Nesta, di Usia Senja pun Sanggup Membuat Messi Muda Sampai Memukul-mukul Tanah

Gia Yuda Pradana | 28 Juli 2022, 14:36
Nesta, di Usia Senja pun Sanggup Membuat Messi Muda Sampai Memukul-mukul Tanah
Alessandro Nesta di AC Milan (c) AFP

Bola.net - Camp Nou, 13 September 2011. Barcelona menjamu AC Milan pada matchday perdana Grup H Liga Champions 2011/12. Dalam laga yang berkesudahan imbang 2-2 itu, duel Lionel Messi vs Alessandro Nesta menjadi salah satu sajian utamanya.

Barcelona waktu itu memiliki skuad yang jauh lebih berkualitas daripada Milan. Namun, meski main di kandang sendiri, Barcelona gagal menang. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya gol dari Messi, yang sepanjang laga dibuat tak berkutik dalam penjagaan Nesta.

Pada satu kesempatan, Messi mendapatkan sebuah peluang emas. Dengan dribelnya, Messi menembus barisan pertahanan Milan dan terus mendekat ke gawang. Akan tetapi, begitu bintang Argentina itu bersiap melakukan penyelesaian akhir, Nesta menggagalkannya dengan sebuah tekel sempurna yang dilancarkan penuh perhitungan dari sudut mati La Pulga.

Messi sampai berkali-kali memukul tanah. Messi seolah tidak habis pikir, bagaimana dia bisa digagalkan oleh pemain yang usianya terpaut 11 tahun darinya. Ya, waktu itu Messi berusia 25, sedangkan Nesta sudah 36.

Istimewantya lagi, last-ditch tackle itu dilancarkan Nesta di dalam kotak penalti dan dieksekusi dengan kontak seminimal mungkin untuk menghindari pelanggaran.

1 dari 4 halaman

Barcelona 2-2 AC Milan

Lionel Messi di Barcelona (c) Bola.net

Lionel Messi di Barcelona (c) Bola.net

Barcelona (4-3-3): Victor Valdes; Dani Alves, Mascherano, Sergio Busquets, Abidal; Xavi, Keita, Iniesta; Pedro Rordirguez, Messi, David Villa.

Pelatih: Josep Guardiola.

AC Milan (4-3-1-2): Abbiati; Zambrotta, Thiago Silva, Nesta, Abate; Seedorf, Van Bommel, Nocerino; Boateng; Cassano, Pato.

Pelatih: Massimiliano Allegri.

Gol:
01' 0-1 Pato
36' 1-1 Pedro Rodriguez
50' 2-1 David Villa
92' 2-2 Thiago Silva.

2 dari 4 halaman

Messi Takkan Bisa Melupakan Tekel Nesta Itu

3 dari 4 halaman

Lihat Bagaimana Nesta Menjaga Messi

4 dari 4 halaman

Tradisi Bek-bek Tangguh Italia

Italia telah melahirkan sederet bek tangguh, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah panjang persepakbolaan mereka.

Di era 1950 hingga 60-an, ada pilar-pilar seperti Giovanni Trapattoni, Tarcisio Burgnich dan almarhum Cesare Maldini. Bertahun-tahun kemudian, di era keemasan Calcio antara 1980 hingga 90-an, ada ikon semacam Gaetano Scirea juga Franco Baresi sang bandiera AC Milan.

Di bawah bimbingan Baresi, muncullah penerusnya pada diri Paolo Maldini. Il Capitano mengikuti jejak loyalitas dan karier penuh kesuksesan sang senior dengan seragam merah-hitam.

Setelah itu, ada pula Fabio Cannavaro, yang membawa prestasi di level klub menjadi kejayaan di pentas internasional. Usai mengkapteni Italia saat jadi juara Piala Dunia 2006 di Jerman, trofi individu bergengsi Ballon d'Or pun diraihnya.

Namun, dari semua itu, ada satu nama yang cukup menonjol dibandingkan lainnya. Baginya, bertahan adalah sebuah seni - dan dia mampu menampilkannya dengan sempurna. Dia adalah Alessandro Nesta.

Kehebatan Nesta terlihat bersama Lazio (1993-2002), AC Milan (2002-2012), dan Timnas Italia (1996-2006). Hingga pengujung kariernya, Nesta masih tetap solid dalam bertahan.

Messi muda, di Camp Nou, 13 September 2011, adalah salah satu saksi kehebatannya.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR