BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

5 Pemain AC Milan yang Bakal Kesulitan Bermain Musim Ini

07-08-2019 13:51 | Aga Deta

5 Pemain AC Milan yang Bakal Kesulitan Bermain Musim Ini
Marco Giampaolo (c) AP Photo

Bola.net

AC Milan akan segera memulai musim 2019/20 di bawah asuhan pelatih baru Marco Giampaolo. Arsitek berusia 52 tahun itu diboyong dari Empoli.

Milan hanya mampu finis di peringkat kelima dalam ajang Serie A pada musim lalu. Dengan demikian, Rossoneri gagal mendapat tiket ke Liga Champions.

Hal itulah yang membuat Milan berpisah dengan Gennaro Gattuso pada akhir musim. The Rino meninggalkan Milan setelah menangani klub selama 18 bulan.

Setelah menunjuk Giampaolo sebagai pelatih baru, Rossoneri cukup aktif di bursa transfer musim panas ini. Mereka setidaknya sudah berhasil memboyong lima pemain baru ke San Siro.

Kini Giampaolo diharapkan bisa memberikan kesuksesan kepada Milan pada musim ini. Namun, sepertinya akan ada beberapa pemain yang kesulitan mendapat kesempatan bermain di bawah kepemimpinannya.

Berikut ini lima pemain AC Milan yang bakal kesulitan mendapat menit bermain di bawah Marco Giampaolo pada musim ini seperti dilansir Ronaldo.com.

1 dari 5 halaman

Ricardo Rodriguez

Ricardo Rodriguez (c) ACM Ricardo Rodriguez (c) ACM

Pemain internasional Swiss itu sudah menjadi pemain yang konsisten untuk AC Milan dalam beberapa musim terakhir. Namun, kedatangan Theo Hernandez mungkin bisa mengubah situasinya.

Rodriguez bermain dalam 35 pertandingan liga pada musim lalu. Ia juga berhasil mencetak tiga assist di kompetisi tersebut.

Theo bisa mengurangi kesempatan bermain Rodriguez pada musim ini. Sebab, mereka berdua akan bersaing ketat memperebutkan tempat di posisi bek kiri Rossoneri.

2 dari 5 halaman

Rade Krunic

Rade Krunic (c) AC Milan.com Rade Krunic (c) AC Milan.com

Rade Krunich bergabung dengan AC Milan pada musim panas ini dari Empoli pada musim panas ini. Ia memutuskan pindah setelah tidak mampu menyelamatkan Empolo dari degradasi.

Pemain internasional Bosnia itu bisa dibilang sebagai pemain yang sangat solid di Serie A. Namun, masih harus dilihat apakah ia bisa bertahan di klub yang jauh lebih besar.

Kehadiran pemain-pemain seperti Franck Kessie, Giacomo Bonaventura dan Ismael Bennacer mungkin membuat situasi Krunic sulit di San Siro. Meski berbakat, Krunic masih belum terbukti di klub besar.

3 dari 5 halaman

Fabio Borini

Fabio Borini. (c) AFP Fabio Borini. (c) AFP

Beberapa tahun yang lalu, Fabio Borini diharapkan menjadi pemain besar bagi Liverpool. Namun, pemain Italia tidak mampu menunjukkan potensi awalnya selama waktunya dengan AS Roma.

Sekarang, Borini sudah memperkuat AC Milan selama dua tahun terakhir. Akan tetapi, sang pemain lebih sering dimainkan sebagai winger hingga bek sayap kanan.

Namun, penampilan yang tidak konsisten membuat Borini gagal menyadari potensi sebenarnya. Dan dengan Hakan Calhanoglu sebagai starter reguler, Borini pasti akan kesulitan menggeser pemain internasional Turki tersebut.

4 dari 5 halaman

Diego Laxalt

Diego Laxalt memperkuat Uruguay di Copa America 2019 (c) AP Photo Diego Laxalt memperkuat Uruguay di Copa America 2019 (c) AP Photo

Pemain internasional Uruguay itu adalah pemain yang sangat berbakat. Ia bisa bermain sebagai full back, pemain sayap kiri dan gelandang kiri.

Namun, Laxalt kesulitan mendapat kesempatan bermain reguler di AC Milan musim lalu. Mantan pemain Inter Milan itu hanya memainkan 20 pertandingan di liga.

Laxalt harus bisa menyesuaikan sistem baru di bawah pelatih Marco Giampaolo. Kalau tidak, sang pemain tidak akan tampil reguler di starting XI Milan.

5 dari 5 halaman

Pepe Reina

Pepe Reina (c) acm Pepe Reina (c) acm

Kiper veteran itu seharusnya tidak menjadi pelapis Gianluigi Donnarumma. Namun, Reina tidak akan pernah menjadi kiper nomor satu di AC Milan.

Pemain Spanyol itu hanya memainkan 4 pertandingan liga pada musim lalu. Dari sekian kesempatan itu, gawang Reina kebobolan 5 gol.

Meski tidak akan banyak bermain pada musim ini, pengalaman Reina akan sangat berguna bagi para pemain muda Milan. Itu mungkin menjadi alasan Giampaolo tetap mempertahankan sang kiper.


Lompatan Spektakuler Ronaldo, Penyelamat Juventus

KOMENTAR

Editorial Lainnya