BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Seperti Van Dijk, Para Pemain Top Ini Pernah Cedera ACL, Apa yang Terjadi Usai Mereka Pulih?

22-10-2020 06:30 | Dimas Ardi Prasetya

Momen ketika Virgil van Dijk mendapatkan tekel brutal dari Jordan Pickford di Derby Merseyside antara Everton vs Liverpool. (c) Pool Getty via AP Photo Momen ketika Virgil van Dijk mendapatkan tekel brutal dari Jordan Pickford di Derby Merseyside antara Everton vs Liverpool. (c) Pool Getty via AP Photo

Bola.net - Sama seperti yang dialami oleh Virgil van Dijk, sejumlah pemain kelas dunia ini pernah mengalami cedera ACL, dan setelah pulih ada yang tetap bisa tampil bagus tapi ada juga yang tampil loyo.

Van Dijk mengalami cedera ACL di lutut kanannya saat bermain di laga derby Merseyside antara Everton vs Liverpool. Ia terkena tekel gunting brutal Jordan Pickford.

Van Dijk cuma bisa main enam menit saja di laga itu. Hasil scan kemudian menunjukkan bahwa ia mengalami cedera ACL grade tiga.

Itu adalah cedera paling parah yang bisa dialami seseorang di bagian ACL. Itu artinya ligamen bek asal Belanda tersebut putus jadi dua.

Pihak Liverpool tak mengumumkan kapan Van Dijk akan bisa merumput lagi. Akan tetapi banyak kabar menyebut ia bisa absen selama lebih dari enam bulan. Paling apes, ia bisa absen setahun.

Cedera ini membuat Van Dijk kini bergabung dengan banyak nama tenar lain yang juga pernah mengalami cedera ACL. Di antara para pemain

itu, usai pulih ada yang tetap bisa tampil oke, tapi ada juga yang kemudian jadi ambyar dan bahkan kerap mengalami cedera susulan.

Siapa saja para pemain itu? Simak informasinya di bawah ini Bolaneters.

1 dari 10 halaman

Falcao

Bomber asal Kolombia ini pernah menjadi pemain yang sangat ditakuti bek-bek lawan. Ia adalah predator di kotak penalti.

Ia menjadi pemain andalan Porto, Atletico Madrid, dan AS Monaco. Sayangnya ia mengalami cedera ACL pada Januari 2014.

Setelah itu ia kesulitan menampilkan performa terbaiknya. Ia gagal menunjukkan performa terbaiknya di Manchester United dan Chelsea.

Namun ia kemudian bisa bangkit lagi. Setelah kembali ke Monaco, Falcao bisa membawa mereka juara Ligue 1 2016-17. Ia mengemas 21 gol dalam 29 laga.

Ia bisa mempertahankan performanya itu kala gabung Galatasaray. Sejauh ini ia telah mengemas 14 gol dari 27 laga.

2 dari 10 halaman

Alan Shearer

Salah satu, jika bukan penyerang terbaik yang pernah dimiliki oleh Inggris. Super Al adalah julukannya.

Ia pernah mengalami cedera ACL saat menjalani musim debutnya bersama Blackburn Rovers pada tahun 1992. Musimnya pun berakhir dengan prematur, meski sebelumnya ia sempat mengemas 16 gol dari 21 laga di liga.

Namun Shearer kemudian bisa bangkit dari cedera itu. Di musim berikutnya, ia mengemas 31 gol dari 40 pertandingan. Ia juga membantu klubnya jadi juara liga pada musim 1994-95.

Shearer kemudian pindah ke Newcastle pada tahun 1996. Di sana Super Al tetap menunjukkan ketajamannya dengan mengemas 148 dari 303 laga di liga.

3 dari 10 halaman

Roy Keane

Roy Keane adalah salah satu gelandang andalan Manchester United di era tahun 90an silam. Ia pernah harus absen musim 1997-98 silam.

Ia mengalami cedera ACL. Ironisnya cedera itu didapat saat ia berusaha mencelakai gelandang Leeds United, Alf-Inge Haaland. Haaland sempat menuding bahwa Keane pura-pura cedera.

Tanpa Keane, MU tak bisa juara. Mereka dikalahkan oleh Arsenal.

Akan tetapi usai pulih dari cederanya, Keane masih tetap bisa tampil garang. Ia bahkan membantu United meraih beberapa trofi juara, termasuk treble pada musim 1998-99.

Performa Keane memang tak sama usai cedera tersebut. Namun ia masih tetap bisa menampilkan performa kelas dunia bagi MU.

4 dari 10 halaman

Roberto Baggio

Salah satu penyerang terbaik Serie A. Legenda sepak bola Italia.

Namun masa-masa awal karirnya pernah diganggu cedera ACL di lutut kanannya. Cedera itu ia alami di usia 18 tahun.

Baggio saat itu bermain di Vicenza. Untungnya cedera itu tak membuat Fiorentina mundur. Mereka tetap merekrutnya pada tahun 1985 silam.

Namun setahun setelah gabung La Viola ia mengalami masalah di lututnya lagi. Akan tetapi Baggio tak menyerah.

Pemain yang terkenal dengan kuncirnya itu kemudian meraih sukses bersama Juventus. Ia meraih penghargaan Ballon d'Or pada tahun 1993. Baggio juga pernah jadi andalan AC Milan dan Inter Milan.

Pada tahun 1994, Baggio jadi andalan timnas Italia. Ia membawa mereka ke final, meski sayangnya di laga itu mereka kalah dari Brasil.

