Maestro Carlo Ancelotti: 4 Final Liga Champions, 3 Trofi Juara!

Asad Arifin | 27 Mei 2022, 09:35
Carlo Ancelotti (c) ist
Carlo Ancelotti (c) ist

Bola.net - Real Madrid akan berjumpa Liverpool pada final Liga Champions 2021/2022. Bagi sang pelatih, Carlo Ancelotti, ini akan menjadi final kelimanya dan peluang meraih trofi keempat sebagai pelatih.

Laga final Liga Champions akan digelar di Stade de France, Paris. Duel antara Liverpool vs Real Madrid dimainkan pada hari Minggu 29 Mei 2022 mulai pukul 02.00 dini hari WIB, siaran langsung di SCTV.

Ancelotti punya rekam jejak spesial di Liga Champions, bahkan ketika masih menjadi pemain. Sebagai pemain, Ancelotti punya dua gelar juara Liga Champions (ketika itu masih bernama Piala Champions).

Bersama AC Milan, Ancelotti punya dua gelar juara Liga Champions. Gelar itu diraih pada musim 1988/89 dan 1989/1990. Dua gelar beruntun diraih Ancelotti sebagai pemain, keduanya bersama Milan.

Sebagai pemain, Ancelotti tidak kalah gemilang. Bersama Zinedine Zidane, Don Carlo adalah pelatih dengan gelar Liga Champions paling banyak. Yuk simak catatan apik Ancelotti selengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.

1 dari 6 halaman

Liga Champions 2003

Andriy Shevchenko di AC Milan (c) AC Milan

Andriy Shevchenko di AC Milan (c) AC Milan

AC Milan berjumpa Juventus pada final Liga Champions 2003. Ini adalah final pertama bagi Ancelotti sebagai pelatih. Dua tim papan atas Italia itu berjumpa pada duel di Old Trafford, Manchester.

Milan dan Juventus punya skuad yang mewah. Milan punya Dida di bawah mistar, lalu duet Nesta dan Maldini di belakang. Di tengah, ada Gattuso, Pirlo, dan Seedorf. Di depan, ada duet Shevchenko dan Inzaghi.

Di kubu Juventus, ada Buffon di bawah mistar. Di lini belakang, ada Thuram dan Montero. Edgar Davids dan Mauro Camoranesi jadi andalan di tengah. Duet Del Piero dan Trezeguet jadi tumpuan di lini depan.

Laga berjalan sengit, tetapi tidak ada gol yang tercipta hingga waktu normal dan extra time usai. Milan kemudian menang 3-2 pada babak adu penalti. Penalti Shevchenko ke gawang Buffon jadi momen penentu.

2 dari 6 halaman

Liga Champions 2007

Filippo Inzaghi usai membawa AC Milan menjuarai Liga Champions musim 2006/2007 (c) UEFA

Filippo Inzaghi usai membawa AC Milan menjuarai Liga Champions musim 2006/2007 (c) UEFA

Dua tahun sebelumnya, AC Milan kalah adu penalti dari Liverpool di final Liga Champions. Lalu, kedua tim berjumpa lagi di final Liga Champions 2007. Carlo Ancelotti adalah pelatih bagi Milan.

63.800 penonton hadir pada laga yang dimainkan di Olympic Stadium, Yunani. Milan unggul pada akhir babak pertama dari gol Filippo Inzaghi. Ini adalah gol yang ikonik karena dicetak dengan punggung!

Lalu, pada menit ke-82, Inzaghi kembali mencetak gol. Kali ini, dengan melewati Pepe Reina. Liverpool kemudian hanya mampu membalas lewat gol Dirk Kuyt pada menit ke-89. Milan menang dengan skor 2-1 dan Ancelotti meraih gelar juara keduanya.

3 dari 6 halaman

Liga Champions 2014

Sergio Ramos dalam acara Perpisahannya di Real Madrid (c) Real Madrid Official

Sergio Ramos dalam acara Perpisahannya di Real Madrid (c) Real Madrid Official

Final 2014 menjadi momen penting bagi Real Madrid dan Ancelotti. Sebab, ini menjadi gelar juara Liga Champions ke-10 bagi Real Madrid. Momen itu lantas dikenang dengan sebutan 'La Decima'.

Sementara, bagi Ancelotti, dengan tiga gelar juara, dia menjadi pelatih paling sukses di Liga Champions. Capaian itu kemudian disamai Zinedine Zidane, juga bersama Real Madrid.

Pada final 2014, Madrid berjumpa sang rival sekota Atletico Madrid di Estadio da Luz. Atletico unggul lewat Diego Godin pada menit ke-36. Tapi, gol Sergio Ramos menit 90+3 membuat skor menjadi imbang 1-1.

Pada babak extra time, Real Madrid mencetak tiga gol masing-masing lewat Gareth Bale, Marcelo, dan penalti Cristiano Ronaldo. Real Madrid menang 4-1 dan merayakan La Decima bersama Ancelotti!

4 dari 6 halaman

Ketika Carlo Ancelotti Gagal di Final

Ricardo Kaka berduel dengan Steven Gerrard di final Liga Champions 2005. (c) ist

Ricardo Kaka berduel dengan Steven Gerrard di final Liga Champions 2005. (c) ist

Final Liga Champions 2005 menyisakan cerita pahit bagi karier Ancelotti. Sebab, AC Milan racikan Ancelotti saat itu unggul dengan skor 3-0 pada babak pertama. Paolo Maldini dan Hernan Crespo (2 gol) membobol gawang Liverpool.

Tapi, pada babak kedua, Liverpool menciptakan momen indah di Istanmbul. Steven Gerrard, Vladimir Smicer, dan Xabi Alonso bergantian mencetak gol ke gawang Dida. Skor imbang 3-3 dan laga dilanjutkan ke extra time.

Tidak ada gol pada extra time. Lalu, babak adu penalti. Tiga penendang AC Milan gagal: Serginho, Pirlo, dan Shevchenko. Saat Dudek sukses menepis sepakan Shevchenko, langit Istambul seolah runtuh bagi Rossoneri dan Ancelotti.

5 dari 6 halaman

2022, Sukses atau Gagal?

Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti. (c) AP Photo

Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti. (c) AP Photo

Ancelotti lebih sering sukses daripada gagal di final Liga Champions. Pada musim 2021/2022, Ancelotti akan memainkan final Liga Champions kelima dalam kariernya sebagai pelatih.

Real Madrid yang dilatihnya akan bersua Liverpool, lawan yang membuat Ancelotti tertunduk di Istanbul pada 2005 lalu. Baginya, membalas kekalahan itu punya arti penting. Tapi, tidak akan mudah.

"Kami menghadapi tim yang mungkin terbaik di Eropa saat ini. Tapi tidak ada unggulan di laga final. Saya pikir ini masih 50-50 karena final Liga Champions tidak bisa diprediksi," kata eks manajer Everton itu.

6 dari 6 halaman

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR