Usai Dikalahkan Real Madrid, Ruang Ganti PSG Serasa Pemakaman!

Richard Andreas | 24 Juni 2022, 06:30
PSG vs Real Madrid, Liga Champions 2021/22 (c) AP Photo
PSG vs Real Madrid, Liga Champions 2021/22 (c) AP Photo

Bola.net - PSG jadi salah satu korban kedigdayaan Real Madrid di Liga Champions musim 2021/22 lalu. Juara Prancis itu mendapatkan harapan palsu untuk menundukkan si Raja Eropa.

Pertemuan dua tim top ini terjadi di babak 16 besar UCL 2021/22. Di atas kertas, skuad PSG lebih unggul karena memiliki bintang-bintang top seperti Kylian Mbappe, Lionel Messi, dan Neymar.

Terbukti, PSG menang 1-0 dalam duel leg pertama di Paris. Mbappe mencetak gol tunggal, PSG pun digadang-gadang bisa menundukkan Madrid dan melangkah ke babak berikutnya.

Biar begitu, dua pekan setelahnya, PSG justru diapaksa mengakui nama besar Madrid di Liga Champions. Mereka takluk dengan skor 1-3 di Santiago Bernabeu.

1 dari 3 halaman

Sulit dipercaya

Kegagalan PSG itu pun dibicarakan kembali oleh salah satu pemain mereka, Ander Herrera. Gelandang senior ini mengakui bahwa hasil di Santiago Bernabeu sulit dipercaya.

Betapa tidak, saat itu angin berpihak pada PSG. Mereka dijagokan menang, bahkan sempat unggul 1-0 (agg. 2-0) terlebih dahulu di Bernabeu.

"Saya kira tidak [kekalahan di Bernabeu karena masalah mental]. Jelas ketika skornya 1-1 tim kami masih baik-baik saja. Namun, tidak banyak waktu antara skor 1-1 dan 1-2. Lalu jadilah 1-3," sambung Herrera.

"Saya tidak bisa berada di lapangan karena masalah dengan mata saya. Namun, saya bisa membayangkan rasa tidak percaya dari rekan-rekan."

2 dari 3 halaman

Keajaiban Madrid

Duel Luka Modric dan Lionel Messi pada laga Real Madrid vs PSG di leg kedua 16 Besar Liga Champions 2021/2022 (c) AP Photo

Duel Luka Modric dan Lionel Messi pada laga Real Madrid vs PSG di leg kedua 16 Besar Liga Champions 2021/2022 (c) AP Photo

Menariknya, Herrera sempat kesulitan mencari alasan di balik kekalahan PSG dan penampilan ajaib Madrid di laga tersebut. Madrid tidak perlu main apik, tapi tetap bsia menang.

"Saya sempat kesulitan mencari-cari alasan. Saya pun harus sedikit mengakui bahwa Madrid punya aura spesial, bahwa Anda bahkan tidak bisa memberi ruang setengah meter," sambung Herrera."

"Biasanya tim harus main sangat baik untuk menang, Madrid tidak."

3 dari 3 halaman

Seperti pemakaman

Kegagalan itu sepertinya sangat menghantam PSG. Mereka benar-benar layak menang dan sempat unggul, tapi segalanya berubah dengan cepat.

"Keeseokan harinya, rasanya seperti berada di pemakaman, bukan di ruang ganti. Sulit menemukan jawaban, sulit untuk bicara," tutup Herrera.

Sumber: AS, Bola, UEFA

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR