BERITA TIMNAS JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Istanbul 2005, AC Milan vs Liverpool, dan Keyakinan Adu Penalti

08-12-2021 00:31 | Richard Andreas

Steven Gerrard (c) AFP
Steven Gerrard (c) AFP

Bola.net - Xabi Alonso bicara soal keajaiban final Liga Champions 2005: AC Milan vs Liverpool. Dia tahu tidak ada yang menduga The Reds bisa jadi juara pada saat itu.

Betapa tidak, pertandingan sudah tidak berpihak pada Liverpool sejak menit awal. Paolo Maldini mencetak gol di menit pertama, lalu dua gol Hernan Crespo membawa Milan unggul 3-0 di babak pertama.

Tertinggal dengan skor 0-3 dari tim sekuat Milan hanya setelah 45 menit bermain, tentu keberuntungan tidak berpihak pada Liverpool. The Reds diyakini bakal kalah.

Meski begitu, yang terjadi justru sebaliknya. Liverpool bangkit di babak kedua, mencetak tiga gol balasan hanya dalam 6 menit, lalu menang dan juara lewat adu penalti.

1 dari 3 halaman

Harapan lewat gol Gerrard

Alonso jadi salah satu pemain yang jadi penentu kemenangan Liverpool kala itu. Dia mencetak gol balasan ketiga di menit ke-60.

Menurutnya, momen kebangkitan Liverpool saat itu ada di menit ke-54, ketika Steven Gerrard mencetak gol pertama Liverpool. Sejak saat itu mereka yakin bisa membalas.

"Gol pertama Stevie [Gerrard] memberi kami harapan. Itu memastikan bahwa kami sudah bermain lebih baik. Dan ketika Vladi [Smicer] mencetak gol kedua, kami semakin yakin," ujar Alonso di laman resmi UEFA.

"Saya punya firasat gol ketiga akan datang. Itu adalah penalti profesional pertama saya. Sebelumnya saya tidak pernah mengambil penalti di level profesional."

2 dari 3 halaman

Menderita menahan Milan

Xabi Alonso (c) PA
Xabi Alonso (c) PA

Penalti Alonso gagal, ditepis Dida, tapi dia bisa bereaksi dengan cepat untuk menyambut bola rebound dan mencetak gol. Liverpool menyamakan kedudukan jadi 3-3, tapi setelah itu laga berjalan panjang bagi mereka.

"Setelah mencetak gol ketiga, kami dalam kondisi bagus, tapi Milan seperti singa yang terluka. Mereka kembali dan jauh lebih berbahaya," lanjut Alonso.

"Kami harus bertahan mati-matian untuk harapan yang baru kami dapatkan. Sejak gol ketiga itu sampai peluit akhir, pertandingan terasa sangat panjang, dan mereka bisa saja mencetak gol."

3 dari 3 halaman

Keyakinan penalti

120 menit tidak cukup untuk menentukan juara, laga ternyata harus dilanjutkan sampai adu penalti. Menariknya, Liverpool justru berhasil menundukkan Milan di babak adu penalti dan keluar sebagai juara.

"Ketika sampai adu penalti, kami begitu yakin bahwa kami telah melaju sejauh ini, jadi kemungkinan ini adalah takdir kami dan bahwa kami punya kesempatan bagus," sambung Alonso.

"Itu momen yang sangat tegang dan dramatis. Ketika Anda menyaksikannya sendiri, rasanya seperti salah satu rekan setim Anda berangkat berperang," tandasnya.

Sumber: UEFA

KOMENTAR