BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

5 Pelatih yang Bisa Gantikan Ernesto Valverde di Barcelona

05-09-2019 14:29 | Aga Deta

5 Pelatih yang Bisa Gantikan Ernesto Valverde di Barcelona
Ernesto Valverde (c) AP Photo

Bola.net - Barcelona mengalami kesulitan pada awal musim ini di ajang La Liga. Penampilan mereka masih belum sesuai dengan harapan.

Barcelona hanya meraih satu kemenangan, satu hasil imbang dan satu kekalahan. Hasil itu membuat mereka tertambat di peringkat kedelapan di La Liga.

Ernesto Valverde sekarang punya tugas yang berat untuk membangkitkan Barcelona. Kalau tidak, bukan tidak mungkin mantan pelatih Athletic Bilbao itu akan didepak.

Start yang buruk mulai menambah tekanan kepada Valverde. Terlebih, pelatih asal Spanyol itu sejauh ini belum mampu memberikan trofi Liga Champions.

Ada kemungkinan kalau Barcelona melakukan pergantian pelatih jika situasi tidak membaik. Jika Valverde dipecat, lantas siapa pelatih yang akan menggantikannya?

Berikut ini lima pelatih yang bisa menggantikan Ernesto Valverde di Barcelona seperti dilansir inews.

1 dari 5 halaman

Xavi

Xavi (c) FCB Xavi (c) FCB

Xavi adalah salah satu pemain terbaik Barcelona. Petinggi klub seharusnya tidak perlu khawatir jika Xavi kembali dengan sensasional ke Camp Nou.

Xavi bermain lebih dari 750 kali untuk Barcelona di semua kompetisi. Ia sudah sangat mengenal klub tetapi tetapi minimnya pengalaman menjadi kekhawatiran sendiri.

Dia baru pensiun pada akhir musim lalu dan kemudian diangkat sebagai manajer Al Sadd di Qatar.

2 dari 5 halaman

Roberto Martinez

Roberto Martinez (c) AFP Roberto Martinez (c) AFP

Siapa yang menyangka beberapa tahun yang lalu Roberto Martinez difavoritkan sebagai pelatih Barceona. Dia akan menjadi orang pertama yang menangani Barca dan Wigan Athletic.

Meski sering dicemooh di Inggris, gaya permainan menyerang Martinez akan menarik bagi mereka yang ada di Nou Camp. Ia sudah tampil mengesankan di sepakbola internasional bersama Belgia

Martinez berhasil membimbing Belgia mendapatkan medali perunggu di Piala Dunia musim panas lalu.

3 dari 5 halaman

Luis Enrique

Luis Enrique saat melatih timnas Spanyol di laga melawan Bosnia (19/11/2018) (c) AFP Luis Enrique saat melatih timnas Spanyol di laga melawan Bosnia (19/11/2018) (c) AFP

Luis Enrique adalah pria langka yang bisa mengklaim tahu lebih banyak tentang cara kerja Barcelona daripada Xavi. Dia menghabiskan delapan tahun di sana sebagai pemain, dan memulai karier manajerialnya dengan Barcelona B.

Enrique juga sudah pernah menjadi pelatih tim senior selama tiga tahun dan pergi pada 2017. Namun, setelah itu terjadi perpecahan, dan Enrique memilih untuk tidak memperpanjang kontraknya dan mengambil pekerjaan sebagai pelatih Spanyol.

Enrique memiliki persentase kemenangan 76,2 dalam musim pertamanya. Ia memenangkan La Liga dua kali, Copa Del Rey tiga kali dan Liga Champions pada 2014-15 - kemenangan terakhir klub di Eropa.

4 dari 5 halaman

Erik ten Hag

Pelatih Ajax Amsterdam, Erik ten Hag. (c) AP Photo Pelatih Ajax Amsterdam, Erik ten Hag. (c) AP Photo

Pelatih Ajax Ten Hag mungkin adalah salah satu pilihan yang populer untuk Barcelona. Itu tidak mengejutkan jika melihat penampilan mengesankan tim muda Ajax musim lalu.

Ten Hag mampu membawa Ajax menuju semifinal Liga Champions. Mereka berhasil menyingkirkan Real Madrid pada babak 16 besar.

Ten Hag sudah memiliki hubungan yang bagus dengan gelandang Frenkie de Jong. Ia punya potensi untuk menjadi pelatih impian setiap penggemar Barca jika dia bisa mereplikasi karyanya di Amsterdam ke Catalan.

5 dari 5 halaman

Mauricio Pochettino

Mauricio Pochettino (c) AP Mauricio Pochettino (c) AP

Pochettino mungkin sudah aman dari genggaman Real Madrid setelah Zinedine Zidane kembali di musim panas. Namun, raksasa Spanyol lainnya mungkin masih bisa membajaknya.

Tidak dipungkiri, Pochettino sangat frustrasi dengan anggaran transfernya di Tottenham. Kini kesempatan Spurs untuk memenangkan gelar juga mulai menipis.

Namun, tidak ada klub yang lebih baik dari Barcelona untuk memenangkan gelar. Akan tetapi, kurangnya gelar ditambah hubungannya dengan rival lokal Espanyol bisa menghambatnya ke Catalan.


Gabungkan Tenis Meja dan Sepakbola, Olahraga ini Bisa Dicoba Saat Lomba 17 Agustus

KOMENTAR

Editorial Lainnya