BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Termasuk Ibra dan Henry, Ini Deretan Pemain Top yang Sempat Memperkuat Barcelona dan Juventus

27-10-2020 19:57 | Serafin Unus Pasi

Zlatan Ibrahimovic (c) PA
Zlatan Ibrahimovic (c) PA

Bola.net - Barcelona dan Juventus merupakan dua klub dengan reputasi mentereng di kancah sepak bola dunia. Dengan reputasi seperti itu, kedua klub ini menjadi magnet bagi pemain-pemain top dunia.

Di antara deretan pemain-pemain top tersebut, ada yang membawa karier mereka ke level selanjutnya. Tak hanya pernah memperkuat salah satu klub top ini, ada sejumlah pemain top yang pernah memperkuat Juventus dan Barcelona pada perjalanan karier mereka.

Saat ini, ada Neto dan Miralem Pjanic di kubu Barcelona, yang sebelumnya sempat memperkuat Juventus. Sementara, di kubu Juve, ada sosok Arthur Melo, yang sebelumnya memperkuat Barcelona.

Tiga pemain ini bisa jadi bakal bertemu pada laga antara Juventus dan Barcelona pada lanjutan Grup G Liga Champions. Pertandingan ini akan dihelat di Stadion Allianz Turin, Kamis (29/10) lusa.

Namun, bukan hanya tiga pemain ini yang berpengalaman memperkuat Barcelona dan Juventus pada perjalanan karier mereka. Ada sejumlah pemain top lain yang berkesempatan membela dua klub papan atas tersebut. Siapa saja mereka? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

1 dari 10 halaman

Michael Laudrup

Michael Laudrup (c) PA
Michael Laudrup (c) PA

Michael Laudrup adalah salah satu pemain yang sempat berseragam Juventus dan Barcelona pada perjalanan kariernya. Lebih spesial lagi, pemain asal Denmark ini memperkuat dua klub tersebut secara berturutan.

Laudrup dibeli Juventus dari Brondby pada Juni 1983. Nilai transfernya merupakan yang terbesar di Denmark pada waktu itu.

Pemain berposisi gelandang serang ini sempat dipinjamkan ke Lazio selama dua musim. Baru pada musim 1985 ia bergabung dengan Juventus.

Setelah sempat mengalami masa sulit, ditambah lagi cedera yang membekapnya, Laudrup akhirnya memilih hengkang. Barcelona lah yang menjadi tujuan pemain elegan tersebut.

Di Catalan, Laudrup meraup sejumlah kesuksesan. Ia meninggalkan klub tersebut dan bergabung dengan Real Madrid, dalam sebuah drama sarat kontroversi pada 1994.

2 dari 10 halaman

Juan Pablo Sorin

juan pablo sorin (c) AFP
juan pablo sorin (c) AFP

Penampilan Sorin pada Piala Dunia U-20 yang dihelat di Qatar pada 1995 membuat Sorin menjadi bidikan sejumlah klub Eropa. Namun, Juventus lah yang beruntung mendapat tanda tangan pemain asal Argentina tersebut.

Bergabung ke Juventus dengan status pemain muda potensial tak membuat langkah Sorin menembus starting line-up menjadi mudah. Terbukti, selama di Nyonya Tua, ia hanya sempat empat kali bermain.

Setelah musim yang gagal di Juventus, Sorin pulang kampung dan bergabung dengan River Plate.

Pada musim 2003, Sorin bergabung dengan Barcelona. Kali ini situasinya berbeda. Ia meraih sukses selama berseragam Blaugrana. Setengah musim kemudian, Sorin memilih meninggalkan Camp Nou dan bergabung dengan klub asal Prancis, Paris Saint Germain.

3 dari 10 halaman

Edgar Davids

Edgar Davids (c) AFP
Edgar Davids (c) AFP

Edgar Davids bergabung dengan Juventus dari AC Milan pada Desember 1997. Tak perlu waktu lama, gelandang asal Belanda ini menjadi salah satu andalan Juve di lini tengah.

Januari 2004, Davids bergabung dengan Barcelona sebagai pemain pinjaman. Di Catalan, ia pun memberi dampak instan. Davids sukses membantu Barcelona, yang terseok-seok di lini tengah, bangkit dan merangsek ke papan atas. Mereka akhirnya sukses mengakhiri musim sebagai runner-up, di bawah Valencia.

