BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Usai Duel di Lapangan, Zidane dan Conte Ucapkan Duka untuk Maradona

26-11-2020 08:00 | Richard Andreas

Legenda Argentina, Diego Maradona. (c) AP Photo Legenda Argentina, Diego Maradona. (c) AP Photo

Bola.net - Kabar kepergian Diego Maradona (1960-2020) datang tepat sebelum duel-duel panas Liga Champions 2020/21, Kamis (26/11/2020) dini hari WIB. Tentu tim-tim yang bertanding pun ikut berduka.

Salah satunya duel Inter Milan vs Real Madrid di San Siro, yang berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Los Blancos. Laga ini jadi adu taktik kedua pelatih: Antonio Conte vs Zinedine Zidane.

Hasilnya kali ini Zidane yang menang. Madrid memilih pendekatan yang tepat mengincar titik lemah Inter. Mereka mendominasi dan pantas menang.

Sesuai laga, setelah berkomentar soal hasil pertandingan, Zidane dan Conte pun sama-sama menyampaikan duka untuk Maradona.

Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 2 halaman

Conte: sebuah kehormatan

Conte tumbuh besar sebagai pesepak bola di Italia, tentu dia mengenal betul kehebatan Maradona selama membela Napoli. Dia bahkan pernah bermain melawan sang legenda, dan itulah yang membuatnya merasa sangat kehilangan.

"Kami semua meneteskan air mata atas kepergian seorang pria yang menulis sejarah sepak bola dan akan selalu jadi sosok yang tak terlupakan dalam olahraga ini," kata Conte dikutip dari Football Italia.

"Dia adalah puisi sepak bola. Saya merasa terhormat pernah bermain melawan dia, menjaga dia, dan kepergiannya terasa tidak nyata."

"Terutama karena dia masih muda. Ini menyedihkan," imbuhnya.

2 dari 2 halaman

Zidane: si bocah 14 tahun yang terkesan

Sama dengan Conte, Zidane pun pernah menyaksikan langsung keajaiban Maradona di lapangan.

Zidane bahkan pernah dibandingkan dengan Maradona perihal permainan indahnya, tapi dia tahu bahwa Maradona jauh ada di atas levelnya.

"Kami semua bersedih untuk dia dan keluarganya. Ini bukan hanya soal sepak bola, sebab semua orang di dunia pun mengagumi Maradona," tutur Zidane.

"Saya selalu mengingat dia, sebab saya masih 14 tahun pada 1986 silam, jadi saya melihat apa yang dia lakukan di lapangan sungguh unik," tutupnya.

Sumber: Football Italia

KOMENTAR