BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Ibarat Picasso dan Mozart, Messi dan Maradona Memang tak Bisa Dibandingkan

25-02-2020 11:03 | Yaumil Azis

Lionel Messi mencetak Quattrick ke gawang Eibar pada pekan ke-25 La Liga, Sabtu (22/2/2020) (c) AP Photo Lionel Messi mencetak Quattrick ke gawang Eibar pada pekan ke-25 La Liga, Sabtu (22/2/2020) (c) AP Photo

Bola.net - Karena sama-sama berasal dari Argentina dan merupakan seorang 'penyihir lapangan', wajar kalau Lionel Messi kerap dibandingkan dengan Diego Maradona. Namun eks pelatih asal Italia, Ottavio Bianchi, enggan ikut membandingkan.

Kemampuan olah bola Messi memang sepantasnya untuk diacungi jempol. Kelihaiannya saat meliuk-liuk di wilayah 3/4 lapangan membuat pemain bertahan tim lawan kerap kali kerepotan.

Pernah suatu ketika, bintang Barcelona tersebut membawa bola dari tengah lapangan dan melewati sekitar lima-enam pemain sebelum mencetak gol. Aksi itu mengingatkan pada liukan Maradona kala menghadapi Inggris di masa lampau.

Dan pada hari Rabu (26/2/2020) besok, Messi akan beraksi di San Paolo yang merupakan markas dari salah satu klub asal Italia, Napoli. Dan perlu diketahui bahwa Napoli sempat jadi 'rumah' Maradona selama tujuh tahun.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2 halaman

Enggan Membanding-bandingkan

Messi dan Maradona kerap dibanding-bandingkan, bahkan disejajarkan oleh publik. Tapi Ottavio, yang pernah melatih Maradona di Napoli dulu, merasa kalau kedua sosok itu tak pantas untuk dibanding-bandingkan.

Keduanya, menurut Ottavio lagi, ibarat seperti dua pelukis legendaris yakni Picasso dan Mozart. Sama-sama bagus, tapi mencatatkan sejarah di era masing-masing.

"Mereka bagus hingga mencoba untuk membandingkan mereka dengan perbedaannya tidaklah baik," ujar Ottavio kepada Goal International.

"Anda tidak bisa mengklasifikasikan pelukis atau musisi terbaik karena semua orang hidup dalam sejarah dan waktunya yang masing-masing," lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Messi Bersedih, Napoli Diuntungkan

Usia Ottavio sudah 76 tahun, dan telah absen dari dunia kepelatihan sejak berhenti menukangi Fiorentina pada tahun 2002 lalu. Namun ia tidak serta merta berhenti mengikuti perkembangan sepak bola di zaman sekarang.

Tentu saja, kabar soal perseteruan Messi dengan direktur Barcelona, Eric Abidal, juga masuk dalam perhatiannya. Ia berharap Napoli bisa memanfaatkan keuntungan dalam kisruh internal yang terjadi di dalam kubu lawannya itu.

"Jika mereka bersedih, maka mereka akan lebih kesulitan. Secara tradisi, pemain dengan kualitas seperti itu tak bisa menunjukkan talenta penuhnya jika ada sesuatu yang mengganggunya," tambahnya.

"Kelihatannya Barca sedang tidak sehat pada saat ini. Masalah institusi biasanya mudah terlihat di lapangan dan Messi sepertinya terlihat sedih di lapangan. Dia tidak bisa menang sendirian, seperti halnya Maradona," pungkasnya.

(Goal International)

KOMENTAR