harus menjalani dua masa pinjaman bersama Valencia dan Stuttgart.

Pada 2015, Oriol Romeu memutuskan untuk bergabung dengan Southampton. Secara keseluruhan, Romeu tampil 33 kali dan mencetak satu gol untuk The Blues.

Sejak saat itu, Romeu menjadi pemain kunci Southampton. Sejauh ini, pemain berusia 28 tahun sudah tampil sebanyak 151 dan mencetak empat gol untuk The Saints.

5 dari 5 halaman

Thorgan Hazard

Thorgan Hazard (c) DFL Thorgan Hazard (c) DFL

Thorgan Hazard menjadi pemain Chelsea yang memiliki nasib paling apes. Diboyong Chelsea dari Lens pada 2012, Thorgan Hazard belum sekalipun membela Chelsea.

Sewaktu didatangkan Chelsea, Thorgan Hazard mengalami dua kali masa pinjaman bersama Zulte Waregem dan Borussia Monchengladbach. Pemain asal Belgia itu akhirnya hengkang ke Monchengladbach pada 2015.

Bersama Monchengladbach, Thorgan Hazard tampil memukau. Adik Eden Hazard itu menjadi bagian penting di tim. Pada 2019, Thorgan Hazard didatangkan Borussia Dortmund dan saat ini menjadi bagian penting dari tim tersebut.

Sumber: Squawka

Disadur dari: Bola.com (penulis Zulfirdaus Harahap/editor Benediktus Gerendo Pradigdo)

Published 24/6/2020



KOMENTAR

Editorial Lainnya