BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Jordi Cruyff: Sama Seperti Ayah Saya, Ronaldo Akan Selalu Dikenang

09-04-2019 20:16 | Dimas Ardi Prasetya

Selebrasi Cristiano Ronaldo. (c) AP Photo Selebrasi Cristiano Ronaldo. (c) AP Photo

Bola.net - Jordi Cruyff menyebut Cristiano Ronaldo sebagai pesepakbola yang abadi dan akan selalu dikenang para fans, sama seperti ayahnya yakni Johan Cruyff.

Ronaldo sudah mendominasi pentas sepakbola dunia selama lebih dari satu dekade terakhir. Ia meraih banyak trofi juara bersama Manchester United Real Madrid.

Kini ia mencari petualangan baru bersama Juventus. Ia pun membuktikan dirinya masih belum habis meski usianya sudah menginjak 34 tahun.

Sejauh ini ia sudah mengemas 23 gol dari 34 pertandingan di semua ajang kompetisi. Ia pun di jalur yang tepat untuk membawa Bianconeri kembali mempertahankan trofi Scudetto-nya untuk yang ke delapan kalinya secara beruntun.

1 dari 2 halaman

Abadi


Sekarang Ronaldo akan membawa timnya berduel dengan Ajax Amsterdam di babak perempat final UCL. Jelang laga itu, Jordi membandingkan CR7 dengan almarhum ayahnya.

Ia menyebut CR7 kini sudah mencapai level yang pernah diraih ayahnya, yang merupakan legenda sepakbola Belanda dan Barcelona. Ia pun menyebut nama Ronaldo akan selalu abadi dalam ingatan para fans sepakbola di seluruh dunia.

"Dalam sepakbola, ada begitu banyak makhluk hidup dan sangat sedikit makhluk abadi: Saya dapat mengatakan bahwa, seperti ayah saya, Cristiano akan selalu diingat," kata Jordi kepada Gazzetta dello Sport.

"Bersama dengan Messi, tanpa harus mengatakan siapa yang terbaik. Banyak yang mengalami tahun yang hebat tetapi hanya mereka yang memiliki 15 tahun yang hebat," pujinya.

2 dari 2 halaman

Pujian untuk Ajax


Jordi juga mengaku terkesan dengan kemajuan tim musim ini di bawah Erik ten Hag. Ia merasa senang mantan klubnya itu telah menemukan kembali identitas mereka di dalam dan di luar lapangan sejak stadion markas mereka diubah namanya menjadi Johan Cruyff Arena tahun lalu.

"Stadion ini menyandang namanya dan filosofi permainan dan kehidupannya sekarang ada dalam DNA klub. Ajax ini memainkan sepakbola yang pasti disukai ayah saya," serunya.

"Muda, bahagia, berani, menyerang. Di Amsterdam, itu tidak pernah berubah," sambungnya.

"Generasi ini memiliki lebih banyak bakat daripada yang lain dan selalu mengendalikan bola. Sangat menyenangkan bagi mata untuk melihat mereka bermain," tandasnya.

KOMENTAR