BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

5 Pemain yang Bisa Sukses Setelah Meninggalkan Barcelona

26-08-2020 20:50 | Aga Deta

5 Pemain yang Bisa Sukses Setelah Meninggalkan Barcelona
Thiago Alcantara bersama trofi Liga Champions musim 2019/2020 (c) Twitter Thiago Alcantara

Bola.net - Barcelona merupakan klub besar dengan segudang prestasi yang diraih dalam beberapa tahun terakhir. Wajar bila klub asal Catalan itu menjadi destinasi favorit bagi pemain muda dan pemain bintang.

Perkembangan pesat yang dialami Barcelona mulai terjadi pada 2004. Sejak saat itu, kubu Camp Nou sampai saat ini berhasil mengumpulkan 10 gelar La Liga, enam gelar Copa del Rey, delapan gelar Supercopa, empat gelar Liga Champions, tiga gelar Piala Dunia Antarklub, dan tiga gelar Piala Super Eropa.

Pencapaian yang diraih Barcelona itulah yang membuat mereka tak kesulitan mendatangkan pemain bintang dan berkualitas. Sejumlah pemain bintang berhasil diangkut dengan proses negosiasi yang tidak alot.

Kehadiran para pemain bintang itu diharapkan bisa ikut menjadi bagian dari kesuksesan Barcelona. Namun, pada kenyataannya persaingan yang terjadi di Barcelona sangatlah ketat.

Kondisi itu lantas membuat ada sejumlah nama pemain bintang yang harus tersisih. Ketatnya persaingan hingga konflik internal dengan rekan setim menjadi alasan utama mereka tak punya karier langgeng di Barcelona.

Kesuksesan justu berhasil diraih setelah mereka memberanikan diri hengkang. Performa meroket ditunjukkan beberapa pemain setelah meninggalkan Barcelona.

Lantas siapa saja pemain bintang yang tak memiliki karier langgeng di Barcelona. Berikut ini lima nama yang kariernya justru meroket setelah meninggalkan Barcelona.

1 dari 5 halaman

Juan Riquelme

Juan Roman Riquelme (c) La Liga Juan Roman Riquelme (c) La Liga

Juan Riquelme bergabung dengan Barcelona pada 2002 setelah diangkut dari Boca Junior. Sayangnya, karier Juan Riquelme di Camp Nou hanya berlangsung selama setahun.

Selama itu, Juan Riquelme gagal bersaing dan lebih sering menjadi pelapis. Juan Riquelme kemudian dipinjamkan ke Villarreal pada 2003 hingga dipermanenkan pada 2005.

Meskipun hanya meraih satu trofi yakni Piala Intertoto Eropa 2004, Riquelme punya peran penting di Villarreal. Pemain asal Argentina itu mengumpulkan 141 penampilan dan mencetak 45 gol dan sembilan assist.

Pada 2007, Juan Riquelme sempat dipinjamkan ke Boca Junior dan dipermanenkan pada 2007. Juan Riquelme bermain hingga 2014 di Boca Junior dan sempat membela Argetinos Juniors hingga pensiun di tahun yang sama.

2 dari 5 halaman

Thiago Alcantara

Thiago Alcantara ketika membela Bayern Munchen melawan PSG di final Liga Champions. (c) AP Photo Thiago Alcantara ketika membela Bayern Munchen melawan PSG di final Liga Champions. (c) AP Photo

Thiago Alcantara merupakan produk asli binaan akademi Barcelona. Pada 2009, Thiago Alcantara mendapatkan kesempatan menembus tim utama klub asal Catalan.

Namun, kebersamaan Thiago Alcantara bersama Barcelona hanya berlangsung selama empat tahun. Pemain asal Spanyol itu akhirnya dilepas ke Bayern Munchen pada 2013.

Bersama Bayern, Thiago Alcantara menjadi pilihan utama di lini tengah. Thiago Alcantara berhasil meraih sejumlah gelar bersama klub asal Jerman itu.

