BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

5 Alasan MU Harus Pecat Ole Gunnar Solskjaer

18-10-2021 12:24 | Aga Deta

5 Alasan MU Harus Pecat Ole Gunnar Solskjaer
Ekspresi Ole Gunnar Solskjaer, pada duel melawan Leicester City di pekan ke-8 Premier League 2021/2022 (c) AP Photo

Bola.net - Manchester United kembali meraih hasil yang buruk dalam ajang Premier League. Setan Merah baru saja kalah 2-4 dari tuan rumah Leicester City, Sabtu (16/10/2021) malam WIB.

Kekalahan itu membuat Setan Merah masih belum keluar dari krisis. Pasalnya Marcus Rashford dan kolega hanya menang sekali dalam lima pertandingan terakhirnya.

Dengan skuat yang dimiliki, Ole Gunnar Solskjaer diharapkan bisa membentuk tim yang tangguh. Namun, performa Setan Merah sejauh ini justru tidak memuaskan.

Alhasil, mayoritas pendukung MU telah kehilangan kepercayaan kepada Solskjaer. Terkait hal itu, tagar #OleOut kembali menggema di media sosial.

Berkut ini lima alasan mengapa Manchester United sebaiknya berpisah dengan Solskjaer.

1 dari 5 halaman

MU Sering Kalah dari Tim yang Lebih Lemah

Bek dan kapten Manchester United, Harry Maguire (c) AP Photo
Bek dan kapten Manchester United, Harry Maguire (c) AP Photo

Manchester United punya skuat yang bagus pada musim ini. Namun, Setan Merah terlihat kesulitan saat menghadapi tim-tim yang levelnya berada di bawah mereka.

Pada Premier League 2021/22, MU telah kehilangan poin melawan tim-tim seperti Southampton, Aston Villa, dan Everton. Mereka juga disingkirkan West Ham dalam ajang Carabao Cup dan takluk dari Young Boys di Liga Champions.

Di Premier League, MU selanjutnya akan menghadapi Tottenham, Liverpool dan Manchester City. Itu akan menjadi ujian berat bagi Solskjaer.

2 dari 5 halaman

Pemilihan Pemain yang Salah

Manchester United kalah dengan skor 4-2 saat berjumpa Leicester City di pekan ke-8 Premier League 2021/2022 (c) AP Photo
Manchester United kalah dengan skor 4-2 saat berjumpa Leicester City di pekan ke-8 Premier League 2021/2022 (c) AP Photo

Ole Gunnar Solskjaer memiliki beberapa pemain fantastis di skuatnya. Namun, dia kesulitan memilih tim yang tepat untuk beberapa pertandingan.

Salah satu contohnya adalah menempatkan Cristiano Ronaldo di bangku cadangan ketika menghadapi Everton. Padahal, bintang asal Portugal tersebut sedang dalam performa terbaiknya.

Kesalahan besar Solskjaer lainnya adalah pemilihan pemain lini tengah. Dengan duet Fred dan Scott McTominay, MU memiliki pertahanan relatif lebih baik tapi mereka kesulitan saat menyerang.

3 dari 5 halaman

Tak Bisa Manfaatkan Kualitas Pemain

Aksi Donny van de Beek ketika membela Manchester United dalam laga putaran ketiga Carabao Cup hari Kamis (23/9/2021). (c) Manchester United FC
Aksi Donny van de Beek ketika membela Manchester United dalam laga putaran ketiga Carabao Cup hari Kamis (23/9/2021). (c) Manchester United FC

Manchester United memiliki skuat bertabur bintang. Namun, Ole Gunnar Solskjaer belum memanfaatkannya sebaik mungkin.

Contoh yang terkenal adalah Donny van de Beek yang mengkilap bersama Ajax Amsterdam. Namun, pemain asal Belanda tersebut tak banyak bermain di bawah asuhan Solskjaer.

Jadon Sancho belum menunjukkan permainan terbaiknya sejauh ini. Solskjaer juga kesulitan dalam menggunakan dua striker berpengalamannya yaitu Cristiano Ronaldo dan Edinson Cavani.

4 dari 5 halaman

Terlalu Andalkan Kemampuan Individu Pemain

Penyerang Manchester United, Cristiano Ronaldo, dalam laga lanjutan Premier League kontra Everton hari Sabtu (3/10/2021). (c) AP Photo
Penyerang Manchester United, Cristiano Ronaldo, dalam laga lanjutan Premier League kontra Everton hari Sabtu (3/10/2021). (c) AP Photo

Ole Gunnar Solskjaer tampaknya terlalu bergantung Cristiano Ronaldo di lini depan. Pada musim sebelumnya, dia cenderung terlalu mengandalkan Bruno Fernandes.

David De Gea masih terus menjadi penyelamat meski pemain bertahan mereka berantakan. Musim ini, dia melakukan beberapa penyelamatan penting dalam laga melawan Wolverhampton Wanderers, West Ham dan Villarreal.

Berkali-kali para pemain telah menunjukkan kemampuan individu mereka untuk menciptakan gol atau menyelamatkan mereka dan membantu perjuangan MU. Skuat racikan Solskjaer tidak pernah terlihat seperti unit yang sinkron.

5 dari 5 halaman

Tak Punya Identitas Permainan

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer (c) AP Photo
Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer (c) AP Photo

Saat melihat tim-tim seperti Liverpool, Manchester City, dan Chelsea, mereka punya identitas permainan yang dibawa pelatih mereka masing-masing. Manchester United tidak memiliki identitas itu.

Setan Merah tentu tidak bisa disebut sebagai tim dengan pendekatan menyerang. Sebab, mereka sering kesulitan untuk menciptakan peluang pada kesempatan yang berbeda.

Skuat racikan Solskjaer tidak memiliki rencana B ketika tim tertinggal. Satu-satunya rencana permainan mereka adalah menciptakan ruang di sayap serta kemudian melakukan umpan silang atau bermain ke dalam kotak, yang dapat diprediksi dan seringkali mudah digagalkan.

Sumber: Sportskeeda

KOMENTAR

Editorial Lainnya