BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Pemain Kunci Lyon vs Juventus: Si Raja Liga Champions, Cristiano Ronaldo

26-02-2020 15:18 | Yaumil Azis

Cristiano Ronaldo melakukan pemanasan jelang laga kontra AC Milan (c) AP Photo Cristiano Ronaldo melakukan pemanasan jelang laga kontra AC Milan (c) AP Photo

Bola.net - Menyebut Cristiano Ronaldo sebagai raja di ajang Liga Champions mungkin sedikit berlebihan. Tapi apa daya, statistik menunjukkan bahwa dirinya memang pantas mengemban status tersebut.

Sejauh ini, pria berkebangsaan Portugal itu mengoleksi lima medali juara Liga Champions. Pesaing terdekatnya saat ini, Lionel Messi yang bermain untuk Barcelona, baru mendapatkan empat gelar di ajang bergengsi Eropa itu.

Gelar Liga Champions berhasil Ronaldo dapatkan saat memperkuat dua klub yang berbeda. Satu gelar ia raih sewaktu masih memperkuat Manchester United pada musim 2007/08, sedangkan sisanya bersama Real Madrid.

Sekarang, ia sedang dalam perjalanan untuk meraih gelar keenamnya. Dan itu bisa terasa manis karena klubnya saat ini, Juventus, sangat mendambakan trofi tersebut sejak tahun 1997 silam.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya

1 dari 4 halaman

Sederet Kesialan Juventus di Eropa

Juventus mungkin mendapatkan kutukan di kompetisi tersebut. Bagaimana tidak, mereka sudah mencapai babak final sebanyak sembilan kali namun hanya mampu meraih dua trofi dari ajang tersebut.

Ya, mereka selalu mendapatkan kesialan di babak final. Juventus untuk pertama kalinya berhasil mencapai final Liga Champions pada musim 1972/73, dan tumbang di tangan Ajax Amsterdam dengan skor tipis 0-1.

Pada partisipasi di babak final berikutnya, klub berjuluk Bianconeri itu kembali menelan kekalahan. Kali ini datang dari klub Jerman, Hamburger SV, pada musim 1982/83 yang di mana mereka kalah dengan skor 0-1 lagi.

Di musim berikutnya, mereka berhasil keluar sebagai juara usai mengalahkan Liverpool dengan skor 0-1. Lalu dalam partisipasi berikutnya, musim 1995/96, mereka sukses menjadi juara usai menang atas Ajax lewat adu penalti.

Setelahnya, Bianconeri tidak pernah lagi memenangkan laga final Liga Champions. Mereka mencapai babak final terakhir di musim 2017/18, di mana mereka kalah atas Madrid dengan skor 1-4.

2 dari 4 halaman

Upaya Juventus: Hadirkan Sang Raja!

Juventus tahu kalau butuh keberuntungan yang sangat besar agar bisa memenangkan Liga Champions. Salah satu cara yang terpikirkan adalah: mendatangkan pemain yang akrab dengan kompetisi itu.

Nama Ronaldo langsung mencuat. Mereka menjalankan misi untuk mendapatkannya pada tahun 2018 dan sukses terlaksana. Ronaldo mendarat dari Real Madrid dengan bandrol 100 juta euro.

Publik mengharapkan dampak instan dari Ronaldo. Namun sayang, ia hanya mampu membawa Juventus sampai ke babak perempat final saja musim kemarin. Juventus kalah dari tim kuda hitam, Ajax Amsterdam.

Momen itu mengingatkan publik akan satu hal, dan sudah pernah diutarakan pelatih Juventus seperti Massimiliano Allegri dan Maurizio Sarri: Butuh keberuntungan untuk memenangkan Liga Champions.

3 dari 4 halaman

Misi Menghapus Kutukan

Pada musim ini, Juventus dipertemukan dengan Lyon pada babak 16 besar. Duel tersebut bakalan bergulir pada Kamis (27/2/2020) nanti di Parc Olympique Lyonnais.

Bisa dikatakan bahwa ini adalah langkah pertama Ronaldo untuk menghapus kutukan, atau ketidakberuntungan, dari Juventus. Performanya pada musim ini sempat menurun dan membuat publik khawatir.

Namun bukan Ronaldo namanya kalau tak bisa bangkit. Pemain berumur 35 tahun itu langsung menunjukkan aksi terbaiknya begitu semua perhatian tertuju kepadanya. Ia tidak henti-hentinya mencetak gol untuk Juventus.

Dalam sembilan penampilan terakhirnya di semua ajang, Ronaldo sudah membukukan total 13 gol untuk Juventus. Secara total, ia sudah membukukan 25 gol dari 30 laga yang ia lakoni pada musim ini.

4 dari 4 halaman

Keberanian, atau Sekadar Egois?

Keberanian menjadi senjata utamanya. Ronaldo tidak pernah tanggung-tanggung untuk melepaskan tembakan ke gawang lawan. Dari Whoscored, diketahui kalau Ronaldo melepaskan total 31 tembakan dalam lima laga terakhir.

Angka ini bisa berarti kalau Ronaldo adalah pemain yang egois. Ia menginginkan semua kesempatan menembak datang kepadanya. Tetapi, ia tidak pernah absen menjebol gawang lawan. Sehingga mungkin, dia memang pantas untuk bersikap egois.

Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain mungkin harus sedikit berkorban untuknya, sembari mencari peluang saat bek lawan lengah karena terlalu berfokus mengawal Ronaldo. Tapi tidak bisa dimungkiri, Ronaldo penting bagi Juventus terutama untuk mengalahkan Lyon pada dini hari nanti.

KOMENTAR