Liverpool Sudah Move On dari Kekalahan Final 2018, Kini Siap Hantam Madrid!

Richard Andreas | 28 Mei 2022, 14:00
Skuad Liverpool merayakan gol di markas Southampton, Rabu (18/5/2022) (c) AP Photo
Skuad Liverpool merayakan gol di markas Southampton, Rabu (18/5/2022) (c) AP Photo

Bola.net - Liverpool bakal tampil maksimal dalam duel final Liga Champions 2021/22 nanti. The Reds akan menghadapi Real Madrid di Stade de France, Minggu (29/5/2022) dini hari WIB.


Di atas kertas, Liverpool boleh percaya diri. Skuad Jurgen Klopp layak disebut sebagai salah satu skuad terbaik di Eropa musim ini. Terbukti, Liverpool sempat berada di posisi memburu quadruple.

Masalahnya, laga ini kembali membangkitkan memori buruk The Reds. Tahun 2018, mereka pernah menghadapi Madrid di final UCL dan berakhir kalah dengan skor 1-3.

Saat itu kekalahan Liverpool diwarnai dengan cedera Mohamed Salah dan blunder Loris Karius. Tentu, Liverpool sudah jauh lebih kuat sejak saat itu.

1 dari 2 halaman

Sudah move on

Menjelang duel final nanti, final Kiev 2018 itu kembali disebut-sebut. Awalnya ada Mohamed Salah yang mengaku ingin balas dendam, lalu komentar itu pun dibalas oleh pemain-pemain lain.

Kini, giliran Andrew Robertson yang buka suara. Menariknya, dia menegaskan bahwa skuad Liverpool tidak lagi menyimpan rasa kecewa akibat kegagalan tahun 2018 lalu.

"Saya kira, kami sudah memperbaiki itu di musim berikutnya, ketika kami menjuarai Liga Champions. Bagi kami, itu seperit balas dendam di kompetisi tersebut, rasanya seperti juara pertama kalinya," ujar Robertson di Liverpoolfc.com.

"Menurut saya pertandingan itu hanya masa lalu dan kami semua hanya fokus di final kali ini."

2 dari 2 halaman

Hanya ingin juara

Robertson menegaskan bahwa saat ini fokus pemain Liverpool sepenuhnya membidik trofi. Mereka tidak lagi memikirkan kekalahan empat tahun lalu, bahkan tidak terlalu memperhatikan lawan.

"Jelas, Real Madrid dan orang-orang yang mengangkat topik tersebut [final 2018], kami hanya fokus memenangi pertandingan ini. Kami ingin meraih trofi," sambung Robertson.

"Ketika Anda sudah mencapai final, Anda begitu dekat dengan trofi, tapi justru itulah momen tersulit untuk dilewati. Semoga kami akan jadi pihak yang melakukan selebrasi," tandasnya.

Sumber: Liverpool

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR