BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Simak Kuy! Ini Lima Poin Menarik untuk Disimak Sebelum Liga Champions Dimulai Lagi

07-08-2020 16:40 | Dimas Ardi Prasetya

Trofi Liga Champions. (c) AP Photo Trofi Liga Champions. (c) AP Photo

Bola.net - Kompetisi Liga Champions 2019-20 akan segera dimulai lagi dan ada beberapa poin yang menarik untuk disimak.

Kompetisi Liga Champions, seperti liga-liga lain, terdampak pandemi virus corona. Liga paling elit di Benua Biru itu terhenti saat sebagian tim masih berlaga di babak 16 besar.

Ada tim yang masih harus bermain di babak 16 besar leg kedua. Ada juga yang sudah memastikan diri lolos ke babak perempatfinal.

UEFA pun menjadwalkan bahwa Liga Champions akan digelar lagi mulai akhir pekan ini, tepatnya dari 8 Agustus 2020 dini hari. Setelah itu semua tim akan berkompetisi di Lisbon, Portugal, hingga babak final.

Jadi poin-poin menarik apa saja yang bisa disimak dari kembalinya kompetisi Liga Champions 2019-20 ini? Seperti dilansir dari PA News Agency, berikut ulasannya.

1 dari 5 halaman

Pertanda Bagus Bagi Manchester City?

Pelatih Manchester City, Josep Guardiola, memberikan instruksi kepada timnya. (c) AP Photo Pelatih Manchester City, Josep Guardiola, memberikan instruksi kepada timnya. (c) AP Photo

Di sepanjang sejarahnya, Manchester City belum pernah jadi juara Liga Champions. Paling banter mereka cuma bisa menembus babak semifinal. Hal tersebut terjadi sekali saja pada musim 2015-16.

Akan tetapi pada musim ini sepertinya bisa jadi ada pertanda bagus bagi pasukan Josep Guardiola. City sebelumnya sempat terancam larangan bermain di Liga Champions oleh UEFA karena pelanggaran FFP.

Tak cuma setahun tapi dua tahun. Namun hukuman itu dianulir oleh CAS. Apakah ini pertanda City bisa lolos ke final dan juara untuk pertama kalinya?

Skuat City sendiri musim ini juga dijagokan untuk bisa melenggang ke babak final. Mereka juga difavoritkan untuk jadi juara bersama raksasa Bundesliga, Bayern Munchen.

Bukankah Sergio Aguero absen karena cedera? Memang. Akan tetapi mereka masih punya penggantinya dalam diri Gabriel Jesus. Masih ada juga Raheem Sterling dan Phil Foden yang bisa diandalkan untuk mencetak gol.

Namun kini mereka harus menuntaskan dulu laga leg kedua babak 16 besar lawan Real Madrid. Di leg pertama di Santiago Bernabeu mereka menang 1-2 atas Los Blancos.

2 dari 5 halaman

Saatnya Ronaldo Pancarkan Magisnya Bagi Juventus

Cristiano Ronaldo merayakan gol dalam laga Juventus vs Sampdoria, Senin (27/7/2020) (c) AP Photo Cristiano Ronaldo merayakan gol dalam laga Juventus vs Sampdoria, Senin (27/7/2020) (c) AP Photo

Cristiano Ronaldo meraih sukses besar bersama Real Madrid. Ia membantu klub itu meraih gelar Liga Champions empat kali. Tiga kali di antaranya diraih secara beruntun dari tahun 2015 hingga 2018.

Kini ia diharap bisa membawa magis serupa di Juventus. Biannconeri sendiri terakhir kali juara pada tahun 1996. Sejak saat itu mereka hanya bisa bisa menjadi runner up sebanyak lima kali.

Ronaldo memang cuma bisa mencetak dua gol bagi Juve dari tujuh pertandingan sejauh ini di UCL. Akan tetapi belakangan ini ia mulai menemukan ritme permainan terbaiknya, di mana ia sukses mencetak 10 gol dari 11 laga terakhirnya.

Ronaldo kini bisa fokus sepenuhnya ke Liga Champions. CR7 dkk juga bakal makin pede karena sebelumnya mereka sudah meraih gelar Scudetto yang kesembilan secara beruntun.

3 dari 5 halaman

Chelsea dan Inspirasi dari Liverpool

Skuad Bayern Munchen merayakan gol ke gawang Chelsea di ajang Liga Champions 2019/20. (c) AP Photo Skuad Bayern Munchen merayakan gol ke gawang Chelsea di ajang Liga Champions 2019/20. (c) AP Photo

Situasi sulit kini dialami oleh Chelsea. Pasukan Frank Lampard kalah telak 0-3 dari Bayern Munchen di leg pertama babak 16 besar di Stamford Bridge. Membalikkan skor jelas tak mudah karena Bayern nanti bakal main di kandang sendiri di leg kedua.

