BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

5 Alasan Manchester City Bakal Juara Liga Champions

07-08-2020 14:59 | Aga Deta

5 Alasan Manchester City Bakal Juara Liga Champions
Pelatih Manchester City, Josep Guardiola. (c) AP Photo

Bola.net - Setelah gagal menjuarai Premier League dan Piala FA, perhatian Manchester City saat ini tertuju pada Liga Champions. Ini menjadi kesempatan terakhir City untuk menutup musim dengan trofi.

City akan menjamu Real Madrid di leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Pertandingann ini akan digelar di Etihad Stadium pada Sabtu (8/8) dini hari WIB nanti.

Pasukan Josep Guardiola untuk sementara menggenggam keunggulan setelah menang 2-1 di Santiago Bernabeu pada Februari lalu. City menang berkat gol-gol dari Gabriel Jesus dan Kevin De Bruyne.

Hasil tersebut menempatkan City sebagai favorit dalam pertandingan ini. Kini, The Citizens hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke babak perempat final.

Jika berhasi mengalahkan Madrid, City akan menghadapi Juventus atau Lyon di perempat final. Setelah itu, Barcelona atau Bayern Munchen akan menunggu City, jika mereka berhasil mencapai semifinal.

Peluang City menjuarai Liga Champions musim ini bisa dibilang cukup tinggi. Ada 5 alasan mengapa mereka diyakini mampu melakukannya.

1 dari 5 halaman

Kevin De Bruyne

Kevin De Bruyne mencetak gol dari titik putih pada duel Manchester City vs Liverpool. (c) AP Photo Kevin De Bruyne mencetak gol dari titik putih pada duel Manchester City vs Liverpool. (c) AP Photo

Kevin De Bruyne tidak diragukan lagi telah menjadi pemain terbaik di Premier League sejak restart, dan bahkan sepanjang musim 2019-20.

Gelandang Belgia ini adalah nyawa dari permainan Manchester City. De Bruyne telah bermain di level lain sejak dimulainya kembali Premier League setelah kompetisi ditangguhkan akibat COVID-19.

De Bruyne menjaga serangan City terus berjalan, dengan mencetak 5 gol dan 4 assist dalam 9 pertandingan di liga sejak restart. Bahkan pada leg pertama di Santiago Bernabeu, De Bruyne tampil sensasional dan mencetak gol kedua City.

Madrid tanpa Sergio Ramos untuk pertandingan ini sehingga Los Blancos kehilangan pemimpin di pertahanan mereka. Tidak ada seorang pun di dunia sepak bola yang lebih baik dari De Bruyne dalam mengambil celah yang tersisa di pertahanan.

Dengan Juventus, calon lawan City di perempat final, yang juga tidak memiliki rekor pertahanan yang bagus musim ini, pemain Belgia itu mungkin bisa membawa timnya melangkah jauh di Liga Champions.

2 dari 5 halaman

Format Baru Liga Champions

Trofi Liga Champions. (c) AP Photo Trofi Liga Champions. (c) AP Photo

Pandemi virus Corona membuat UEFA harus menyesuaikan kembali format Liga Champions. Babak perempat final dan semifinal akan dimainkan satu kali di tempat netral.

Sekarang, City bisa menggunakan format tersebut sebagai keuntungan mereka, terutama dengan lini serang yang mereka yang ganas. Mereka sejauh ini mereka merupakan tim paling produktif di Premier League sejak restart, dan sepanjang musim ini, mencetak 102 gol.

Dalam pertandingan dua leg, terkadang pelatih harus melakukan perjudian. Josep Guardiola pernah membuat beberapa keputusan yang dipertanyakan dalam pertandingan sistem gugur di Eropa.

Misalnya tahun lalu, Guardiola tidak memainkan De Bruyne dan Bernardo Silva di leg pertama babak perempat final melawan Spurs. Ketidakmampuan City mencetak gol tandang menghantui mereka di leg kedua di Etihad.

Namun, kali ini, gaya dan personel City sangat cocok dengan format Liga Champions yang baru. Guardiola memiliki lisensi penuh untuk menghancurkan lawan-lawannya, dengan para penyerang yang dimilikinya.

