Presiden UEFA Tegaskan Real Madrid, Barcelona, dan Juventus Bisa Dilarang Main di Liga Champions

Ari Prayoga | 12 Mei 2022, 03:30
Trofi Liga Champions (c) AP Photo
Trofi Liga Champions (c) AP Photo

Bola.net - Presiden UEFA, Aleksander Ceferin menegaskan bahwa tiga klub raksasa Eropa, yakni Real Madrid, Barcelona, dan Juventus bisa saja dilarang main di Liga Champions.

April 2021 lalu, Real Madrid, Barcelona, dan Juventus sempat menghebohkan dunia dengan menggagas kompetisi tandingan di benua biru bernama European Super League.

Setelah tak mendapat restu dari UEFA dan sembilan dari 12 klub kontenstan mengundurkan diri, kompetisi European Super League ini pun batal digelar.

Terlepas dari kegagalan tersebut, Real Madrid, Barcelona, dan Juventus tetap bertekad menggelar kompetisi European Super League di masa depan.

1 dari 2 halaman

Aturan Sama

Pekan lalu, pengadilan Madrid memberi izin kepada UEFA untul memberi sanksi klub yang terlibat European Super League. Ceferin pun menegaskan pihaknya terbuka melakukan hal tersebut.

"Pertama, keputusan selalu bisa diajukan banding. Setelah proses selesai, kami bisa bertindak," ujar Ceferin kepada L'Equipe.

"Ada kemungkinan untuk menghukum klub mana pun ... Beberapa meragukannya. Mereka salah. Aturannya sama untuk semua orang,"

"Dan jika saya mengomentari apa yang orang katakan setiap hari. Mereka juga mengeluh bahwa UEFA menghasilkan miliaran, sementara 93,5 persen dari pendapatan masuk ke klub. Bagaimana Anda menjelaskan ini jika tidak ada yang mendengarkan?"

2 dari 2 halaman

Penegasan Aleksander Ceferin

Lebih lanjut, Ceferin pun menegaskan tak menutup kemungkinan untuk memberi sanksi bagi Real Madrid, Barcelona, dan Juventus sebagai penggagas European Super League.

"Percaya atau tidak, tapi semua klub diperlakukan sama, apakah mereka berasal dari Slovenia, negara saya, atau apakah mereka adalah nama besar di sepak bola Eropa," tutur Ceferin.

"Tentu saja itu [menghukum Real Madrid, Barcelona, dan Juventus] mungkin. Namun, itu adalah [keputusan] Komite Disiplin UEFA, yang independen."

Sumber: L'Equipe

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR