BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

5 Pemain Hebat Yang Tak Pernah Bela Timnas

19-11-2018 14:22 | Aga Deta

5 Pemain Hebat Yang Tak Pernah Bela Timnas
Mikel Arteta. (c) AP

Bola.net - Bola.net - Semua pemain sepakbola tentu saja punya impian untuk membela tim nasional negaranya masing-masing. Apalagi jika mereka bisa tampil di turnamen internasional seperti Piala Dunia.

Namun, performa yang hebat tidak selalu menjadi jaminan seorang pemain bakal dipanggil memperkuat tim nasional. Tidak sedikit pemain hebat yang mengalami nasib seperti itu.

Ada banyak faktor yang menghalangi pemain untuk bisa membela negaranya. Cedera, kalah persaingan hingga sentimen pelatih bisa menjadi salah satu faktornya.

Berikut ini lima pemain hebat yang tak pernah membela timnas seperti dilansir Fox Sports.

1 dari 6 halaman

Steve Bruce (Inggris)

Steve Bruce (c) AFP Steve Bruce (c) AFP

Bersama dengan Bryan Robson di lini tengah dan Gary Pallister di pertahanan, Steve Bruce adalah pemain yang membuat pertahanan Manchester United solid pada awal 1990-an. Ia membantu memenangkan gelar Premier League pertama The Red Devils dan memainkan peran penting dalam dominasi United pada saat itu.

Robson bisa menjadi 'kapten fantastis' untuk klub dan negaranya, dan Pallister bahkan membuat 22 penampilan untuk Inggris.

Namun, Bruce tidak pernah dipanggil meskipun menjadi salah satu pemain terbaik di negaranya pada posisinya dan membuat lebih dari 300 penampilan untuk klubnya.

2 dari 6 halaman

Steed Malbranque (Prancis)

Steed Malbranque (c) AFP Steed Malbranque (c) AFP

Memulai karirnya di Lyon, Malbranque adalah salah satu pemain terbaik Fulham selama beberapa tahun sebelum melanjutkan kariernya di Tottenham dan Sunderland.

Setelah 10 tahun di Inggris, ia kembali ke Prancis untuk mengakhiri kariernya bersama Saint-Etienne, Lyon, Caen, dan MDA Chasselay.

Meski tidak pernah dianggap sebagai pemain bintang, penampilannya di klub sangat konsisten. Namun, hal itu sepertinya tidak pernah mampu meyakinkan pelatih timnas Prancis untuk melihat kemampuannya.

Lahir di Mouscron, Malbranque sebenarnya memenuhi syarat untuk membela Belgia, tetapi mereka juga mengabaikan sang pemain.

3 dari 6 halaman

Mikel Arteta (Prancis)

Mikel Arteta (c) AFP Mikel Arteta (c) AFP

Spanyol benar-benar punya talenta yang sangat melimpah selama dekade terakhir.

Pasa masa 'Golden Era', kekuatan La Roja selama 10 tahun terakhir sangat luar biasa dan untuk itu, tidak terlalu sulit untuk memahami mengapa Mikel Arteta tidak pernah berhasil masuk timnas senior.

Andres Iniesta dan Xavi sudah mengunci posisi gelandang dan meskipun Arteta juga berasal dari La Masia, itu tidak cukup untuk membuatnya mendapat kesempatan membela negaranya.

Bahkan beberapa tahun yang solid di Everton dan perubahan posisi di bawah Arsene Wenger saat di Arsenal tidak bisa membuat Arteta memperkuat La Roja meski ia sangat layak mengenakan seragam Spanyol.

Meski media Inggris melaporkan pada tahun 2010 bahwa Arteta memenuhi syarat bermain untuk Inggris, informasi ini ternyata tidak benar. Itu menghancurkan harapan sang pemain untuk tampil di pentas internasional.

4 dari 6 halaman

Paolo Di Canio (Italia)

Paolo Di Canio (c) AFP Paolo Di Canio (c) AFP

Di Canio merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah dihasilkan Italia tetapi tidak pernah mengenakan seragam Azzurri.

Meski Di Canio punya kemampuan alami yang luar biasa, sayangnya, kontroversi selalu mengikutinya kemana pun ia pergi. Mungkin Di Canio tidak bisa memperkuat negaranya karena kegemarannya mendapat masalah.

Pada usia 30-an, ia menikmati karier sepakbola terbaiknya di West Ham (1999 hingga 2003), bahkan kejeniusannya di London timur tidak cukup untuk memberinya debut di tim nasional senior Italia.

5 dari 6 halaman

Gabi (Spanyol)

Gabi berduel dengan Danny Welbeck. (c) AFP Gabi berduel dengan Danny Welbeck. (c) AFP

Seperti Arteta, langkah gelandang Atletico Madrid Gabi Fernandez untuk ke tim nasional senior Spanyol terhalang oleh barisan lini tengah terbaik La Roja sepanjang masa.

Kapten Rojiblancos saat juara La Liga, dua final Liga Champions, juara Copa del Rey pada tahun 2013 dan juara Liga Europa, Gabi adalah mata dan telinga Diego Simeone di lapangan.

Pekerja keras dan pemain yang agresif dan konsisten di panggung terbesar Eropa, sangat disayangkan kalau pemain dengan kualitas seperti itu tidak pernah bisa mendapatkan kesempatan membela Spanyol.

6 dari 6 halaman

Video Menarik

Para Warganet mulai geram dengan hasil minor yang diterima Timnas Indonesia di Piala AFF 2018 dan menginginkan Ketum PSSI, Edy Rahmayadi mundur.


Jadwal Liverpool vs Chelsea di UEFA Super Cup 2019

KOMENTAR

Editorial Lainnya