BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Pengakuan Dejan Lovren: Saya Menyikut Sergio Ramos dengan Sengaja

21-08-2020 05:58 | Yaumil Azis

Ramos dan Salah. (c) AFP Ramos dan Salah. (c) AFP

Bola.net - Dejan Lovren menyaksikan secara langsung momen ketika bek Real Madrid, Sergio Ramos, membuat Mohamed Salah yang merupakan rekan setimnya di Liverpool cedera. Dan ia membawa rasa dendam itu hingga ke level internasional.

Insiden yang mencelakai Mo Salah sendiri terjadi saat Liverpool bertemu Real Madrid oada babak final Liga Champions tahun 2018 lalu. Pemain asal Mesir tersebut harus keluar lebih dulu karena cedera.

Beberapa orang menduga kalau Ramos memang berniat untuk mencelakai Mo Salah dengan mengapit tangannya sembari terjatuh. Hal itu jelas dilakukan agar Real Madrid bisa meraih kemenangan.

Benar saja, Real Madrid sukses mengalahkan Liverpool dengan skor 3-1. the Reds kesulitan mengejar kedudukan karena masih bergantung kepada Mo Salah yang merupakan pencetak gol utamany saat itu.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2 halaman

Lovren Menyikut Ramos dengan Sengaja

Lovren merekam jelas momen tersebut dan berniat untuk melakukan pembalasan dendam jika kembali bertemu. Dan momen itu datang pada tahun yang sama, saat Kroasia berhadapan dengan Spanyol di UEFA Nations League.

Pria berusia 31 tahun tersebut melayangkan sikutan kepada Ramos dalam pertandingan tersebut. Karena itu, ia jadi mendapatkan hukuman larangan tampil satu laga. Setelahnya, ia mengirimkan pesan kepada Ramos lewat media sosial.

"Saya menyikutnya dengan baik. Haha! 3-2! Silahkan berbicara sekarang teman. Teman!" tulis Lovren pada sebuah unggahannya di media sosial Instagram.

Lovren pun mengakui tindakan balas dendam itu dengan bangga kepada Sada El Balad baru-baru ini. "Saya dengan sengaja menyikut Ramos setelah menyakiti Salah? Ya, itu mungkin terjadi," ucapnya.

2 dari 2 halaman

Tidak Suka dengan Perilaku Ramos

Bukan berarti ini menandakan rasa hormat Lovren terhadap Ramos telah habis. Hanya saja, ia tidak menyukai perilaku Ramos yang melakukan segala cara untuk meraih kemenangan, termasuk melukai lawan.

"Saya menghormati Ramos sebagai pemain dan apa yang ia lakukan untuk timnya. Dia meraih banyak gelar, tapi di sisi lain, dia melakukan tindakan yang tidak sukai dan melukai pemain," lanjutnya.

"Saya tidak ingin membesar-besarkan masalah, namun saya pikir Ramos berniat mencederai teman saya, jadi itulah waktunya membayar apa yang telah dia lakukan," tutup Lovren.

Sekarang Lovren tidak lagi memperkuat Liverpool. Ia memutuskan cabut dari Anfield pada musim panas ini untuk bergabung dengan klub raksasa Rusia, Zenit St. Petersburg.

(Goal International)

KOMENTAR