3 dari 5 halaman

Cetak Banyak Gol

Pemain Manchester City, Raheem Sterling. (c) AP Photo Pemain Manchester City, Raheem Sterling. (c) AP Photo

Raheem Sterling tidak mencetak gol setelah memasuki tahun 2020 sampai COVID-19 menghentikan sepak bola sementara pada bulan Maret. Namun, ia telah kembali mencetak gol dan berada dalam performa fenomenal sejak restart sehingga mengumpulkan 20 gol di Premier League musim ini.

Dengan absennya Sergio Aguero, sangat penting bagi Guardiola dan City bahwa ketidakhadiran pemain Argentina itu tidak terasa. Dan berdasarkan bukti sebelumnya, sepertinya mereka bisa melakukannya.

Riyad Mahrez muncul dengan kontribusi yang bagus, Gabriel Jesus bermain lebih lama di tim utama, dan lini tengah City dipenuhi dengan kualitas dan pemain yang bisa memberikan ancaman mencetak gol.

Bernardo Silva, David Silva dan Phil Foden semuanya mendapatkan menit bermain sejak restart. Masing-masing memiliki dampak fenomenal dalam permainan City.

City juga memiliki Kevin De Bruyne yang luar biasa, yang baru saja memecahkan rekor di Premier League. Pemain Belgia itu menyamai rekor Thierry Henry untuk assist terbanyak dalam satu musim Premier League.

4 dari 5 halaman

Kembalinya Aymeric Laporte

Aymeric Laporte dalam pertandingan antara Manchester City melawan Leicester City di Etihad Stadium, 6 Mei 2019. (c) AP Photo Aymeric Laporte dalam pertandingan antara Manchester City melawan Leicester City di Etihad Stadium, 6 Mei 2019. (c) AP Photo

Sudah bukan rahasia lagi bahwa selisih 18 poin dari Liverpool di Premier League sebagian besar disebabkan karena City tidak mampu menjaga clean sheet dan mencegah kebobolan gol konyol. Fernandinho mampu mengisi posisi bek tengah dengan mengagumkan, tetapi Nicolas Otamendi dan John Stones justru mengecewakan.

Dalam hal ini, kembalinya Laporte di skuad akan sangat penting bagi City. Dari segi personel, City tidak kekurangan di belakang, tetapi dari segi performa, Benjamin Mendy mengkhawatirkan dan bahkan Ederson terkadang membuat kesalahan yang aneh.

Laporte dan Eric Garcia membentuk duet yang tangguh di lini belakang City sejak Premier League dimulai kembali. Meski begitu, mereka dihancurkan oleh Pierre-Emerick Aubameyang di semifinal Piala FA sehingga City kalah 2-0 dari Arsenal.

Namun, Guardiola akan senang karena bisa menghadapi pertandingan besar di Eropa tanpa harus memainkan Stones atau Otamendi di starting XI-nya. Ini bukan mempertanyakan kemampuan yang dimiliki keduanya, tetapi lebih pada kepercayaan diri mereka yang sangat sedikit setelah musim yang sulit.

5 dari 5 halaman

Obesesi Raih Liga Champions

Manajer Manchester City Josep Guardiola. (c) AP Photo Manajer Manchester City Josep Guardiola. (c) AP Photo

Manchester City di bawah Josep Guardiola sudah menjadi mesin - mesin yang memenangkan trofi domestik dengan kekuatan yang menghancurkan. Namun, bukan rahasia lagi kalau Guardiola dibawa ke Etihad Stadium untuk memberikan mereka Liga Champions.

Bagi Guardiola dan City, ini menjadi semacam obsesi. Pelatih Spanyol itu belum memenangkan turnamen ini sejak 2011, dan entah mengapa ada beberapa orang yang ragu apakah dia bisa memenangkannya tanpa Lionel Messi.

Di sisi lain, City menginginkan trofi ini untuk melengkapi semua trofi yang sudah dimenangkan, sejak klub diambil alih oleh kelompok pengusaha dari Abu Dhabi, lebih dari satu dekade lalu.

Ini adalah obsesi yang sudah mengalir di dalam klub, dan mentalitas yang dibawanya bisa membawa City melewati batas. Obsesi besar ditambah dengan tidak adanya kecemasan dari para penggemar, bisa menjadi kombinasi yang berbahaya bagi semua lawan mereka.

Sumber: Sportskeeda

Ingin tau dengan jadwal dan highlights pertandingan Liga Champions? Klik di sini



KOMENTAR

Editorial Lainnya