Pada bursa transfer musim panas 2004, Davids meninggalkan Barcelona. Kali ini, ia kembali ke Italia untuk bergabung dengan Inter Milan.

4 dari 10 halaman

Lilian Thuram

Lilian Thuram (c) PA
Lilian Thuram (c) PA

Kokohnya penampilan Thuram kala mengawal pertahanan Parma mengundang minat Juventus untuk meminang pemain asal Prancis tersebut. Pada musim panas 2001, pria berpostur 1,82 meter ini pun resmi berstatus sebagai penggawa Si Nyonya Tua.

Kedatangan Thuram membawa sukses instan. Ia membawa timnya menjuarai Liga Italia musim 2001/2002. Ini adalah gelar pertama dari banyak gelar yang dimenangi Thuram bersama Juve. Sepanjang kariernya berseragam zebra khas Juventus, Thuram tampil lebih dari 200 kali dan mencetak satu gol.

Menyusul didegradasikannya Juve akibat skandal Calciopoli, Thuram pun bergabung dengan Barcelona. Di Catalan, ia bermain selama dua musim.

Barcelona pun menjadi klub profesional terakhir Thuram. Pada 2 Agustus 2008, Thuram memutuskan gantung sepatu.

5 dari 10 halaman

Gianluca Zambrotta

Gianluca Zambrotta (c) PA
Gianluca Zambrotta (c) PA

Zambrotta diboyong Juventus pada 1999. Hal ini tak lepas dari ciamiknya permainan bek sayap serbabisa tersebut kala memperkuat Bari.

Sepanjang memperkuat Juventus, Zambrotta sempat membawa timnya juara sebanyak empat kali. Total, ia bermain sebanyak 217 penampilan dan mencetak tujuh gol di liga.

Sama seperti Thuram, skandal calciopoli membuat Zambrotta memilih meninggalkan Juventus. Ia pun mengikuti jejak pemain asal Prancis tersebut bergabung dengan Barcelona.

Di klub asal Catalan itu, Zambrotta menjadi pilihan utama di sektor bek sayap. Sepanjang dua musim, ia sempat bermain sebanyak 58 kali dan mencetak tiga gol.

Pada 31 Mei 2008, Zambrotta resmi meninggalkan Barcelona. Kali ini, ia kembali ke Italia untuk bergabung dengan AC Milan.

6 dari 10 halaman

Thierry Henry

Thierry Henry (c) AFP
Thierry Henry (c) AFP

Thierry Henry bergabung dengan Juventus pada Januari 1999. Di klub berjuluk Si Nyonya Tua ini, ia diplot bermain sebagai sayap bahkan bek sayap. Di posisi ini kemampuan Henry mencetak gol tergerus. Hal ini pun tak lepas dari ketatnya pertahanan tim-tim asal Italia.

Walhasil, sampai musim berakhir, Henry hanya bermain 16 kali dan mencetak tiga gol.

Akhir musim, Henry pun memilih meninggalkan Turin dan menjemput kesuksesan bersama Arsenal di Liga Inggris.

Tampil luar biasa sepanjang berseragam Arsenal, Henry pun akhirnya memilih bergabung dengan Barcelona pada 25 Juni 2007. Di Catalan, Henry langsung moncer. Ia membawa Barcelona meraih sejumlah gelar juara.

Pada 2010, Henry harus kehilangan posisinya akibat moncernya bintang muda Barcelona, Pedro. Ia pun memilih meninggalkan Blaugrana dan hengkang ke Amerika, memperkuat New York Red Bulls.

7 dari 10 halaman

Martin Caceres

Martin Caceres (c) AFP
Martin Caceres (c) AFP

Barcelona meminang Caceres pada 4 Juni 2008 dari Villareal. Selama musim pertamanya, pemain asal Uruguay ini jarang tampil. Selain karena faktor teknis, Caceres juga terkendala cedera yang kerap menderanya.

Musim 2009, ia dipinjamkan dengan opsi pembelian ke Juventus. Perjalanan Caceres mulanya sempat menjanjikan. Namun, lagi-lagi, cedera mendera Caceres. Semusim berikutinya, Caceres dipinjamkan ke Sevilla.

31 Mei 2011, Sevilla akhirnya mempermanenkan Caceres. Namun, pada akhir Januari 2012, Sevilla meminjamkan Caceres ke Juventus.