Moral Chelsea juga tengah menurun. Sebab mereka baru saja kalah dari Arsenal di final FA Cup. Mereka juga harus bermain tanpa beberapa pemain yang cedera, salah satunya Christian Pulisic.

juga masih harus bisa meredam ketajaman seorang Robert Lewandowski. Musim ini merupakan musim terbaiknya, di mana ia total mengemas 51 gol dan 11 di antaranya ia hasilkan di Liga Champions. Hebatnya ia bisa mengemasnya cuma dari enam laga saja.

Namun Chelsea tak perlu menyerah begitu saja. Dalam sepak bola tak ada yang mustahil. Mereka bisa belajar itu dari rivalnya di EPL, Liverpool.

Liverpool tak jarang sering menciptakan keajaiban di panggung Eropa. Tentunya semua ingin dengan aksi Steven Gerrard dkk di Istanbul pada tahun 2005 silam melawan AC Milan.

Terbaru, mereka sukses menciptakan keajaiban lagi pada musim 2018-19 lalu. Saat itu mereka kalah 3-0 dari Barcelona. Namun di leg kedua mereka bangkit dan menang 4-0 atas Lionel Messi dkk.

4 dari 5 halaman

Akankah Kejutan Terus Berlanjut?

Skuad Atalanta merayakan kemenangan atas Valencia pada ajang Liga Champions di Giuseppe Meazza, Kamis (20/2/20) dini Hari WIB. (c) AP Photo Skuad Atalanta merayakan kemenangan atas Valencia pada ajang Liga Champions di Giuseppe Meazza, Kamis (20/2/20) dini Hari WIB. (c) AP Photo

Musim ini Liga Champions menghadirkan beberapa kejutan. Tepatnya kejutan itu bernama Atalanta dan RB Leipzig. Mereka sama-sama sukses menembus babak perempatfinal untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Atalanta jadi tim yang mengesankan. Sebab ini adalah musim perdana mereka lolos ke Liga Champions. Saat ini pasukan Gian Piero Gasperini bakal bersua dengan PSG di babak tersebut.

Sisi bagusnya bagi Atalanta, PSG punya sejarah buruk bermain fase knockout. Mereka tak pernah bisa melangkah lebih jauh dari babak perempat final. Belum lagi nanti pasukan Thomas Tuchel kemungkinan tak akan bisa diperkuat Kylian Mbappe.

Namun di sisi lain, RB Leipzig mungkin tak menghadapi situasi yang cukup menguntungkan seperti Atalanta. Mereka harus berhadapan dengan Atletico Madrid, tanpa bomber andalannya Timo Werner. Striker Jerman itu menolak bertahan sedikit lebih lama demi pindah ke Chelsea.

5 dari 5 halaman

Waktunya Lionel Messi Tebus Kekalahan?

Ekspresi Lionel Messi dalam laga Barcelona vs Atletico Madrid, Rabu (1/7/2020) (c) AP Photo Ekspresi Lionel Messi dalam laga Barcelona vs Atletico Madrid, Rabu (1/7/2020) (c) AP Photo

Lionel Messi sudah berusaha untuk membawa Barcelona meraih gelar juara Liga Champions lagi dalam beberapa musim terakhir. Namun usahanya selalu menemui kegagalan, secara meyakitkan.

Salah satunya saat ditekuk oleh Liverpool di babak semifinal musim lalu. Messi pun mengakui kegagalan itu masih menghantui skuat Blaugrana.

Kini Messi dkk sudah melangkah ke babak 16 besar. Mereka dalam posisi cukup bagus untuk lolos ke perempat final setelah di leg pertama babak 16 besar itu bermain imbang 1-1 lawan Napoli di Naples.

Barca kini tentu akan ingin melaju terus ke final dan menjadi juara. Kemenangan tentu ingin diraih Messi dkk sebagai kompensasi atas kegagalan mereka di pentas Liga Champions.

Lionel Messi tentu jelas akan jadi pemain yang sangat diandalkan oleh Barcelona untuk bisa merealisasikan target tersebut dan meraih gelar Liga Champions untuk yang keenam kalinya dalam sepanjang sejarah klub. Namun untuk bisa melakukan itu, La Pulga tentunya harus bisa untuk meyingkirkan kenangan buruk di Anfield.

Ingin tahu dengan jadwal dan highlight pertandingan Liga Champions/Liga Europa lainnya? Klik di sini.

(PA News Agency)

KOMENTAR