Perinciannya adalah tujuh gelar Bundesliga, empat gelar DFB-Polak, tiga gelar Piala Super Jerman, dan satu gelar Piala Dunia Antarklub. Saat ini, Thiago Alcantara berpeluang menambah gelar bersama Bayern Munchen andai mampu mengalahkan Paris Saint-Germain di final Liga Champions 2019-2020.

3 dari 5 halaman

Alexis Sanchez

Alexis Sanchez (c) AP Photo Alexis Sanchez (c) AP Photo

Alexis Sanchez bergabung dengan Barcelona pada 2011 dari Udinese. Namun, karier pemain asal Cile di Camp Nou hanya berlangsung selama tiga tahun.

Alexis Sanchez akhirnya bergabung dengan Arsenal dan meraih dua gelar Piala FA dan satu gelar Community Shield. Bersama Arsenal, Sanchez menjadi predator tajam dan sukses mencetak 80 gol dan 45 assist dalam 166 pertandingan. Jumlah itu lebih banyak dari pencapaiannya di Barcelona yakni sumbangan 47 gol dan 26 assist dalam 141 laga.

Pada 2018, Sanchez bergabung dengan Manchester United. Ini menjadi titik penurunan karier Sanchez hingga akhirnya dipinjamkan ke Inter Milan pada 2019.

Performa Sanchez kembali berangsur menanjak bersama Inter Milan. Sanchez mulai mendapatkan kepercayaan diri kembali dan bermain apik di bawah asuhan pelatih Antonio Conte.

4 dari 5 halaman

Cesc Fabregas

Cesc Fabregas (c) AP Photo Cesc Fabregas (c) AP Photo

Cesc Fabregas sejatinya merupakan pemain asli binaan akademi Barcelona. Namun, Fabregas justru bermain untuk Arsenal saat menandatangani kontrak profesionalnya.

Fabregas kembali ke Barcelona pada 2011 atau setelah delapan tahun bersinar di Arsenal. Namun, kebersamaan Fabregas dan Barcelona hanya berlangsung selama tiga tahun.

Fabregas kemudian bergabung dengan Chelsea. Bersama klub asal London Barat, pemain asal Spanyol sukses mempersembahkan dua gelar Premier League dan satu gelar Piala Liga.

Karier Fabregas di Chelsea cukup panjang yakni selama lima tahun. Pada 2019, sang pemain akhirnya hengkang dan saat ini membela AS Monaco.

5 dari 5 halaman

Zlatan Ibrahimovic

Striker AC Milan, Zlatan Ibrahimovic (c) AP Photo Striker AC Milan, Zlatan Ibrahimovic (c) AP Photo

Zlatan Ibrahimovic merapat ke Barcelona pada musim 2009-2010. Ketika itu, Ibrahimovic diangkut dari Inter Milan dengan mahar mencapai 46 juta euro dan menandatangani kontrak berdurasi lima tahun.

Namun, kebersamaan Ibrahimovic bersama Barcelona hanya bertahan selama semusim. Sang pemain terlibat konflik dengan pelatih Pep Guardiola dan Lionel Messi.

Padahal, Ibrahimovic tampil gemilang bersama Barcelona yakni dengan sumbangan 22 gol dan 13 assist dalam 46 laga. Ibrahimovic akhirnya dipinjamkan ke AC Milan semusim hingga dipermanenkan pada 2011.

Setelah meninggalkan Barcelona, penampilan Ibrahimovic langsung meroket bersama klub yang dibelanya. Ibrahimovic selalu mempersembahkan gelar bersama klub yang dibelanya seperti AC Milan, Paris Saint-Germain, hingga Manchester United.

Disadur dari Bola.com/Penulis Zulfirdaus Harahap/ Editor Yus Mei Sawitri

Published: 22 Agustus 2020



KOMENTAR

Editorial Lainnya