5 dari 10 halaman

Ruud van Nistelrooy

Bomber asal Belanda ini tampil ciamik bersama PSV Eindhoven. Khususnya pada musim 1999-00 di mana ia mencetak 29 gol dari 23 laga.

Performanya menarik perhatian Manchester United. Akan tetapi saat MU akan merekrutnya, Ruud van Nistelrooy mengalami cedera ACL.

Ia harus absen setahun. MU pun tak jadi membelinya saat itu.

Akan tetapi ternyata Sir Alex Ferguson dengan sabar mau menunggunya pulih. Musim berikutnya ia pun mengangkut bomber jangkung itu ke Old Trafford.

Nistelrooy tak mengecewakan Ferguson. Ia menjadi mesin gol Setan Merah dan membantu klub meraih empat gelar juara.

Setelah cabut dari MU, Nistelrooy pindah ke Real Madrid. Di sana ia membantu Madrid meraih tiga gelar juara dalam kurun waktu empat musim.

6 dari 10 halaman

Alessandro del Piero

Alessandro del Piero sempat menepi selama sekitar satu tahun. Ia mengalami cedera ACL pada tahun 1998 silam.

Padahal saat itu ia sedang bagus-bagusnya bersama Juventus. Ia membantu Bianconeri meraih Scudetto dan masuk final Liga Champions pada musim sebelumnya.

Usai pulih dari cederanya, Del Piero memang tak bisa tampil setajam sebelumnya. Ia juga kehilangan kecepatannya. Namun ia bisa beradaptasi dan bermain apik di posisi yang lebih ke dalam.

Del Piero terus bermain bagi Juventus selama 13 musim. Ia juga menjadi penggawa andalan timnas Italia. Bahkan ia memenangkan Piala Dunia 2006.

Hebatnya lagi, Del Piero terus bermain hingga usia 40an. Ia baru pensiun pada tahun 2015 setelah sempat bermain di Australia dan India.

7 dari 10 halaman

Xavi

Salah satu gelandang paling hebat yang pernah dimiliki Barcelona. Xavi pernah mengalami masa-masa sulit karena ia harus mengalami cedera ACL di lutut kanannya pada musim 2005-06 silam.

Ia cedera kala menjalani sesi latihan. Namun Xavi bisa kembali dan membantu Barca berjaya.

Ia membantu Blaugrana meraih banyak gelar di tahun-tahun berikutnya. Xavi pernah mencicipi gelar La Liga, Copa del Rey, Supercopa de Espana, Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.

Demikian juga dengan timnas Spanyol. Ia membantu La Roja juara Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2008 dan 2012.

Xavi sempat melanglang buana ke Qatar dan membantu Al Sadd meraih empat gelar juara. Ia akhirnya baru pensiun pada tahun 2019 kemarin pada usia 39 tahun.

8 dari 10 halaman

Marco Reus

Penyerang hebat dengan talenta jempolan. Sayangnya pemain Jerman ini kerap mengalami cedera di sepanjang karirnya.

Semua bermula ketika ia mengalami cedera ACL pada lutut kanannya pada Mei 2017 silam. Bintang Borussia Dortmund ini pun tak bisa bermain sampai Januari 2018.

Ia memang sempat membela Jerman di Piala Dunia 2018. Akan tetapi setelah itu ia terus didera cedera.

Hal ini membuat Reus sulit mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Siapa yang akan tahu apa yang akan ia raih di lapangan hijau jika ia terbebas dari cederanya.

9 dari 10 halaman

Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic gabung Manchester United pada tahun 2016 silam, tepatnya pada bulan Juli. Sayangnya pada Aprik 2017, ia mengalami cedera ACL di lutut kanannya.

Saat itu ia bermain melawan Anderlecht. Pemain asal Swedia tersebut mendarat dengan posisi kaki tidak tepat dan membuat lututnya ambyar.

Ibrahimovic pun gagal membela MU di final Liga Europa. Ia sempat diprediksi akan absen sekitar tujuh bulan. Namun ia bisa pulih lebih cepat.

Ibra lantas kembali merumput pada bulan November. Saat itu ada kekhawatiran karena usianya sudah mencapai 35 tahun, ia akan kesulitan bermain lagi dan karirnya habis.

Ibra memang tak bertahan lama di MU. Namun ia masih bisa tampil garang bersama LA Galaxy dan sekarang bersama AC Milan. Ia masih mencetak banyak gol di usianya yang memasuki 39 tahun.

10 dari 10 halaman

Alex Oxlade-Chamberlain

Satu tambahan lagi. Alex Oxlade-Chamberlain adalah rekan setim Virgil van Dijk di Liverpool.

Ia pindah ke Liverpool dari Arsenal pada musim 2017-18 lalu. Sayangnya saat performanya meningkat, ia mengalami cedera ACL pada April 2018.

Chamberlain baru bisa balik merumput lagi akhir musim 2018-19. Sayangnya setelah itu ia seperti kesulitan menemukan performa terbaiknya lagi bagi Liverpool.

Apesnya lagi, sekarang Chamberlain mengalami masalah lagi pada lututnya. Ia mengalami cedera itu sejak Agustus kemarin dan belum diketahui kapan ia bisa pulih dan bermain lagi bagi Liverpool.

Virgil van Dijk sendiri sebelumnya sudah melontarkan pesan pada para pendukung Liverpool. Ia berjanji untuk kembali lebih kuat usai cedera nanti.

(Give Me Sport/Transfermarkt)

KOMENTAR