Pada 25 Mei 2012, Caceres akhirnya bergabung dengan Juventus dengan kontrak permanen. Ia dikontrak dengan durasi empat tahun. Perjalan kariernya di Juventus pun tak lepas dari teror cedera. Walhasil, ketika kontrakya habis, manajemen Juventus tak memperpanjang masa baktinya.

Setelah sempat mengembara ke Liga Inggris bersama Southampton dan kembali ke Liga Italia bersama Hellas Verona, Caceres akhirnya bergabung dengan Lazio pada 8 Januari 2018. Setelahnya, pada 29 Januari 2019, Caceres bergabung dengan Juventus sebagai pemain pinjaman dengan durasi lima bulan.

Akhir musim 2019, Caceres akhirnya meninggalkan Juventus dan Lazio untuk bergabung dengan Fiorentina.

8 dari 10 halaman

Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic (c) AFP
Zlatan Ibrahimovic (c) AFP

Ciamiknya penampilan Ibra kala memperkuat Ajax Amsterdam memantik minat sejumlah klub besar untuk memboyongnya. Juventus beruntung bisa mendapat penyerang asal Swedia ini dengan banderol 16 juta Euro pada 2004.

Ibra langsung menunjukkan sinarnya di klub anyarnya tersebut. Ia mampu mencetak 16 gol pada musim pertamanya. Ibra juga mendapat penghargaan sebagai Pemain Asing Terbaik Serie A.

Setelah mengalami penurunan penampilan kala menjalani musim keduanya, Ibra akhirnya memutuskan untuk hengkang pada akhir musim. Keputusannya ini pun tak lepas dari hukuman degradasi yang diterima Juventus.

Ibra bergabung dengan Inter Milan pada 10 Agustus 2006. Ia pun sukses membawa La Beneamata meraih sejumlah gelar.

Pada awal musim 2009, Ibra bergabung dengan Barcelona. Musim pertama Ibra tampak menjanjikan. Namun, jelang akhir musim, ia tak lagi menjadi pilihan utama bagi Barca. Pada musim 2010-2011, Ibra dipinjamkan ke AC Milan. Rossoneri kemudian mempermanenkan Ibra pada 18 Juni 2011.

9 dari 10 halaman

Dani Alves

Dani Alves (c) AFP
Dani Alves (c) AFP

Alves bergabung dengan Barcelona dari Sevilla pada 2 Juli 2008. Sepanjang bergabung dengan Blaugrana, bek sayap asal Brasil ini sukses meraih sejumlah gelar, termasuk treble winners.

Kebersamaan Alves dan Barcelona berakhir pada 2 Juni 2016 ketika salah seorang petinggi Barca, Roberto Fernandez menyebut bahwa Alves akan meninggalkan klub tersebut.

Berselang 25 hari dari pengumuman Fernandez ini, Juventus mengumumkan telah resmi meminang Alves dengan kontrak berdurasi dua tahun.

Di Juventus, Alves masih menunjukkan permainan ciamiknya, termasuk membawa timnya melaju ke final Liga Champions 2017. Ia pun sukses membawa Juve meraih gelar juara Serie A 2016/2017 dan Coppa Italia 2016/2017.

Pada 29 Juni 2017, Alves memutuskan mengakhiri kontraknya di Juventus dan bergabung dengan Paris Saint Germain.

10 dari 10 halaman

Arturo Vidal

Arturo Vidal (c) AFP
Arturo Vidal (c) AFP

Vidal bergabung bersama Juventus pada musim 2011/2012. Hal ini menyusul penampilan apiknya kala memperkuat Bayer Leverkusen musim sebelumnya,

Di Juve, pemain asal Chili ini langsung menjadi bagian dari skuad utama. Ia menjadi bagian penting sukses Juve meraih gelar juara musim 2011/2012.

Vidal melanjutkan penampilan ciamiknya pada tiga musim berikutnya. Gelandang petarung ini selalu menjadi andalan Juventus di lini tengah.

28 Juli 2018, Vidal meninggalkan Juventus dan bergabung dengan Bayern Munich. Ia memperkuat klub asal Bavaria ini sampai 3 Agustus 2018 ketika dipinang oleh Barcelona.

Bersama Barcelona, Vidal mendapat kepercayaan untuk menjadi salah satu pilar di lini tengah. Ia pun masih tangguh dalam menggalang ruang mesin timnya.

Kebersamaan Vidal dan Barcelona berakhir pada 22 September 2020. Waktu itu, Barca sepakat menerima tawaran Inter Milan untuk memboyong Vidal ke Italia.

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)

KOMENTAR