BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Siapa Bilang Masa Depan Peraih Golden Boy Cerah? 4 Pemain Ini Justru Terpuruk

29-05-2020 14:07 | Yaumil Azis

Penyerang Brescia, Mario Balotelli, dipeluk oleh rekan setimnya usai mendapat perlakuan rasis dari ultras Verona di laga Serie A hari Minggu (3/11/2019). (c) AP Photo
Penyerang Brescia, Mario Balotelli, dipeluk oleh rekan setimnya usai mendapat perlakuan rasis dari ultras Verona di laga Serie A hari Minggu (3/11/2019). (c) AP Photo

Bola.net - Golden Boy bisa disebut sebagai salah satu trofi individual bergengsi di jagat sepak bola dunia. Trofi tersebut ibarat Ballon d'Or bagi para pemain muda yang sedang bersinar pada satu musim.

Pemberian trofi ini dilakukan untuk pertama kalinya pada tahun 2003 lalu dan diinisiasi oleh media kenamaan Italia, Tuttosport. Nominasi pemenang trofi ini adalah pemain yang masih berusia di bawah 21 tahun.

Rafael van der Vaart, yang kala itu masih memperkuat Ajax Amsterdam, menjadi peraih pertama trofi ini. Sementara pemenang terbarunya adalah Joao Felix, yang sekarang sedang membela Atletico Madrid.

Trofi Golden Boy ini menjadi pertimbangan soal masa depan seorang pemain muda potensial. Namun tidak semua dari pemenangnya bisa menjalani karir yang mulus. Scroll ke bawah untuk mengetahui kabar terkini soal beberapa peraih Golden Boy.

1 dari 4 halaman

Anderson

Karir Anderson di Manchester United dimulai dengan sangat baik. Pada musim debutnya, ia berhasil membantu the Red Devils meraih trofi Premier League dan Liga Champions sekaligus.

Pemain yang direkrut dari Porto pada tahun 2007 itu lantas disebut sebagai suksesor sang legenda, Paul Scholes. Sial baginya, cedera sering menghampiri dirinya selama delapan tahun berkarir di Old Trafford.

Nasibnya terus memburuk. Pada tahun 2018, ia bergabung dengan Adana Demirspor yang merupakan peserta divisi kasta kedua Turki. Dan semusim berikutnya, Anderson memutuskan pensiun di usia 31 tahun.

2 dari 4 halaman

Alexandre Pato

Pato tampil dengan sangat gemilang bersama AC Milan saat baru direkrut dari klub Brasil, Internacional, tahun 2007 lalu. Namun, cedera dan mungkin kutukan No.9 Filippo Inzaghi membuat karirnya jadi terpuruk.

Setelah mengalami serangkaian keterpurukan bersama Milan, Pato memutuskan pulang ke Brasil dan memperkuat Corinthians pada tahun 2013. Namun karirnya tidak berjalan manis di sana.

Pato juga sempat mencoba peruntungannya kembali di Eropa saat bergabung dengan Chelsea dan Villarreal. Tapi, nasibnya tak kunjung berubah. Kini ia sedang memperkuat Sao Paolo dan baru mencetak lima gol dari 21 penampilan.

3 dari 4 halaman

Mario Balotelli

Pria berkebangsaan Italia tersebut sempat digadang-gadang sebagai striker masa depan Gli Azzurri sewaktu masih di Inter Milan. Namun kontroversi yang kerap ditimbulkan olehnya membuat karirnya merosot sangat tajam.

Pada tahun 2010, Balotelli mendapatkan trofi Golden Boy. Jack Wilshere yang kala itu memperkuat Arsenal duduk di peringkat kedua. Namun Balotelli memicu kontroversi dengan berkata bahwa dirinya tidak mengenal Wilshere sama sekali.

Sekarang, Balotelli sedang memperkuat Brescia. Klub itu sendiri sedang berada di peringkat terbawah dalam klasemen Serie A musim ini. Besar kemungkinan ia harus mencari klub baru lagi saat bursa transfer musim panas 2020 dibuka kembali.

4 dari 4 halaman

Renato Sanches

Wajar jika Renato Sanches dinobatkan sebagai peraih trofi Golden Boy pada tahun 2016 lalu. Pasalnya, Renato sukses membawa Timnas Portugal menjadi juara Piala Eropa pada tahun yang sama.

Setelah berhasil membawa Timnas Portugal juara, Renato pindah ke Bayern Munchen dengan nilai transfer mencapai 80 juta euro. Sayang ia gagal memenuhi ekspektasi publik yang sudah terlanjur tinggi.

Renato sempat memperkuat Swansea City pada musim 2017/18 dengan status pinjaman. Ia baru mendapatkan performa terbaiknya kembali saat memperkuat klub Ligue 1, Lille.

(Planet Football)

KOMENTAR