BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Ketika Neymar Ditendang Serge Gnabry, Ruud Gullit: Saya Suka Itu!

24-08-2020 05:51 | Yaumil Azis

Pemain Bayern Munchen, Serge Gnabry (kanan), menjatuhkan bintang PSG, Neymar (kiri), pada laga final Liga Champions hari Senin (24/8/2020). (c) AP Photo Pemain Bayern Munchen, Serge Gnabry (kanan), menjatuhkan bintang PSG, Neymar (kiri), pada laga final Liga Champions hari Senin (24/8/2020). (c) AP Photo

Bola.net - Ada satu momen yang menarik perhatian di laga final Liga Champions antara PSG melawan Bayern Munchen. Momen yang panas itu melibatkan pemain dari kedua tim, yakni Neymar dan Serge Gnabry.

Seperti yang diketahui, pertandingan yang berlangsung di Estadio Da Luz, Portugal, Senin (24/8/2020) dinihari tersebut dimenangkan Munchen dengan skor 1-0. Kingsley Coman menjadi penentu dengan golnya di menit ke-59.

Sebelum gol tersebut tercipta, ada satu momen menarik yang menjadi perhatian. Yakni ketika Gnabry membuat Neymar meringis kesakitkan di tengah lapangan karena aksi jegalan yang cukup keras.

Aksi tersebut membuatnya dikonfrontasi pemain PSG lainnya, Leandro Paredes. Namun ia tidak menunjukkan rasa gentar. Pada akhirnya, wasit harus memberinya kartu kuning akibat pelanggaran yang dilakukannya itu.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2 halaman

Momen Penting dalam Pertandingan

Legenda asal Belanda, Ruud Gullit, menyaksikan momen tersebut dan langsung memberinya apresiasi. Menurutnya, itu adalah salah satu momen penting dalam pertandingan tersebut selain dari gol yang dicetak Coman.

"Momen kunci dalam pertandingan ini adalah ketika Gnabry memberikan tendangan kecil kepada Neymar. Itu adalah momen kunci dari laga ini," ujar Gullit kepada beIN Sports.

"Momen itu seperti, 'Hey, sekarang kami akan mengejar gol'. Dan saya suka saat ia melakukan itu, sebab itulah yang anda butuhkan," lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Menunjukkan Aura Intimidatif

Memang, tindakan yang dilakukan oleh Gnabry tidak bisa dikatakan terpuji. Namun Gullit merasa kalau sebuah tim harus menunjukkan aura yang intimidatif jika memang punya niat meraih kemenangan.

"Anda butuh sedikit agresi, anda butuh sedikit rasa intimidatif. Dan dia menunjukkannya dalam aksi itu," tambah Gullit, yang juga pernah memperkuat AC Milan semasa bermain dulu.

"Dan secara tiba-tiba, sesuatu terjadi kepada tim itu dan mereka berhasil mencetak gol," pungkasnya.

Bayern Munchen pun meraih kemenangan dan menjuarai Liga Champions musim ini. Dengan begitu, Die Bavarians telah memiliki enam trofi dari ajang tersebut dan menyamai perolehan juara musim lalu, Liverpool.

(Metro)

KOMENTAR