BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Memori Final UCL 2011: Barcelona 3-1 MU, Ketika Lionel Messi Menguliahi Pemain Senior Setan Merah

20-04-2020 09:00 | Richard Andreas

Momen ketika Lionel Messi membuat pemain senior Manchester United kelimpungan. (c) FIFA/getty Momen ketika Lionel Messi membuat pemain senior Manchester United kelimpungan. (c) FIFA/getty

Bola.net - Barcelona pernah mengajari Manchester United cara bermain sepak bola yang benar. Kala itu, final Liga Champions 2010/11, Lionel Messi dkk. tampil di level berbeda untuk menundukkan pasukan Sir Alex Ferguson.

Pertandingan ini dikenang sebagai salah satu pertandingan terbaik dalam sejarah Liga Champions. Barca era itu benar-benar kuat, mereka mendominasi sepak bola pada rentang 2008-2012.

MU pun tidak bisa dipandang remeh. Bagaimanapun, pasukan Sir Alex Ferguson merupakan tim terkuat dari Inggris. Skuad mereka kaya pengalaman dalam menghadapi lawan-lawan terbaik di level tinggi.

Biar begitu, pada partai final di Wembley Stadium itu, kegilaan Barcelona terbukti bisa mengalahkan pengalaman MU. Apa saja yang terjadi pada pertandingan tersebut?

Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 7 halaman

Momok Kekalahan 2009

Kedua tim sama kuat di atas kertas, tapi MU menghadapi pertandingan ini dalam kondisi tidak percaya diri. Mereka masih ingat betul kekalahan dua tahun sebelumnya, di final Liga Champions 2009.

Benar, dua tahun sebelumnya Setan Merah menyerah 0-2 dari Blaugrana di partai pemungkas yang digelar di Stadio Olimpico, Roma. Barca tahun itu memang berada di puncak keemasan mereka.

MU tidak berkutik, tidak tahu cara mengatasi tiki-taka. Samuel Eto'o membawa Barca unggul terlebih dahulu di awal babak pertama, lalu Lionel Messi menggandakannya dengan sundulan di menit ke-70.

Gol sundulan Messi ini sudah cukup membuktikan inferioritas MU. Pemain bertubuh kecil bisa mencetak gol sundulan di tengah kawalan Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic.

Jelas, MU menghadapi final tahun 2011 dalam kondisi tidak percaya diri. Sir Alex Ferguson harus melakukan sesuatu.

2 dari 7 halaman

Gol Pedro dibalas Gol indah Rooney

Rasa tidak percaya diri MU itu mungkin tidak terlalu terlihat di lapangan, tapi lagi-lagi mereka kewalahan menghadapi gempuran Barca.

Pedro membuka keunggulan Barca di menit ke-27. Gol ini membuktikan kecerdasan pemain Barca dalam melihat celah umpan, sekaligus menunjukkan kelemahan barisan bek MU yang keteteran.

MU mencoba bangkit dan berhasil melakukannya di menit ke-34. Saat itu, Wayne Rooney mencetak gol indah dengan tendangan keras dari tepi kotak penalti.

Gol ini membawa harapan bagi MU, setidaknya mereka bisa membalas. Skor 1-1 pun bertahan sampai turun minum.

3 dari 7 halaman

Momen Ajaib Messi

MU boleh berharap, mereka tidak bisa membiarkan Barca semena-mena. Namun, ada satu perbedaan besar yang menentukan hasil akhir pertandingan itu: Barca punya Lionel Messi.

Ya, La Pulga seorang diri bisa membenamkan harapan MU. Menit ke-54, Messi mencetak gol individu yang membuktikan kemampuannya sebagai salah satu pemain terbaik di dunia.

Dia menerima bola dari Xavi di lini tengah, menggiringnya sedikit ketika pemain-pemain MU hanya bisa melihat. Respons barisan bek MU lamban, Patrice Evra mencoba mendekati Messi tapi segalanya sudah terlambat.

Kemudian, dari luar kotak penalti, Messi melepas tembakan melengkung kaki kiri yang menghujam sudut kiri bawah gawang Edwin van der Sar. Gol itu tidak kalah indah dari gol Rooney di babak pertama.

4 dari 7 halaman

Gol Pemungkas Barca

Tertinggal 1-2 tidak terlalu buruk, MU masih bisa mengejar. Setidaknya itulah yang ada di pikiran fans Setan Merah sebelum mereka tertunduk menyaksikan gol indah David Villa di menit ke-69.

Final Liga Champions kala itu sepertinya memanjakan mata dengan gol-gol indah. Setelah tembakan Rooney dan Messi, Villa pun ikut meramaikannya dengan mencetak gol kemenangan Barca.

Berawal dari kemelut di dalam kotak penalti MU, Busquets memberikan umpan tarik pada Villa yang berdiri bebas di tepi kotak penalti. Striker Spanyol ini punya waktu untuk mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan melengkung yang tidak bisa dijangkau Van der Sar.

Gol Villa bisa jadi merupakan gol terbaik dari pesta empat gol yang tercipta pada final ini.

5 dari 7 halaman

Layak Menang

Usai pertandingan tersebut, bos MU, Sir Alex Ferguson, tidak bisa mencari dalih untuk kekalahan timnya. Dia mengakui Barca bermain lebib baik dan pantas menang.

"Mereka bermain dengan cara yang tepat dan menikmati sepak bola mereka. Mereka benar-benar membuat anda terpesona dengan aliran umpan mereka dan kami tidak pernah benar-benar bisa mengontrol Messi," ujar Fergie.

"Selama saya jadi manajer, inilah tim terbaik yang pernah saya hadapi."

Ya, Fergie mengaku kalah. Dia mengakui bahwa Barcelona saat itu merupakan tim terbaik yang pernah dia jumpai. Ucapan Fergie itu saja sudah cukup membuktikan kualitas Barca.

6 dari 7 halaman

Susunan Pemain

Barcelona (4-3-3): Valdes; Abidal, Pique, Mascherano, Alves; Iniesta, Busquets, Xavi; Villa, Messi, Pedro

Man United (4-4-2): Van der Sar; Evra, Vidic, Ferdinand, Fabio; Ji-Sung, Giggs, Carrick, Valencia; Rooney, Chicharito

7 dari 7 halaman

Statistik Barcelona - MU

Gol: 3 - 1
Possession: 68% - 32%
Shots: 22 - 4
On target: 12 - 1
Pass success: 89% - 77%
Aerial duel success: 40% - 60%
Dribbles: 13 - 6
Tackles: 15 - 23

Sumber: UEFA, Whoscored

KOMENTAR